Mengukur Kesiapan Anak Usia Dini untuk Masuk Sekolah Dasar : Pendekatan Kualitatif

Authors

  • Ade Suhendar Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, Indonesia
  • Dian Dian Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, Indonesia
  • Agus Agus Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, Indonesia
  • Ervin Ervin Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31004/obsesi.v9i5.6952

Keywords:

kesiapan anak usia dini, pendidikan dasar, perkembangan anak

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kesiapan anak usia dini dalam menghadapi transisi menuju Sekolah Dasar (SD) dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Kesiapan anak dalam memasuki SD merupakan faktor kunci yang memengaruhi keberhasilan akademik dan sosial di masa depan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan guru, orang tua, dan pengamat pendidikan, serta observasi langsung terhadap anak, dan dianalisis menggunakan pendekatan tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator sosial-emosional, seperti kemampuan berinteraksi dengan teman sebaya dan regulasi emosi, merupakan aspek yang paling dominan dalam menentukan kesiapan anak. Selain itu, peran guru terbukti paling signifikan dalam mendukung proses transisi, khususnya melalui strategi pembelajaran yang adaptif dan pendekatan yang responsif terhadap kebutuhan anak. Kebaruan penelitian ini terletak pada pendekatan holistik yang menggabungkan triangulasi data dari berbagai sumber untuk mendapatkan gambaran menyeluruh mengenai kesiapan anak. Temuan ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara keluarga dan lembaga pendidikan dalam mempersiapkan anak memasuki jenjang pendidikan dasar secara optimal.

Downloads Statistics

Download data is not yet available.

References

Berk, L. E. (2013). Child development (9th ed.). Pearson.

Britto, P. R., Lye, S. J., Proulx, K., Yousafzai, A. K., Matthews, S. G., Vaivada, T., ... & Early Childhood Development Interventions Review Group, for the Lancet Early Childhood Development Series Steering Committee. (2017). Nurturing care: Promoting early childhood development. The Lancet, 389(10064), 91–102. https://doi.org/10.1016/S0140-6736(16)31390-3

Cohen, J. (2007). Interdisciplinary psychoanalysis and the education of children: Psychoanalytic and educational partnerships. The Psychoanalytic Study of the Child, 62(1), 180–207.

Creswell, J. W. (2013). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (3rd ed.). SAGE Publications.

Denham, S. A. (2006). Social-emotional competence as support for school readiness: What is it and how do we assess it? Early Education and Development, 17(1), 57–89. https://doi.org/10.1207/s15566935eed1701_4

Epstein, J. L. (2011). School, family, and community partnerships: Preparing educators and improving schools (2nd ed.). Westview Press.

Iskandar, S. (2020). Peran guru PAUD dalam memfasilitasi kesiapan anak memasuki sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Anak, 9(2), 89–98. https://doi.org/10.21009/JPA.092.05

Janus, M., & Duku, E. (2007). The school entry gap: Socioeconomic, family, and health factors associated with children's school readiness. Early Education and Development, 18(3), 375–403. https://doi.org/10.1080/10409280701610796

Kagan, S. L. (1995). Reconsidering children’s early development and learning: Toward common views and vocabulary. National Education Goals Panel. https://govinfo.library.unt.edu/negp/reports/child-ea.htm

Nurjanah, N. (2022). Keterlibatan orang tua dalam menyiapkan anak usia dini masuk SD: Perspektif guru PAUD. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(1), 503–511. https://doi.org/10.31004/obsesi.v6i1.1450

Piek, J. P., Dawson, L., Smith, L. M., & Gasson, N. (2008). The role of early fine and gross motor development on later motor and cognitive ability. Human Movement Science, 27(5), 668–681. https://doi.org/10.1016/j.humov.2007.11.002

Rimm-Kaufman, S. E., & Pianta, R. C. (2000). An ecological perspective on the transition to kindergarten: A theoretical framework to guide empirical research. Journal of Applied Developmental Psychology, 21(5), 491–511. https://doi.org/10.1016/S0193-3973(00)00051-4

Setiawati, T., & Lestari, S. (2021). Persepsi kesiapan anak masuk SD: Studi komparatif antara guru dan orang tua. Jurnal Cakrawala Pendidikan, 40(3), 645–656. https://doi.org/10.21831/cp.v40i3.38650

UNESCO. (2016). A guiding framework for early childhood care and education. United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization.

UNICEF. (2021). The state of the world's children 2021: On my mind – Promoting, protecting and caring for children’s mental health. United Nations Children’s Fund.

Wulandari, D., & Hartati, S. (2020). Analisis kesiapan belajar anak usia dini menuju sekolah dasar. Jurnal Golden Age, 4(1), 45–55. https://doi.org/10.29408/goldenage.v4i1.1922

Zins, J. E., Weissberg, R. P., Wang, M. C., & Walberg, H. J. (Eds.). (2004). Building academic success on social and emotional learning: What does the research say? Teachers College Press.

Downloads

Published

01-06-2025

Check Article Index

How to Cite

Suhendar, A., Dian, D., Agus, A., & Ervin, E. (2025). Mengukur Kesiapan Anak Usia Dini untuk Masuk Sekolah Dasar : Pendekatan Kualitatif. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 9(5), 1315–1323. https://doi.org/10.31004/obsesi.v9i5.6952

Issue

Section

Articles