Vol. 10 No. 2 (2026)
Total Articles: 110
Issue Coverage: 242 Author(s) from 3 Country(s)
Indonesia (240)
Malaysia (1)
Thailand (1)
Articles
-
Implementasi Islamic Butterfly Hug untuk Regulasi Emosi Guru dan Orang Tua PAUD
imas Maslahul Islahiah, Faisal Sundani Kamaludin (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.8214 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan mengimplementasikan pelatihan Islamic Butterfly Hug sebagai strategi penguatan regulasi emosi bagi guru dan orang tua PAUD serta mengevaluasi perubahan pemahaman peserta setelah intervensi. Penelitian menggunakan desain one-group pretest–posttest dengan pendekatan kuantitatif deskriptif terhadap 32 partisipan. Data dikumpulkan melalui tiga pertanyaan tertutup yang mengukur pemahaman konsep regulasi emosi dan kesiapan penerapan teknik. Hasil menunjukkan peningkatan rerata skor dari 49,31 menjadi 54,53, dengan 68,75% peserta mengalami kenaikan nilai. Temuan ini memperluas penerapan teknik Butterfly Hug dari konteks individual menuju penguatan kapasitas regulasi emosi orang dewasa dalam sistem co-regulation pendidikan anak usia dini berbasis komunitas.
Kata Kunci: Islamic Butterfly Hug, pendidikan anak usia dini, pengabdian masyarakat, regulasi emosi
701-708 -
Implementasi Metode Talaqqi Qira’ah pada Pembelajaran Tahfidz Qur’an di SMA Muhammadiyah 01 Medan
Alfin Fernando, Ibrahim Hasan (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.8138 | Check in Google Scholar
Penerapan metode talaqqi qiraah dalam pendidikan Al-Qur'an merupakan cara efektif untuk meningkatkan pemahaman dan penguasaan Al-Qur'an oleh siswa . Dalam pendidikan Al-Qur'an, ini adalah cara efektif untuk meningkatkan pemahaman dan penguasaan siswa terhadap Al-Qur'an. Talaqqi qiraah, yang memiliki makna mendengarkan dan belajar secara langsung dari seorang guru, mendukung pengembangan keterampilan membaca dan menghafal secara benar. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan penerapan metode talaqqi qiraah dalam pendidikan tahfidz, mengidentifikasi tantangan yang dihadapi, dan menilai efektivitasnya dalam meningkatkan kecepatan dan ketepatan hafalan. Metode qira'ah dalam pendidikan tahfidz mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dan menilai efektivitasnya dalam meningkatkan kecepatan menghafal. Hasil analisis menunjukkan bahwa metode ini tidak hanya meningkatkan aspek teknis membaca Al-Qur'an, tetapi juga meningkatkan motivasi dan disiplin siswa. Analisis menunjukkan bahwa metode ini tidak hanya meningkatkan aspek teknis membaca Al-Qur'an, tetapi juga meningkatkan motivasi dan disiplin siswa. Oleh karena itu, diperkirakan metode talaqqi qira'ah dapat menjadi model pengajaran yang ideal untuk program pendidikan Al-Qur'an di berbagai lembaga pendidikan. Bahwa talaqqi metode qira'ah berpotensi menjadi model pengajaran ideal untuk program pendidikan Al-Qur'an di berbagai lembaga pendidikan.
709-717 -
Implementasi Muatan Kemaritiman melalui Project - Based Learning dalam Pendidikan Anak Usia Dini
Panti Indriyati, Ali Formen , Edi Waluyo , Deasylina Da Ary (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.8016 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi muatan kemaritiman dalam pendidikan anak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan analisis dokumen yang melibatkan informan yang terdiri dari kepala sekolah dan guru. Hasil penelitian menyatakan bahwa muatan kemaritiman dalam pendidikan anak usia dini pada satuan pendidikan anak usia dini diimplementasikan melalui metode Project-Based Learning. Pembelajaran Project–Based Learning dirancang sesuai dengan karakteristik perkembangan anak usia dini yang berorientasi pada pengalaman langsung. Metode ini dapat menumbuhkan rasa ingin tahu, keterlibatan, dan berpikir kritis siswa. Muatan kemaritiman dengan metode Project-Based Learning yang diimplementasikan ini memberikan implikasi bagi perkembangan pengetahuan, sikap dan keterampilan anak terutama dalam bidang kemaritiman. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan pembelajaran kontekstual berbasis kemaritiman dalam pendidikan anak usia dini yang belum banyak dikaji oleh penelitian sebelumnya.
718-723 -
Pengaruh Peer-Mediated Intervention Terhadap Kemampuan Fonologi Anak dengan ASD Umur 6-9 Tahun di PLDPI Surakarta
Tyrend Dea Nanda, Anisyah Dewi Syah Fitri , Kiyat Sudrajad (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.8073 | Check in Google Scholar
Disabilitas dalam interaksi sosial, komunikasi, dan pola perilaku yang terbatas dan berulang merupakan ciri khas dari gangguan spektrum autisme (ASD), suatu penyakit neurodevelopmental. Meningkatkan pertumbuhan emosional, sosial, dan bahasa anak adalah tujuan utama dari intervensi yang dimediasi oleh teman sebaya (PMI). Anak-anak dengan gangguan spektrum autisme (ASD) menjadi fokus penelitian ini, yang bertujuan untuk menilai efektivitas intervensi yang dimediasi oleh teman sebaya (PMI) untuk meningkatkan kemampuan fonologis. Desain Pretest-Posttest Satu Kelompok digunakan dalam penelitian ini. Sepuluh anak dengan ASD, berusia enam hingga sembilan tahun, berpartisipasi dalam intervensi ini. Pengambilan sampel bertujuan digunakan dalam prosedur pengambilan sampel. Lembar kerja proses fonologis digunakan untuk mengukur keterampilan fonologis. Analisis data menunjukkan peningkatan substansial dalam hasil tes (p = 0,010). Ini menunjukkan bahwa keterampilan fonologis sebelum dan sesudah intervensi berubah secara signifikan. Secara teoritis, hasil memperkuat kajian intervensi bahasa anak dengan ASD secara praktis dan mendukung penerapan PMI oleh terapis wicara, guru paud, dan layanan inklusif.
724-730 -
Pengaruh Metode Pivotal Response Training terhadap Kemampuan Bahasa Reseptif pada Anak Autis Usia 5-9 Tahun
Fadhilla Azahra Dewi, R. Asto Soesyasmoro, Setyadi Nugroho (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.8074 | Check in Google Scholar
Disabilitas dalam interaksi sosial dan komunikasi, khususnya defisit dalam keterampilan bahasa reseptif yang memengaruhi pemahaman arahan dan adaptasi terhadap lingkungan baru, merupakan ciri khas gangguan spektrum autisme (ASD), suatu penyakit perkembangan. Para peneliti bertujuan untuk meneliti efek Pelatihan Respons Pivotal (PRT) pada kemampuan anak autis untuk menerima dan memproses bahasa. Para peneliti dalam studi ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pretest-posttest pada satu kelompok. Subjek penelitian adalah sepuluh anak dengan ASD, berusia antara lima hingga sembilan tahun. Hasil dianalisis menggunakan ujit berpasangandan instrumen yang digunakan adalah Tes Kosakata Verbal Reseptif (TKV-R). Terdapat peningkatan yang signifikan secara statistik (p = 0,000) pada skor rata-rata bahasa reseptif dari 18,90 pada pretest menjadi 22,30 pada posttest. Penelitian ini menunjukkan bahwa metode PRT efektif dalam meningkatkan kemampuan bahasa reseptif pada anak ASD. Secara teoritis, hasil penelitian ini mendukung efektivitas pendekatan berbasis motivasi dalam intervensi bahasa reseptif pada anak ASD. Secara praktis, PRT dapat direkomendasikan sebagai strategi intervensi bagi terapis wicara, guru PAUD, dan layanan pendidikan inklusif untuk mendukung perkembangan pemahaman bahasa pada anak ASD.
731-737 -
Efektivitas Awal Alat Bantu Naratif terhadap Pemahaman Soal Cerita Matematika
Jihan Putri Aulia, Rizki Husadani , Hafidz Triantoro Aji Pratomo (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.8136 | Check in Google Scholar
Salah satu jenis soal yang sering menantang bagi siswa sekolah dasar adalah soal cerita matematika. Soal ini menuntut kemampuan mengintegrasikan informasi linguistik dan numerik serta keterampilan memahami teks. Dalam menyelesaikan soal cerita, siswa tidak hanya melakukan perhitungan, tetapi juga harus memahami konteks permasalahan, mengidentifikasi informasi penting, dan mengaitkan cerita dengan konsep matematika yang relevan. Salah satu strategi yang dapat diterapkan guna meningkatkan pemahaman tersebut adalah melalui intervensi menggunakan alat bantu naratif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitasawal penggunaan alat bantu naratif dalam meningkatkan pemahaman soal cerita matematika pada siswa kelas 3 SD . Metode penelitian yang digunakan dalam pelaksanaan penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain One Group Pre-test and Post-test. Sampel penelitian ini mencakup sepuluh siswa kelas 3 yang ditetapkan melalui teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara skor pre-test dan post-test (p = 0,005) yang mengindikasikan potensi alat bantu naratif sebagai Strategi awal untuk meningkatkan pemahaman soal cerita matematika.
738-743 -
Integrasi Standar Proses di Pendidikan Teologi Menengah: Implikasi untuk Mutu PAUD
Yemima El-roi Pasulu, Hotmaulina Sihotang (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.8054 | Check in Google Scholar
Penelitian ini membahas hubungan antara regulasi dan implementasi Standar Proses dalam Standar Nasional Pendidikan (SNP) di Sekolah SMTK Bethel Jakarta. Standar Proses berperan penting sebagai pedoman untuk menjamin keberlangsungan pembelajaran yang efektif, efisien, dan berpusat pada peserta didik dengan mengintegrasikan aspek akademik dan pembentukan karakter. Berdasarkan Permendikbudristek Nomor 16 Tahun 2022, implementasi dilakukan melalui tiga komponen utama, yaitu perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan penilaian proses pembelajaran. SMTK Bethel Jakarta telah mengikuti ketentuan tersebut secara sistematis dengan mengadaptasi silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang mengakomodasi nilai-nilai teologi Kristen serta karakteristik peserta didik. Pelaksanaan pembelajaran mengedepankan pendekatan aktif, partisipatif, dan kontekstual, termasuk praktik diskusi Alkitab, refleksi iman, renungan, doa, dan pelayanan. Penilaian dilakukan bukan secara kognitif saja, melainkan juga pada perkembangan sikap, tanggung jawab, dan spiritualitas peserta didik. Studi ini juga mengidentifikasi hambatan dalam pelaksanaan standar proses, seperti keterbatasan waktu pembelajaran, beban administrasi yang tinggi, dan variasi kemampuan siswa, serta pentingnya dukungan yayasan, pimpinan sekolah, dan pelatihan guru. Kesimpulannya, SMTK Bethel Jakarta berhasil mengintegrasikan standar proses nasional dengan kekhasan pendidikan teologi secara holistik sehingga menghasilkan pembelajaran yang bermutu dan berkarakter, mendukung pembentukan lulusan yang kompeten dan memiliki iman kuat sebagai bekal pelayanan masa depan.
744-751 -
Pengaruh Metode Extensions Terhadap Kemampuan Bahasa Ekspresif Anak Autism Spectrum Disorder
Mahfuzatil Aufa Sari, Nadya Susanti, Gunawan Gunawan (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.8165 | Check in Google Scholar
Autism Spectrum Disorder (ASD) merupakan gangguan perkembangan neurologis yang memengaruhi berbagai aspek perkembangan, termasuk bahasa ekspresif, sehingga anak mengalami hambatan dalam komunikasi verbal. Metode extensions adalah strategi intervensi bahasa yang bertujuan mengembangkan keterampilan berbahasa melalui perluasan ujaran anak secara sistematis. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh metode extensions terhadap kemampuan bahasa ekspresif anak ASD. Studi menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan One-Group Pretest-Posttest pada anak ASD usia 7-10 tahun. Kemampuan bahasa ekspresif diukur menggunakan Tes Kosakata Verbal Ekspresif (TKVE). Intervensi diberikan secara terstruktur selama delapan sesi. Hasil analisis menunjukkan peningkatan signifikan pada kemampuan bahasa ekspresif setelah intervensi. Temuan ini memberikan kontribusi empiris terhadap pengembangan strategi intervensi bahasa bagi anak ASD dan menegaskan bahwa metode extensions berpotensi menjadi pendekatan efektif dalam meningkatkan bahasa ekspresif pada konteks pendidikan khusus.
752-758 -
Efektivitas Metode Imitation terhadap Kemampuan Bahasa Ekspresif pada Anak Autisme: Studi Pre-eksperimental
Winda Meiti Kurnia, Sinar Perdana Putra, Virginia Hanandita (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.8058 | Check in Google Scholar
Kemampuan bahasa ekspresif pada anak dengan autism spectrum disorder (ASD) sering berkembang lebih lambat dibandingkan anak tipikal, sehingga membatasi kemampuan komunikasi verbal dalam konteks sosial dan pembelajaran. Metode imitation merupakan pendekatan intervensi yang menekankan proses belajar melalui peniruan perilaku verbal dan nonverbal. Penelitian ini bertujuan mengkaji efektivitas penerapan metode imitation terhadap kemampuan bahasa ekspresif anak ASD di wilayah Surakarta. Penelitian menggunakan desain pre-eksperimental dengan one group pretest–posttest design. Responden penelitian berjumlah 10 anak ASD berusia 7–10 tahun yang dipilih berdasarkan kriteria tertentu. Intervensi diberikan secara terstruktur selama 15 sesi dengan durasi 60 menit pada setiap sesi. Data dianalisis menggunakan uji statistik parametrik. Hasil analisis statistik menunjukkan nilai p sebesar 0,000 (p < 0,05), yang mengindikasikan bahwa metode imitation responsif menempatkan anak sebagai inisiator komunikasi sehingga interaksi berlangsung lebih alami dan bermakna sehingga berpotensi digunakan sebagai alternatif intervensi dalam pengembangan bahasa ekspresif anak ASD.
759-767 -
Upaya Meningkatkan Kemampuan Kognitif Anak Usia 4–5 Tahun melalui Edugame Puzzle dalam Penelitian Tindakan Kelas
lusi Latifah, Alfian Ashshidiqi Poppyariyana , Ibnu Hurri (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.8095 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak usia 4–5 tahun melalui penerapan media pembelajaran edugame puzzle di PAUD Dahlia I. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan subjek sebanyak 10 anak. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi terhadap perkembangan kemampuan kognitif anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kondisi awal kemampuan kognitif anak masih rendah, ditandai dengan hanya 4 dari 10 anak (45,46%) yang berkembang sesuai harapan. Pada Siklus I terjadi peningkatan menjadi 6 anak (65,78%). Selanjutnya, pada Siklus II kemampuan kognitif anak meningkat secara signifikan menjadi 9 dari 10 anak (90,15%) dengan kategori berkembang sangat baik. Peningkatan tersebut terlihat pada kemampuan berpikir logis, mengenal angka dan huruf, mengelompokkan, serta memecahkan masalah sederhana. Temuan ini menunjukkan bahwa edugame puzzle efektif digunakan sebagai media pembelajaran untuk menstimulasi kemampuan kognitif anak usia dini. Secara praktis, hasil penelitian ini memberikan alternatif strategi pembelajaran yang dapat diterapkan guru PAUD untuk menciptakan pembelajaran yang aktif dan menyenangkan, serta secara teoretis memperkuat kontribusi media pembelajaran berbasis permainan dalam pengembangan kognitif anak usia dini.
768-775 -
Hubungan Pola Asuh Ayah dan Kemampuan Regulasi Diri Anak 4-6 Tahun
Syifa Yasmina Mumtaz, Desy Chrisnatalia (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.8053 | Check in Google Scholar
Peran ayah dalam pengasuhan merupakan faktor penting dalam perkembangan regulasi diri anak usia dini, yaitu kemampuan mengelola emosi, perilaku, dan proses kognitif untuk mencapai tujuan. Penelitian ini bertujuan menguji hubungan antara pola asuh ayah dan regulasi diri anak usia 4–6 tahun. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan melibatkan 161 ayah yang tinggal bersama anak. Data dikumpulkan menggunakan Parenting Styles and Dimensions Questionnaire (PSDQ) untuk mengukur pola asuh ayah (otoritatif, otoriter, dan permisif) serta Children’s Self-Regulation Questionnaire (CSR) untuk mengukur regulasi diri anak. Analisis data dilakukan menggunakan uji normalitas Kolmogorov–Smirnov serta korelasi Pearson dan Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga pola asuh ayah memiliki hubungan positif dan signifikan dengan regulasi diri anak, dengan pola asuh otoritatif menunjukkan korelasi tertinggi (r = 0,435), diikuti pola asuh otoriter (r = 0,398) dan permisif (r = 0,334). Temuan ini mengindikasikan bahwa pengasuhan ayah berpotensi berkontribusi pada perkembangan regulasi diri anak melalui keseimbangan antara struktur, kehangatan, dan responsivitas. Secara teoretis, penelitian ini memperluas pemahaman tentang keterkaitan antara pengasuhan ayah dan regulasi diri anak usia dini dalam konteks budaya Indonesia. Hasil penelitian menegaskan pentingnya keterlibatan aktif ayah dalam pengasuhan sebagai landasan pengembangan regulasi diri anak secara optimal.
776-783 -
Pemetaan Kebutuhan Pendidikan Inklusi Berbasis Persepsi Orang Tua
Bety Vitriana, Merlina Merlina, Sri Purwanti, Cindy Maurellia, Elma Sapriani (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.8198 | Check in Google Scholar
Penelitian ini menganalisis persepsi orang tua dalam memetakan kebutuhan pendidikan inklusi di PAUD bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), terdapat kesenjangan antara kebijakan dan praktik serta minimnya keterlibatan orang tua. Penelitian menggunakan pendekatan fenomenologi interpretatif dengan desain eksploratoris berurutan, data dikumpulkan melalui kuesioner (52 orang tua) dan wawancara mendalam (15 partisipan) di Kota Balikpapan. Temuan mengungkap tiga tantangan utama: ketidaksiapan sarana-prasarana (65%), kompetensi guru yang belum optimal (57%), dan keterlibatan orang tua yang minim dalam perencanaan pembelajaran (55%). Namun, keterbukaan komunikasi sekolah (55%) menjadi faktor penyeimbang yang merefleksikan kebutuhan akan pengakuan dan kemitraan. Lima kebutuhan prioritas teridentifikasi: pelatihan guru, sarana aksesibel, kolaborasi (sekolah-orang tua-terapis), kurikulum fleksibel, dan dukungan psikologis bagi orang tua. Simpulan menegaskan bahwa pemetaan kebutuhan inklusi yang autentik harus berbasis suara orang tua sebagai expert by experience untuk mewujudkan kebijakan yang responsif, sekaligus mendorong pergeseran paradigma menuju kemitraan kolaboratif dalam ekosistem PAUD inklusif.
784-791 -
Pengaruh Metode Extension terhadap Peningkatan Kemampuan Sintaksis Anak dengan Autism Spectrum Disorder: Studi Pra-Eksperimental
Diffa Tania Hanifah , Sudarman Sudarman , Restu Wahyu Wibawati (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.8113 | Check in Google Scholar
Autism spectrum disorder merupakan gangguan perkembangan saraf yang ditandai dengan hambatan dalam komunikasi sosial, termasuk pada aspek sintaksis yang berperan penting dalam komunikasi fungsional anak. Keterbatasan kemampuan sintaksis dapat menghambat anak dalam menyusun kalimat yang bermakna sehingga berdampak pada interaksi sosial dan proses pembelajaran. Metode extension merupakan salah satu intervensi bahasa yang berfokus pada perluasan struktur kalimat anak melalui penambahan kata atau frasa secara responsif dan kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh metode extension terhadap peningkatan kemampuan sintaksis pada anak dengan autism spectrum disorder. Penelitian menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan kuantitatif melalui pengukuran kemampuan sintaksis sebelum dan sesudah intervensi. Data dikumpulkan menggunakan instrumen penyaringan sintaksis yang telah terstandar dan dianalisis dengan teknik statistik nonparametrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode extension memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kemampuan sintaksis anak. Temuan ini memperkuat kajian teoretis mengenai pentingnya intervensi bahasa berbasis perkembangan dalam mendukung kemampuan sintaksis anak dengan autism spectrum disorder serta memberikan implikasi praktis bagi terapis wicara dan pendidik dalam merancang strategi pembelajaran bahasa yang lebih efektif dan berkelanjutan.
792-799 -
Implementasi Media Video Pembelajaran dalam Mengembangkan Kemampuan Menyimak Anak Usia Dini
Inna Nur Wardah, M. Iksan Kahar, Ufiyah Ramlah (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.8106 | Check in Google Scholar
Fokus kajian penelitian ini adalah penggunaan media video pembelajaran sebagai wahana pengembangan kapasitas menyimak bagi anak usia dini, disertai pemetaan kendala maupun solusi yang ditemukan selama pembelajaran berlangsung. Metode yang diterapkan berupa pendekatan kualitatif deskriptif dengan mengikutsertakan 16 anak dari kelompok B berumur 5–6 tahun. Dalam penelitian ini, observasi partisipan, wawancara, dan dokumentasi merupakan bagian dari proses pengumpulan data, sementara keabsahan data diperkuat melalui penerapan triangulasi sumber serta metode. Hasil kajian membuktikan penerapan media video pembelajaran melalui fase persiapan, pelaksanaan, dan tindak lanjut berpengaruh positif terhadap perkembangan kemampuan menyimak anak pada aspek mendengar, memperhatikan, memahami, dan menanggapi. Anak dengan kemampuan menyimak tinggi menunjukkan perkembangan yang stabil, anak dengan kemampuan sedang mengalami peningkatan secara bertahap, sementara anak dengan kemampuan rendah membutuhkan pendampingan yang lebih intensif. Adapun kendala yang ditemukan meliputi keterbatasan rentang konsentrasi anak serta perbedaan kemampuan individu. Strategi penanganan kendala dilakukan melalui penggunaan video berdurasi pendek disertai pendampingan guru yang berlangsung secara terus-menerus. Dengan penelitian ini diharapkan lahir kontribusi empiris untuk pengembangan pendekatan pembelajaran berbasis media video yang efektif guna mengembangkan kemampuan menyimak anak usia dini.
800-809 -
Hubungan Early Literacy Skills dengan Digit Memory Anak Usia 4-6 Tahun
Citra Tri Avinda, Windiarti Dwi Purnaningrum, Arif Siswanto (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.8167 | Check in Google Scholar
Keterampilan literasi awal merupakan fondasi akademik krusial yang berkaitan erat dengan kapasitas digit memory. Penelitian kuantitatif korelasional ini bertujuan menganalisis hubungan kedua variabel pada 36 anak prasekolah di Surakarta. Data dikumpulkan melalui instrumen literasi awal serta tes memori angka (forward dan backward), kemudian dianalisis menggunakan uji Spearman Rank. Hasil menunjukkan korelasi positif signifikan pada tingkat moderat terhadap deret maju (r = 0,411; p = 0,013) dan deret mundur (r = 0,478; p = 0,003). Temuan ini mengindikasikan bahwa literasi awal lebih dominan melibatkan manipulasi informasi (central executive) daripada penyimpanan pasif, dengan kekuatan korelasi yang dipengaruhi oleh transparansi ortografi bahasa Indonesia. Simpulan utama penelitian membuktikan bahwa efisiensi literasi selaras dengan kemampuan pemrosesan memori kerja aktif. Implikasinya, pendidik disarankan mengintegrasikan stimulasi manipulasi memori dan penyederhanaan instruksi untuk mengoptimalkan kesiapan kognitif anak.
810-814 -
Penerapan Metode Bercerita dalam Optimalisasi Bahasa Reseptif Anak Usia 5-6 Tahun
Munira Munira, Hildawati Hildawati , Fitri Rahayu (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.8168 | Check in Google Scholar
Kemampuan bahasa reseptif merupakan fondasi penting bagi perkembangan komunikasi anak usia dini, namun dalam praktik pembelajaran masih ditemukan anak 5–6 tahun yang belum mampu memahami dan merespons bahasa lisan secara optimal. Studi ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi metode bercerita untuk mengoptimalkan kemampuan bahasa reseptif anak usia 5–6 tahun. Studi ini menerapkan pendekatan kualitatif deskriptif pada subjek anak 5–6 tahun, serta melibatkan guru dan kepala sekolah sebagai informan pendukung. Metode pengambilan data meliputi observasi partisipan, wawancara, dan dokumentasi, dengan keabsahan data yang dijaga melalui triangulasi sumber dan teknik. Temuan studi menjabarkan bahwa metode bercerita yang diterapkan melalui tahap persiapan, pelaksanaan, dan tindak lanjut pembelajaran mampu mengembangkan kemampuan bahasa reseptif anak, terutama dalam aspek menyimak, memperhatikan, memahami, dan menanggapi bahasa lisan. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memperkaya kajian pembelajaran bahasa anak usia dini melalui tahap menegaskan metode bercerita sebagai strategi pedagogis yang efektif dan kontekstual. Temuan ini berimplikasi pada praktik pembelajaran PAUD, khususnya dalam perancangan kegiatan bercerita yang terstruktur dan sesuai dengan karakteristik perkembangan anak.
815-823 -
Kemandirian Anak Usia 5-6 Tahun dalam Pengasuhan Kakek-Nenek di PAUDQu Jakarta Barat
Putri Rahayu Pujianti, Ifina Trimuliana (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.8146 | Check in Google Scholar
Fenomena grandparenting menjadi isu penting dalam pendidikan anak usia dini karena meningkatnya peran kakek dan nenek sebagai pengasuh utama yang berpotensi memengaruhi perkembangan kemandirian anak. Penelitian ini bertujuan menganalisis perkembangan kemandirian anak usia 5–6 tahun dalam konteks pengasuhan kakek-nenek di salah satu PAUDQu Jakarta Barat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan pengasuh utama dan guru PAUD, serta dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemandirian anak belum berkembang secara optimal, yang ditandai dengan rendahnya inisiatif dan tingginya ketergantungan dalam aktivitas sehari-hari. Kondisi ini dipengaruhi oleh pola pengasuhan kakek-nenek yang cenderung protektif dan permisif, serta ketidaksinambungan pembiasaan kemandirian antara lingkungan keluarga dan sekolah. Penelitian ini menegaskan bahwa konsistensi pola pengasuhan antar pengasuh memiliki peran krusial dalam mendukung perkembangan kemandirian anak usia dini. Temuan ini berimplikasi pada pentingnya kolaborasi antara keluarga dan lembaga PAUD dalam menerapkan strategi pengasuhan yang selaras untuk menstimulasi kemandirian anak secara berkelanjutan.
824-830 -
Penggunaan Metode Bernyanyi untuk Meningkatkan Perilaku Religius Anak Usia 4-5 Tahun
Feri Iriani, Ifina Trimuliana (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.8129 | Check in Google Scholar
Perilaku religius adalah segala bentuk tindakan yang dapat diamati yang mencerminkan kepatuhan, keyakinan, dan pengamalan nilai-nilai ajaran agama, baik secara internal (iman dan ibadah pribadi) maupun eksternal (kebaikan moral, toleransi, empati, dan kejujuran kepada sesama), yang berakar pada keyakinan akan Tuhan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan perilaku religius dengan menggunakan metode bernyanyi di RA Zamzam Rahmah. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam dua siklus, yaitu pada setiap siklusnya dilakukan dua kali pertemuan. Tahapan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian ini menggunakan subjek seluruh peserta didik usia 4 sampai 5 tahun di RA Zamzam Rahmah Jakarta Pusat tahun ajaran 2025-2026 dengan jumlah 15 anak. Objek penelitian ini adalah penggunaan metode bernyanyi untuk meningkatkan perilaku religius anak di RA Zamzam Rahmah. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah teknik observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan religiusitas anak dari sebelum dilakukan tindakan atau pra-siklus ke siklus I, dan dari siklus I ke siklus II. Terbukti bahwa penerapan metode bernyanyi dapat meningkatkan perilaku religius anak di RA Zamzam Rahmah.
831-838 -
Literasi Bahasa Jawa sebagai Upaya Pelestarian Budaya Yogyakarta pada Anak Usia Dini
Perdana Pashela, Kulsum Hidayati, Nadlifah Nadlifah , Desi Latifah (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.8221 | Check in Google Scholar
Literasi Bahasa Jawa memiliki peran penting dalam upaya pelestarian budaya daerah, khususnya di Daerah Istimewa Yogyakarta yang kaya akan nilai-nilai kearifan lokal. Namun, perkembangan zaman di dominasi penggunaan bahasa Indonesia serta bahasa asing menyebabkan penggunaan Bahasa Jawa dalam kehidupan sehari-hari anak usia dini semakin berkurang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penguatan literasi Bahasa Jawa sebagai upaya pelestarian budaya Daerah Istimewa Yogyakarta pada anak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian adalah anak usia dini TK ABA Bayen kelompok 4-5 tahun, guru kelas, dan kepala sekolah TK ABA Bayen. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan literasi Bahasa Jawa dilaksanakan melalui berbagai kegiatan pembelajaran deep learning, Implementasi kegiatan tersebut mampu meningkatkan pemahaman kosakata Bahasa Jawa, kemampuan menyimak dan berbicara anak, serta menumbuhkan sikap cinta dan bangga terhadap Bahasa Jawa. Penelitian ini menunjukkan bahwa penguatan literasi Bahasa Jawa sejak usia dini. Penelitian ini menekankan pada pembelajaran dengan pendekatan deep learning yang bermakna (meaningful), mengembangkan kontribusi strategi belajar yang mengaitkan bahasa Jawa dengan pengalaman konkret.
837-856 -
Analisis Perkembangan Motorik Halus Anak melalui Kegiatan Paper Quilling di TK Pelita Bunda
Hani Radhiatul Islam, Delfi Eliza, Farida Mayar, Mutia Afnida (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.8161 | Check in Google Scholar
Latar belakang penelitian didasarkan pada ketertarikan peneliti terhadap kegiatan paper quilling yang muncul setelah melakukan observasi awal di tiga taman kanak-kanak berbeda, yang menunjukkan variasi praktik pembelajaran motorik halus dan potensi kegiatan menggulung sebagai strategi stimulasi. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan menggulung melalui teknik paper quilling dalam mengembangkan keterampilan motorik halus anak usia 5–6 tahun di TK Pelita Bunda Talang Babungo. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologis untuk menangkap makna pengalaman belajar anak dan praktik pedagogis guru dalam konteks pembelajaran alami. Data dikumpulkan melalui observasi kelas, wawancara semi-terstruktur dengan guru, serta dokumentasi hasil karya anak, dan dianalisis secara siklikal melalui reduksi, penyajian, serta penarikan dan verifikasi temuan mengacu pada model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan pembelajaran yang bertahap dan adaptif, pelaksanaan kegiatan yang melibatkan aktivitas menggunting, menggulung, dan menempel, serta evaluasi berbasis proses berkontribusi terhadap peningkatan koordinasi mata dan tangan, ketelitian gerak, konsentrasi, dan kemandirian anak. Temuan ini menegaskan bahwa paper quilling merupakan strategi pembelajaran kontekstual yang efektif dalam memperkuat praktik pengembangan motorik halus di pendidikan anak usia dini terarah.
839-846 -
Self-Confidence Characteristics in Early Childhood Education Students During Learning at School
Wardah Suweleh, Meirza Nanda Faradita (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.8235 | Check in Google Scholar
This study aims to identify patterns of self-confidence in early childhood education students during the learning process at school and explore the gap between self-perception and actual behavior. The study used a descriptive qualitative approach with 10 students at ABA 30 Kindergarten as subjects. Data collection techniques included observation, interviews with class teachers and guidance counselors, and an open-ended questionnaire to explore students' self-perceptions. Data were analyzed through data reduction, data presentation, and conclusion drawing using triangulation of sources and techniques. The results of the study indicate that, through observation, most students still exhibit low levels of self-confidence in learning, as evidenced by hesitation in completing assignments, dependence on peers, and a lack of courage to speak or express opinions in front of the class. However, the questionnaire results indicated that the majority of students assessed themselves as having high levels of self-confidence. This finding indicates a gap between students' self-perception and actual behavior during the learning process. This gap suggests that, at this stage of early childhood development, self-evaluation does not fully reflect actual behavior in learning situations. This study contributes by showing that understanding the self-confidence of early childhood education students needs to be viewed comprehensively through a combination of observation, interview, and self-perception methods, so that teachers can design more effective learning strategies to develop students' independence and courage in learning.
865-872 -
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Literasi Digital Guru dalam Implementasi Kurikulum Merdeka: Scoping Review
Khusnul Khotimah Sirajuddin, Nono Hery Yoenanto , Fitri Andriani (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.8145 | Check in Google Scholar
Implementasi Kurikulum Merdeka menuntut guru memiliki literasi digital yang memadai untuk merancang pembelajaran adaptif dan memanfaatkan teknologi secara pedagogis. Namun, literasi digital guru di Indonesia masih menunjukkan variasi yang dipengaruhi oleh berbagai faktor. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan faktor-faktor yang memengaruhi literasi digital guru dalam konteks implementasi Kurikulum Merdeka melalui pendekatan scoping review. Kajian ini mengacu pada pedoman PRISMA Extension for Scoping Reviews (PRISMA-ScR) dengan penelusuran literatur pada basis data Google Scholar, Garuda, dan SINTA terhadap artikel jurnal ilmiah yang dipublikasikan pada rentang tahun 2021-2025. Sebanyak 11 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang memengaruhi literasi digital guru dapat dikelompokkan ke dalam tiga kategori utama, yaitu faktor individu, faktor organisasi sekolah, dan faktor sistem pendidikan. Faktor individu meliputi pengalaman profesional, kompetensi digital, dan aspek psikologis guru. Faktor organisasi berkaitan dengan kepemimpinan sekolah, pengelolaan pengembangan profesional, serta dukungan sarana. Faktor sistem mencakup kebijakan Kurikulum Merdeka, ekosistem digital nasional, desain pelatihan guru, dan ketimpangan infrastruktur. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan literasi digital guru memerlukan pendekatan sistemik lintas level agar implementasi Kurikulum Merdeka berjalan efektif dan berkelanjutan.
867-864 -
GIS-Based Spatial Analysis of Public Service Equity for Secondary School Facility Planning in Padang City
Aina Pahri, Yurni Suasti (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.8163 | Check in Google Scholar
The equitable distribution of educational facilities is essential for ensuring fair and quality access to education for all members of society. Spatial imbalances in facility distribution can create disparities in access, affecting learning opportunities and educational outcomes across administrative regions. This study analyzes distribution patterns and service coverage of educational facilities using a Geographic Information Systems (GIS)–based spatial approach. A quantitative design is employed, incorporating Nearest Neighbor Analysis to identify spatial distribution patterns, buffer analysis to assess service coverage, and spatial overlay between service areas and residential settlements to determine served and underserved zones. The findings show that educational facilities are spatially clustered in specific areas, indicating that current provision does not fully align with the principle of equitable service distribution. Coverage analysis further reveals that several residential areas fall outside the optimal service radius, highlighting significant spatial access gaps. These results demonstrate the effectiveness of GIS-based spatial analysis in identifying inequalities in facility distribution and evaluating educational service equity. Practically, the findings provide evidence-based guidance for policymakers to prioritize facility development in underserved areas and to design spatially targeted planning strategies that enhance equitable access to education.
873-879 -
Stimulasi Daya Ingat Anak Usia 6 Tahun melalui Pembelajaran Video Animasi
Diya Fatihah Zahra, Febry Maghfirah (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.8116 | Check in Google Scholar
Daya ingat merupakan keterampilan kognitif yang berkembang dalam proses penyimpanan informasi melalui stimulus visual maupun auditori sehingga informasi tersebut dapat digunakan kembali ketika perlu. Video animasi memiliki desain yang menarik secara visual serta membantu anak menyimpan informasi cukup lama di dalam daya ingat mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis stimulasi daya ingat anak usia enam tahun melalui pembelajaran video animasi yang berfokus pada memori jangka pendek. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek dalam penelitian ini terdiri atas anak berusia enam tahun berinisial AR serta pengasuhnya yang berinisial BM. Metode pengumpulan data yang digunakan berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi yang kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles Huberman. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa bahwa video animasi mampu menstimulasi daya ingat anak usia enam tahun dalam indikator encoding, storage, dan retrieval. Dengan demikian, video animasi dapat diintegrasikan secara sistematis dalam praktik pembelajaran PAUD sebagai strategi stimulasi memori jangka pendek anak.
879-889 -
Instrumen Asesmen Kemampuan Menyimak Usia 4-5 Tahun: Model RDR
Nuzulia Rizkika Wahyudyanti, Shally Jagis Bararena, Rini Agustiningsih (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.7725 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan mengembangkan instrumen asesmen untuk mengukur kemampuan menyimak anak usia 4-5 tahun. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model RDR melalui tahap analisis kebutuhan, pengembangan instrumen, dan uji coba lapangan pada 60 anak di tiga sekolah di Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Provinsi DIY. Hasil uji validitas menunjukkan seluruh butir instrumen memenuhi kriteria dengan nilai r hitung lebih besar dari r tabel. Reliabilitas instrumen berada pada kategori sangat tinggi dengan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,934. Temuan tersebut menegaskan bahwa instrumen memiliki konsistensi internal yang kuat dan layak digunakan untuk asesmen kemampuan menyimak anak usia 4-5 tahun. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis bagi guru PAUD dan penilaian perkembangan anak dengan menyediakan instrumen yang terstandar untuk memetakan perkembangan bahasa reseptif secara lebih objektif serta mendukung perancangan stimulasi bahasa yang lebih sesuai profil perkembangan anak.
890-897 -
Pengambangan Papan Permainan Edukatif untuk Memvisualisasikan Sistem Pencernaan dalam Meningkatkan Literasi Gizi Anak Usia Dini
Sholikhatul Alaiya, Sri Wahyuni, Yudithia Dian Putra (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.8197 | Check in Google Scholar
Tingginya prevalensi mencapai 95,5% data Riskesdes kurangnya konsumsi buah dan sayur pada anak dan keterbatasan media konkret di lembaga PAUD. Keduanya menimbulkan kesenjangan rendahnya literasi gizi anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji efektivitas papan permainan edukatif sebagai solusi inovatif dalam memvisualisasikan sistem pencernaan yang abstrak. Metode Research and Development (R&D) model ADDIE dilakukan pada 30 anak usia 5-6 tahun dengan analisis koefisien Aiken’s V dan uji paired sample t-test. Hasil menunjukkan media sangat layak (Aiken’s V 0,89) dengan peningkatan literasi gizi signifikan dari rerata 32,40 menjadi 52,80 (p=0,000). Penelitian ini menggambarkan pemahaman anak-anak telah berkembang dari sekadar menghafal menjadi kemampuan untuk menghubungkan fungsi organ dengan pilihan makanan yang sehat. Dalam desain tes berpasangan. Kesimpulan menunjukkan bahwa kesadaran nutrisi mandiri anak-anak dapat ditingkatkan melalui representasi yang konkret.
898=907 -
Pengaruh Validasi Emosi terhadap Kontrol Diri dan Konsep Diri Anak Usia 4–6 Tahun
Putri Ratih Puspitasari, Eva Riza (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.8150 | Check in Google Scholar
Kesenjangan antara tuntutan akademik dan kematangan afektif anak usia dini masih sering mengabaikan peran penting dukungan psikologis guru dalam interaksi pembelajaran. Padahal, validasi emosi merupakan salah satu determinan utama dalam pembentukan integritas diri anak. Penelitian korelasional ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh validasi emosi terhadap kontrol diri dan konsep diri anak usia 4–6 tahun sebagai komponen fundamental dalam pengembangan karakter. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan 166 anak dari berbagai satuan PAUD. Data dikumpulkan melalui instrumen skala Likert dengan triangulasi sumber dari guru dan orang tua, kemudian dianalisis menggunakan teknik regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa validasi emosi berpengaruh signifikan terhadap kontrol diri dengan kontribusi sebesar (97,2%) serta terhadap konsep diri sebesar (41,7%). Nilai determinasi yang sangat tinggi pada variabel kontrol diri mengindikasikan kuatnya peran respons afektif orang dewasa, sekaligus menunjukkan perlunya kajian lanjutan untuk mengantisipasi potensi subjektivitas pelaporan kolektif. Implikasi penelitian menekankan pentingnya penguatan kompetensi pedagogis berbasis empati sebagai prasyarat dalam membangun regulasi diri anak yang adaptif dan stabil, serta mendukung pengembangan model pendidikan holistik pada anak usia dini.
908-916 -
Internalization of Environmentally Conscious Character Based on Ecological Citizenship at Junior High School
Nur Azizatur Rahmawati, Iqbal Arpannudin, Tasya Juliani Jasmarnisa, Aprillianata Aprillianata, Idang Ramadhan, Choirunnisa Amalia, Dominico Khalik (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.8182 | Check in Google Scholar
This study aims to analyze the process of internalizing an environmentally conscious character based on ecological citizenship at junior high school. The study uses a qualitative approach with a case study design. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation, and analyzed using an interactive analysis model. The results show that the internalization of environmental awareness values occurs gradually and continuously in accordance with Krathwohl's affective domain, including the stages of receiving, responding, valuing, organization, and characterization. This process is reinforced through the integration of the four main dimensions of ecological citizenship, namely environmental knowledge, environmental attitudes, environmental skills, and environmental participation. The findings reveal that teacher role modeling, environmentally-friendly school policies, contextual learning, environmental projects, and synergy between schools, parents, and the community are the main factors supporting the internalization of values. Meanwhile, differences in students' levels of awareness, consumerist culture, and inconsistent role modeling in the family environment are obstacles that need to be overcome. This research contributes to the development of civic education studies by emphasizing the role of the affective domain in shaping an environmentally conscious character as the civic identity of students oriented towards sustainability.
917-928 -
Puzzle Huruf: Stimulasi Multisensori untuk Optimalisasi Fondasi Membaca Mekanis Anak
Ritha Sjafrita, Mufassirul Alam (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.8181 | Check in Google Scholar
Kemampuan mengenal huruf merupakan fondasi krusial literasi dini, namun anak usia 5-6 tahun di TK Happy and Smart Kids masih mengalami kendala dalam menyebutkan, membedakan, dan mencocokkan huruf. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mengenal huruf melalui implementasi kegiatan bermain puzzle huruf yang interaktif. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) kolaboratif model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian terdiri dari 5 anak. Data dikumpulkan melalui observasi sistematis, catatan lapangan, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Temuan menunjukkan peningkatan signifikan pada kemampuan visual-kognitif anak. Pada Siklus II, anak tidak hanya mampu menyebutkan simbol huruf secara akurat, tetapi juga menunjukkan ketelitian tinggi dalam membedakan bentuk huruf yang serupa. Penggunaan puzzle mengubah pembelajaran pasif menjadi eksploratif, yang secara efektif meningkatkan retensi memori anak terhadap bentuk-bentuk huruf. Bermain puzzle huruf terbukti efektif sebagai media stimulasi literasi. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa pembelajaran berbasis permainan (game-based learning) sangat krusial untuk memperkuat kesiapan membaca anak melalui penguatan aspek pengenalan simbol secara konkret dan menyenangkan.
929-935 -
Pendekatan Religius di LKSA terhadap Perkembangan Psikososial Anak Asuh
Yeni Ayu Lestari, Ida Agus Setiawati, Indria Agustina (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.7932 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pendekatan religius dalam pola asuh terhadap perkembangan psikososial anak di LKSA Aisyiyah Kasih Ibu Kota Bengkulu. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi nonpartisipatif, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan bahwa kegiatan religius dapat meningkatkan disiplin, ketenangan emosi, dan interaksi sosial, serta pengalaman peer tutoring, terapi Al-Qur’an, dan nonton film religi mendukung pembentukan identitas positif dan resiliensi. Namun penerapannya belum terstruktur sepenuhnya sehingga sebagian anak masih menunjukkan perilaku membangkang dan menarik diri. Pendekatan religius efektif memupuk perkembangan psikososial anak, meskipun memerlukan penyesuaian terhadap kebutuhan individu dan dukungan lingkungan eksternal. Secara teoritis, penelitian ini mengintegrasikan dimensi religiusitas Glock dan Stark dengan tahap V perkembangan psikososial Erikson (Identity vs. Role Confusion) dalam konteks pendekatan religius di LKSA, sedangkan secara praktis memberikan rujukan bagi pengembangan pola pengasuhan religius yang adaptif dan berkelanjutan di LKSA.
936-944 -
Implementasi Media Augmented Reality dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Anak
Binita Bhekti Lestari , Edi Waluyo, Ali Formen (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.8184 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas media pembelajaran berbasis augmented reality dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain pretest-posttest control group. Sebanyak 30 anak usia 5–6 tahun berpartisipasi, yang dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Instrumen penelitian berupa observasi terhadap kemampuan berpikir kritis, yang mencakup kemampuan mengamati, mengajukan pertanyaan, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok eksperimen yang menggunakan media augmented reality mengalami peningkatan signifikan dalam kemampuan berpikir kritis dibandingkan dengan kelompok kontrol. Anak-anak yang terpapar media ini menunjukkan keterlibatan kognitif yang lebih aktif dan kemampuan berpikir yang lebih terstruktur. Temuan ini mengonfirmasi bahwa media augmented reality efektif dalam merangsang berpikir kritis anak usia dini, menjadikannya sebagai alat pembelajaran yang bermanfaat untuk pendidikan anak usia dini.
945-951 -
Inovasi Kotak Pintar Bahasa Berbasis STEAM untuk Menstimulasi Bahasa Reseptif-Ekspresif Anak Usia Dini
Agustina Putri Reistanti, Monita Nur Shabrina, Nita Hestiningsih (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.8189 | Check in Google Scholar
Penelitian ini dilatarbelakangi terbatasnya media belajar-bermain yang menarik dan terintegrasi untuk menstimulasi bahasa reseptif dan ekspresif anak usia 4-5 tahun. Tujuan utama penelitian adalah mengembangkan kotak pintar bahasa KOPINSA, yang berbasis STEAM, untuk meningkatkan keterampilan bahasa anak. Metode ini dilakukan dengan menggunakan model penelitian dan pengembangan (R&D) ADDIE, dan uji coba terbatas dilanjutkan dengan desain pretest-posttest satu kelompok pada dua puluh anak melalui observasi terstruktur. Hasil menunjukkan peningkatan rerata bahasa reseptif dari 2,25 menjadi 3,31 dan rerata bahasa ekspresif dari 2,05 menjadi 3,27 (skala 1-4), bersama dengan pergeseran kategori capaian pada posttest ke BSH–BSB. Menurut uji beda berpasangan yang dikonfirmasi oleh Wilcoxon, ada kemajuan yang signifikan. Oleh karena itu, KOPINSA berbasis STEAM berfungsi sebagai media non-digital yang membantu anak-anak usia dini belajar bahasa reseptif dan ekspresif.
952-961 -
Pengembangan Curioquiz: Multimedia Interaktif tentang Hidup Sehat Anak 5–6 Tahun Berbasis Nilai-Nilai Islam
Ismatul Izza Al Iftitah, Syinta Amelia, Putri Chania Febrianti Renaldi, Nafi Sahra Qudus (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.7921 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan mengembangkan multimedia interaktif yang memuat materi kesehatan yang dikaitkan dengan nilai-nilai Islam untuk pembelajaran anak usia dini. Metode yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development). Produk multimedia dikembangkan dalam bentuk video animasi berdurasi singkat yang menyajikan materi perilaku hidup bersih dan sehat dalam perspektif Islami, serta dilengkapi dengan kuis interaktif bersuara dengan pilihan jawaban bergambar. Validasi dilakukan oleh ahli materi dan ahli multimedia. Hasil validasi ahli materi memperoleh skor sebesar 4.00, sedangkan validasi ahli multimedia memperoleh skor 3.83, yang menunjukkan bahwa multimedia dinyatakan layak digunakan. Uji kepraktisan dilakukan melalui tahap one to one dan small group dengan melibatkan dua orang guru dan memperoleh skor kepraktisan sebesar 97%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa multimedia ini layak dan praktis digunakan sebagai media pembelajaran kesehatan berbasis nilai Islami di PAUD.
962-969 -
Implementasi Deep Learning dalam Project-Based Play Learning di PAUD
Nini Fitriani, Roslani Roslani, Rapena Rapena, Sri Marni, Saharuddin Saharuddin, Lilianti Lilianti (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.7931 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan menggali implementasi pendekatan pembelajaran mendalam (Deep Learning) melalui project-based play learning (PBPL) pada pendidikan anak usia dini serta memaknai praktik tersebut dari perspektif guru. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi nonpartisipatif, dan dokumentasi terhadap lima guru PAUD di TK Adhyaksa XII Kendari, kemudian dianalisis secara tematik menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Deep Learning dipahami guru sebagai proses belajar yang bermakna melalui pengalaman langsung, dan PBPL menjadi wahana utama untuk mewujudkannya melalui aktivitas eksplorasi, investigasi, refleksi, dan kolaborasi. Penerapan PBPL mendorong keterlibatan belajar, kreativitas, kepercayaan diri, serta kemampuan sosial anak. Temuan ini memperkaya pemahaman konseptual mengenai penerapan Deep Learning dalam konteks PAUD sekaligus memberikan implikasi praktis bagi guru dan lembaga dalam merancang pembelajaran berpusat pada anak dan mendukung implementasi Kurikulum Merdeka.
970-978 -
Bimbingan Membaca Al-Qur’an dalam Penguatan Nilai Budi Pekerti Anak Usia Dini
Wiwit Pratama, Iin Maulina , Firdaus Zar’in (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.8199 | Check in Google Scholar
Pemberian pengetahuan serta penanaman nilai budi pekerti (agama dan moral) bagi anak usia dini menjadi salah satu dasar keberhasilan pendidikan. Penelitian ini bertujuan mengimplementasikan bimbingan membaca al-qur’an dalam penguatan nilai budi pekerti anak. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Implementasi bimbingan tersebut berdampak positif terhadap perkembangan nilai agama dan moral anak, yang terlihat dari kemampuan membaca dan menghafal doa-doa pendek, sikap sopan dan hormat, sikap rendah hati, pemahaman ibadah sehari-hari, kemampuan berkomunikasi, serta tanggung jawab terhadap tugas. Bimbingan membaca Al-Qur'an sejak dini berperan penting dalam pembentukan karakter anak usia dini.
979-983 -
Profil Keterampilan Komunikasi Anak Autism Spectrum Disorder Berdasarkan Lima Dimensi Perkembangan
Vanessa Febiola Lumban Toruan, Alfiani Vivi Sutanto , Windiarti Dwi Purnaningrum (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.8200 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan memetakan profil keterampilan komunikasi pada anak Autism Spectrum Disorder (ASD) di Surakarta sebagai dasar perencanaan intervensi yang lebih tepat. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif. Subjek penelitian berjumlah 85 anak ASD yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa Kuesioner Keterampilan Komunikasi yang mencakup empat komponen utama, yaitu komunikasi verbal, komunikasi nonverbal, kemampuan bahasa dan kognitif, serta aspek interpersonal dan intrapersonal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada pada kategori kemampuan komunikasi sedang. Tidak ditemukan responden yang berada pada kategori tinggi pada aspek komunikasi verbal dan nonverbal. Namun, terdapat 19 anak yang berada pada kategori tinggi pada kemampuan bahasa dan kognitif, serta 18 anak pada kemampuan interpersonal dan intrapersonal. Temuan ini menunjukkan adanya defisit pragmatik yang menjadi karakteristik utama pada anak ASD, sekaligus menggambarkan adanya variasi kemampuan komunikasi pada beberapa subkelompok anak dengan ASD. Pemetaan ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan strategi intervensi yang lebih efektif.
984-998 -
Dari Sensori ke Holistik: Pengembangan Modul Unstructured Play-Nature, Imagination, Creativity, and Exploration (U-NICE) untuk Anak Usia 4-5 Tahun
Cut Afrianti, Faisal Sundani Kamaludin, Achmad Ushuluddin (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.8204 | Check in Google Scholar
Pendidikan anak usia dini saat ini cenderung terstruktur dan berorientasi pada hasil, sehingga mengurangi kesempatan bermain bebas yang penting bagi perkembangan sensori-motorik anak. Penelitian ini bertujuan mengembangkan modul Unstructured Play-Nature, Imagination, Creativity, and Exploration (U-NICE) berbasis unstructured play untuk mendukung perkembangan holistik anak usia 4–5 tahun melalui stimulasi lower senses. Penelitian menggunakan pendekatan penelitian dan pengembangan (research and development) dengan model Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation (ADDIE), melibatkan 10 guru sebagai pengguna modul dan anak usia 4–5 tahun sebagai sasaran implementasi selama enam bulan pengembangan, dua hari implementasi, dan satu minggu observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul U-NICE membantu guru memahami dan menerapkan unstructured play secara lebih sadar dan terarah, sekaligus mentransformasi peran guru menjadi penata lingkungan bermain yang bermakna. Anak menunjukkan peningkatan keterlibatan sensori-motorik, regulasi diri, serta interaksi sosial yang lebih spontan selama kegiatan bermain berlangsung. Stimulasi lower senses melalui unstructured play dalam modul U-NICE berkontribusi secara signifikan terhadap perkembangan holistik anak dan memberikan panduan praktis bagi guru dalam merancang lingkungan bermain berbasis sensori.
999-1004 -
Efektivitas Intervensi Multisensori pada Kemampuan Berhitung Anak dengan Autism Spectrum Disorder
Amanda Chresti Ramadhani, Rizki Husadani , Muryanti Muryanti (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.8209 | Check in Google Scholar
Anak-anak dalam spektrum autisme kesulitan dengan keterampilan berhitung. Anak autisme lebih mudah memahami hal-hal yang bersifat konkret ketika mereka melibatkan seluruh inderanya dalam proses belajar. Riset ini bertujuan untuk menganalisis perubahan kemampuan berhitung sebelum dan sesudah intervensi multisensori. Riset ini menggunakan desain pra-eksprimental one-group pretest-posttest. Sampel terdiri dari 10 anak dengan autism spectrum disorder yang mengalami kesulitan berhitung dan bersekolah di Sekolah Kebutuhan Khusus Bina Asih dan Mutiara Al-Islam di Surakarta. Instrumen penelitian berupa tes kemampuan berhitung. Hasil menunjukkan terdapatnya peningkatan skor rata-rata dari 7 (SD = 0,699) pada pretest menjadi 14 (SD = 2,413) pada posttest. Uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan yang signifikan (Z = -2,810; p = 0,005). Secara praktis, peningkatan ini menunjukkan perubahan kategori dari rendah menjadi rata-rata hingga tinggi pada sebagian besar responden. Metode multisensori berpotensi menjadi pendekatan intervensi berhitung dalam pendidikan khusus, meskipun interpretasi hasil perlu mempertimbangkan keterbatasan desain tanpa kelompok kontrol.
1005-1012 -
Pengaruh Pola Asuh Permisif dan Komunikasi Interpersonal Orang Tua terhadap Kepercayaan Diri Anak
Rieka Dwi Dharma Pratami, Nur Cholimah (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.8223 | Check in Google Scholar
Interaksi dalam keluarga melalui pola asuh orang tua dan komunikasi interpersonal yang efektif berperan penting dalam menumbuhkan kepercayaan diri anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pola asuh permisif dan komunikasi interpersonal orang tua terhadap kepercayaan diri anak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain ex-post facto. Populasi penelitian adalah orang tua anak usia 5–6 tahun dengan sampel sebanyak 305 orang tua yang dipilih melalui teknik stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dengan skala Likert. Validitas instrumen diuji melalui validitas isi, sedangkan reliabilitas diuji menggunakan koefisien Alpha Cronbach dan menunjukkan bahwa instrumen penelitian reliabel. Analisis data dilakukan dengan regresi linear berganda menggunakan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh permisif dan komunikasi interpersonal orang tua masing-masing berpengaruh signifikan terhadap kepercayaan diri anak usia dini, serta keduanya secara simultan juga menunjukkan pengaruh yang signifikan. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengujian terpadu antara pola asuh permisif dan komunikasi interpersonal orang tua dalam memprediksi kepercayaan diri anak.
1013-1020 -
Tren Riset Perhatian Orang Tua dan Hasil Belajar: Bibliometrik dan SLR 2015–2025
Dwi Afrika Puspita Ningrum, Raras Ghistha Rosardi , Sudrajat Sudrajat (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.7641 | Check in Google Scholar
Perhatian dan keterlibatan orang tua memiliki peran strategis dalam membentuk perkembangan akademik siswa, namun perubahan dinamika sosial dan perkembangan teknologi telah menggeser cara hubungan ini dipahami dalam kajian pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan tren global mengenai hubungan antara perhatian orang tua dan hasil belajar siswa melalui pendekatan analisis bibliometrik dan Systematic Literature Review. Studi ini mengidentifikasi pola tematik dominan, arah perkembangan wacana ilmiah, serta pergeseran konseptual dalam memahami peran orang tua pada konteks pembelajaran modern. Temuan menunjukkan bahwa perhatian orang tua tidak lagi diposisikan semata sebagai dukungan domestik, melainkan sebagai elemen strategis dalam ekosistem pembelajaran adaptif yang memperkuat motivasi, efikasi diri, stabilitas emosional, dan kolaborasi antara rumah dan sekolah. Selain itu, penelitian ini menegaskan adanya pergeseran paradigma menuju praktik pengasuhan berbasis teknologi dan kolaborasi digital yang semakin relevan dalam konteks pendidikan kontemporer. Kontribusi utama studi ini terletak pada penyajian pemetaan komprehensif evolusi riset serta penguatan argumen mengenai pentingnya pemberdayaan peran orang tua sebagai mitra utama dalam menciptakan pembelajaran siswa yang inklusif, berkelanjutan, dan responsif terhadap perkembangan zaman.
1021-1030 -
Pengembangan Video Animasi sebagai Media Edukasi Mitigasi dan Pelestarian Lingkungan bagi Generasi Alpha di Wilayah Rawan Longsor
Deka Dyah Utami, Citra Kurniawan, Yulias Prihatmoko, Inawati Inawati , Andi Daniah Pahrany, Abd. Rahman Prasetyo, Sri Patwati, Husein Maliki, Katherin Ananda Yuliani , Dwi Nata Adam , Muh. Fauzan Sumbogo (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.7546 | Check in Google Scholar
Penelitian ini dilatarbelakangi masih rendahnya edukasi kelestarian lingkungan di wilayah yang rawan bencana longsor. Sehingga diperlukan edukasi dini mengenai pelestarian lingkungan bagi peserta didik generasi Alpha, khususnya mengenai peran bambu sebagai tanaman pencegah bencana erosi dan longsor di wilayah rawan bencana. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media edukatif berupa animasi series “Bam & Boo” yang menyajikan konten pelestarian lingkungan berbasis edukasi bambu. Jenis penelitian adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan Sadiman yang mencakup tahap identifikasi kebutuhan, perumusan tujuan, penyusunan materi, penulisan naskah media, produksi, uji coba, revisi, hingga produk siap pakai. Teknik analisis data menggunakan metode deskriptif. Hasil validasi menunjukkan bahwa materi dan media memiliki tingkat validitas yang tinggi. Hasil penelitian terhadap 20 siswa sekolah dasar di sekitar wilayah bencana longsor menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman materi pelestarian lingkungan dengan skor evaluasi penyebaran angket pada aspek kemenarikan sebesar 93,00%, diikuti oleh efektivitas sebesar 91,40%, dan efisiensi sebesar 85,00%. Dengan demikian, animasi “Bam & Boo” terbukti menjadi solusi edukatif yang efektif, efisien dan menarik dalam meningkatkan kesadaran lingkungan bagi generasi alpha di sekitar wilayah rawan bencana longsor.
1031-1040 -
Pengelolaan Kinerja Guru di SMP Negeri 2 Ambarawa Kabupaten Semarang
Daniel Minarso, Titik Haryati , Aryo Andri Nugroho (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.7570 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pengelolaan kinerja guru di SMP Negeri 2 Ambarawa, yang mencakup perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, penilaian, dan tindak lanjut evaluasi kinerja. Ruang lingkup penelitian meliputi kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif, Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan model Miles & Huberman. Hasil penelitian menunjukkan pengelolaan kinerja guru berjalan efektif: perencanaan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) dilakukan secara partisipatif, pelaksanaan dan pemantauan terdokumentasi dengan baik, evaluasi kinerja berbasis e-Kinerja, dan tindak lanjut berupa pembinaan individual serta pemberian penghargaan bagi guru berprestasi. Kepala sekolah berperan sebagai fasilitator, pembimbing, dan motivator, sementara guru menunjukkan komitmen terhadap pengembangan diri dan budaya reflektif. Aspek kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi implementasi e-Kinerja dengan pembentukan budaya reflektif guru sebagai strategi peningkatan profesionalisme dan akuntabilitas kinerja secara berkelanjutan. Kesimpulannya, pengelolaan kinerja guru di SMP Negeri 2 Ambarawa mencerminkan profesionalisme, transparansi, partisipasi, dan akuntabilitas, menjadi model praktik yang dapat dijadikan acuan bagi sekolah lain dalam peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan
1041-1047 -
Peran Strategis Pondok Pesantren dalam Membentuk Karakter Masyarakat di Era Disrupsi Digital
Siti Maslikah, Tutuk Ningsih, Slamet Yahya (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.7693 | Check in Google Scholar
Pondok pesantren merupakan institusi pendidikan Islam tradisional di Indonesia yang memiliki peran strategis dalam pembentukan karakter (akhlak) santri, yang kemudian menjadi agen karakter di masyarakat luas. Artikel ini mengkaji peran vital pesantren sebagai pusat pengembangan karakter dengan metode studi literatur (library research). Analisis dilakukan berdasarkan konsep-konsep kunci pesantren, masyarakat, dan kerangka teoritis karakter (knowing, feeling, doing the good). Hasil pembahasan menunjukkan bahwa sistem pendidikan holistik pesantren, yang mengandalkan keteladanan kiai, pembiasaan 24 jam, dan kurikulum Kitab Kuning, efektif menanamkan nilai-nilai luhur seperti kemandirian, ukhuwah, kesederhanaan, dan integritas. Peran ini meluas ke masyarakat melalui fungsi kontrol sosial, dakwah wasathiyah, dan motor pemberdayaan ekonomi oleh para alumni dan kiai. Disimpulkan bahwa pesantren adalah benteng moral yang relevansinya krusial di tengah tantangan degradasi moral dan disrupsi digital, mencetak individu yang berakhlak mulia sekaligus produktif dan mandiri.
1048-1056 -
Eksplorasi Limbah Plastik sebagai Media Edukasi Kreatif pada Anak Usia Dini
Rina Lisnawati, Sri Katoningsih, Syed Lamsah Syed Chear (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.7707 | Check in Google Scholar
Kreativitas anak usia dini penting untuk perkembangan kognitif, sosial, emosional, dan kemampuan memecahkan masalah. Namun, praktik pembelajaran PAUD masih kurang optimal karena minimnya media inovatif. Pada saat yang sama, meningkatnya limbah plastik membuka peluang pemanfaatannya sebagai media edukatif ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kreativitas anak usia 4–5 tahun di KB Al Huda Pracimantoro melalui pemanfaatan limbah plastik. Menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus, data diperoleh dari observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap 30 anak, kepala sekolah, dua guru, dan dua orang tua selama enam bulan (April–Oktober 2025). Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada empat aspek kreativitas: kelancaran ide (anak mampu menghasilkan rata-rata 3–5 ide karya berbeda dalam satu sesi), fleksibilitas (80% anak mampu mengombinasikan minimal tiga jenis bahan limbah), orisinalitas (karya unik seperti robot bergerak dan taman mini), serta elaborasi (anak menjelaskan karya dengan narasi imajinatif yang terstruktur). Anak menunjukkan antusiasme tinggi, percaya diri saat presentasi, dan kemampuan kolaboratif dalam kelompok. Kolaborasi guru dan orang tua turut mendukung keberhasilan kegiatan berbasis daur ulang ini. Secara praktis, temuan ini merekomendasikan integrasi limbah plastik sebagai media permanen dalam kurikulum PAUD untuk menstimulasi kreativitas sekaligus menumbuhkan kesadaran lingkungan. Penelitian lanjutan disarankan untuk mengkaji efektivitas jangka panjang dan penerapan di konteks PAUD dengan karakteristik sosial-ekonomi berbeda.
1057-1067 -
Eksplorasi Lingkungan sebagai Laboratorium Alam untuk Penguatan Pengetahuan Sains pada Anak Usia Dini
Wahyu Purwaningsih, Sri Katoningsih, Mohd Hanip Hassan (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.7708 | Check in Google Scholar
Pembelajaran sains pada anak usia dini perlu dilakukan melalui pengalaman langsung agar kemampuan berpikir logis, kritis, kreatif, dan rasa ingin tahu berkembang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pendekatan eksplorasi lingkungan dalam meningkatkan pengetahuan sains pada anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk menggali makna pengalaman belajar secara naturalistik di KB Al Huda Pracimantoro. Hasil penelitian menunjukkan pola bahwa guru bertindak sebagai fasilitator dengan menyediakan stimulus, pertanyaan pemantik, dan kesempatan eksplorasi, sementara anak menunjukkan antusiasme tinggi melalui perilaku mengamati, mengajukan pertanyaan, mengelompokkan objek, melakukan percobaan sederhana, serta menceritakan kembali hasil pengamatan. Temuan mengindikasikan bahwa pembelajaran sains berbasis eksplorasi tidak hanya meningkatkan pengetahuan konseptual, tetapi juga menumbuhkan kepercayaan diri, komunikasi, dan kemampuan berpikir ilmiah dasar. Penelitian ini menegaskan bahwa interaksi langsung dengan objek alam membangun pemahaman bermakna tentang fenomena sains dalam konteks pengalaman sehari-hari. Pendekatan eksplorasi lingkungan memiliki signifikansi praksis bagi PAUD karena dapat menjadi strategi pembelajaran yang kontekstual, menyenangkan, sekaligus berkelanjutan untuk menguatkan pendidikan sains berbasis pengalaman; sehingga direkomendasikan inovasi aktivitas eksploratif dan peningkatan kompetensi guru untuk mendukung penerapan di kelas
1068-1078 -
Integrasi Kompetensi Pedagogik dan Perspektif Sosiologis Media Pembelajaran PAI Kontekstual
Romadona Antika Wulandari, Tutuk Ningsih , Slamet Yahya (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.7687 | Check in Google Scholar
Penelitian ini mengkaji integrasi kompetensi pedagogik dan perspektif sosiologi pendidikan dalam perancangan media pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) yang kontekstual. Menggunakan metode studi pustaka, penelitian ini menganalisis teori pembelajaran kontekstual, kompetensi guru, serta literatur sosiologi pendidikan yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa efektivitas pembelajaran PAI bergantung pada kemampuan guru dalam mengelola proses pembelajaran sekaligus memahami latar sosial budaya peserta didik. Integrasi keduanya tercermin melalui pemanfaatan tiga bentuk media utama, yaitu video realitas keagamaan, proyek layanan sosial (service learning), dan media digital interaktif yang memungkinkan peserta didik mengaitkan ajaran Islam dengan pengalaman nyata. Temuan ini menegaskan bahwa kolaborasi kompetensi pedagogik dan kesadaran sosiologis dapat menghasilkan pembelajaran PAI yang lebih kontekstual, inklusif dan relevan. Penelitian ini memiliki implikasi bagi guru dalam merancang media yang sesuai dengan konteks sosial, bagi pengembang kurikulum dalam memperkuat pendekatan berbasis pengalaman, serta bagi peningkatan kualitas pembelajaran PAI di sekolah.
1079-1087 -
Penguatan Kompetensi Sosial Guru PAUD melalui Experiential Learning
Aida Nurfitriani Lustian, Syihabuddin Syihabuddin , Nandang Rusmana, Atep Sujana, Rama Wijaya Abdul Rozak (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.7793 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kompetensi sosial guru pendidikan anak usia dini di RA Al-Iqro, dengan berfokus pada bagaimana pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) mendorong perkembangan profesional dan interpersonal mereka. Dengan menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi nonpartisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para guru memiliki kompetensi sosial yang kuat, terutama dalam aspek komunikasi empatik, refleksi pedagogis, serta kolaborasi dengan orang tua peserta didik. Penerapan pembelajaran berbasis pengalaman terbukti secara signifikan meningkatkan kesadaran reflektif para guru serta kualitas interaksi sosial mereka, yang pada gilirannya memberikan dampak positif terhadap perkembangan sosio-emosional anak melalui lingkungan belajar yang lebih responsif dan peka secara emosional. Penelitian ini menegaskan bahwa meskipun pembelajaran berbasis pengalaman secara efektif mendorong praktik pengajaran yang reflektif dan kontekstual, masih diperlukan peningkatan lebih lanjut dalam hal refleksi berkelanjutan dan dokumentasi digital guna memenuhi tuntutan profesionalisme guru abad ke-21. Secara keseluruhan, temuan penelitian ini mengafirmasi bahwa pembelajaran berbasis pengalaman merupakan strategi yang efektif dalam memperkuat kompetensi sosial guru PAUD, sekaligus mendorong pertumbuhan profesional serta pengalaman sosial yang bermakna dalam mendukung perkembangan holistik anak.
1088-1095 -
Analisis Peran Guru dalam Muatan Pelajaran IPAS
Melyani Sari Sitepu, Haerrurasikin Haerrurasikin , Andi Imrah Dewi, Yusdin Gagaramusu, Azizah Azizah (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.7811 | Check in Google Scholar
Penelitian ini menganalisis peran guru dalam pembelajaran IPAS kelas V pada implementasi Kurikulum Merdeka menggunakan pendekatan kualitatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah melaksanakan pembelajaran sesuai tahapan Kurikulum Merdeka dan menunjukkan penguasaan kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional yang tergolong baik. Hasil ini mengindikasikan bahwa kekuatan utama terletak pada penguasaan materi, kemampuan menciptakan suasana belajar kondusif, serta pelaksanaan penilaian yang sistematis. Namun, penelitian ini juga menemukan keterbatasan signifikan pada aspek pemanfaatan media dan teknologi pembelajaran, optimalisasi peran guru sebagai motivator, serta pengelolaan kelas dan disiplin waktu. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka tidak hanya bergantung pada pemahaman struktur kurikulum, tetapi juga pada penguatan kompetensi guru dalam pemanfaatan teknologi pembelajaran, strategi motivasional, dan desain pembelajaran yang lebih adaptif. Temuan ini memberikan dasar empiris bagi pengembangan program peningkatan kompetensi guru agar selaras dengan tuntutan Kurikulum Merdeka dan kebutuhan pembelajaran IPAS di sekolah dasar
1096-1102 -
Efektivitas Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Android terhadap Pengetahuan Mitigasi Bencana Siswa Sekolah Dasar
Zelhendri Zen, Azhari Yanto, Mai Sastri, Raeda Tami, Rika Permata Sari, Sepsusilawati Sepsusilawati (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.7839 | Check in Google Scholar
Indonesia memiliki tingkat kerawanan bencana yang tinggi akibat kondisi geografisnya, sehingga penguatan literasi kebencanaan sejak sekolah dasar menjadi sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan media pembelajaran interaktif berbasis Android terhadap pengetahuan mitigasi bencana siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimental dengan model pre-test post-test control group. Sampel terdiri atas 30 siswa yang dibagi ke dalam kelompok eksperimen dan kontrol. Instrumen penelitian berupa tes pengetahuan mitigasi bencana, sedangkan analisis data menggunakan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran interaktif berbasis Android berpengaruh signifikan dalam meningkatkan pengetahuan mitigasi bencana siswa dibandingkan dengan pembelajaran konvensional. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi teknologi dalam pembelajaran mampu meningkatkan efektivitas pemahaman siswa terhadap konsep mitigasi bencana secara lebih interaktif dan kontekstual. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan media berbasis Android dapat menjadi alternatif strategis dalam memperkuat literasi kebencanaan di sekolah dasar serta mendukung inovasi pembelajaran berbasis teknologi pendidikan.
1103-1109 -
Tantangan Implementasi SOP Keamanan Lingkungan Pembelajaran di PAUD
Libri Rizka Puri Windarta, Siti Fadhilah Azzahra (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.7850 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan menganalisis dan mengeksplorasi Standar Operasional Prosedur (SOP) Keamanan Lingkungan Pembelajaran di satuan PAUD Kota dan Kabupaten Cirebon, hambatan pelaksanaannya, serta peran pemerintah dalam mendukung penerapan SOP. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus, melibatkan lima lembaga PAUD yang dipilih sesuai dengan kriteria. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan angket kepada kepala sekolah dan guru PAUD, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi SOP keamanan telah dilaksanakan, namun belum berjalan optimal, khususnya terkait dengan prosedur kedatangan, pembelajaran, penjemutan serta penanganan kondisi darurat. Hambatan utama meliputi keterbatasan sumber daya manusia, karakteristik dan perilaku anak, rendahnya kedisiplinan orang tua, keterbatasan sarana dan prasarana serta lemahnya manajemen dan monitoring. Selain itu, dukungan pemerintah daerah masih cenderung administratif dan belum menyentuh aspek pelatihan teknis keamanan secara berkelanjutan. Temuan ini menunjukkan bahwa keamanan lingkungan PAUD merupakan sistem yang berlapis yang mencakup aspek fisik, prosedural, perilaku dan struktural. Oleh karena itu, penguatan kebijakan, peningkatan kapasitas pendidik, serta kolaborasi antarlembaga, lembaga, orang tua dan pemerintah menjadi kunci untuk mewujudkan lingkungan belajar anak yang aman dan nyaman.
1110-1119 -
Dinamika Perubahan Sosial dalam Dunia Pendidikan pada Komunitas Perkotaan dan Pedesaan
Lisa Nurafifah, Tutuk Ningsih, Furkon Furkon (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.7678 | Check in Google Scholar
Perubahan sosial dalam pendidikan merupakan fenomena yang tidak terhindari, terutama pada era globalisasi dan digitalisasi. Artikel ini membahas dinamika perubahan sosial dalam dunia pendidikan dengan menyoroti perbedaan antara komunitas perkotaan dan pedesaan. Analisis literatur menunjukkan bahwa masyarakat perkotaan cenderung lebih cepat mengadopsi teknologi pendidikan, sementara masyarakat pedesaan menghadapi keterbatasan akses infrastruktur dan sumber daya. Namun, perubahan sosial dalam pendidikan tidak hanya terkait faktor teknologi, melainkan juga menyangkut nilai, norma, dan pola interaksi sosial di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Artikel ini menggunakan pendekatan studi pustaka untuk membandingkan hasil penelitian terdahulu. Hasil kajian memperlihatkan adanya kesenjangan pendidikan yang masih signifikan antara perkotaan dan pedesaan, meskipun kebijakan pemerintah berupaya menjembatani perbedaan tersebut.
1120-1126 -
Perbedaan Kemampuan Pengenalan Simbol Huruf antara Anak Laki-Laki dan Perempuan pada Kelompok B
Yumna Arilla Ramadhani, Ayu Tri Agustin, Siti Nur Kamila, Reski Yulina Widiastuti, Nindya Alifia Tittandi, Senny Weyara Dienda Saputri (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.7809 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi apakah terdapat perbedaan kemampuan antara anak perempuan dan laki-laki dalam mengenali simbol huruf pada kelompok B di Taman Kanak-Kanak Nailil Huda di Jember. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode komparatif kausal ex post facto. Subjek penelitian terdiri dari anak-anak usia dini yang tergolong dalam kelompok B. Data diperoleh melalui tes pengenalan simbol huruf dan dianalisis menggunakan uji statistik nonparametrik. Hasil menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan dalam kemampuan mengenali simbol huruf antara anak perempuan dan laki-laki. Namun, analisis deskriptif menunjukkan kecenderungan bahwa anak perempuan memiliki kemampuan mengenali simbol huruf yang lebih baik daripada anak laki-laki. Temuan ini menyimpulkan bahwa perbedaan gender tidak memiliki dampak yang signifikan terhadap kemampuan mengenali simbol huruf, meskipun terdapat perbedaan dalam kemampuan deskriptif.
1127-1132 -
Strategi Pembelajaran untuk Mengembangkan Kemampuan Menunggu Giliran (Turn-Taking) di Satuan PAUD
Malika Faniyatul Arifiyah, Ali Formen (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.8232 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk memetakan strategi pembelajaran yang efektif dalam mengembangkan kemampuan menunggu giliran (turn-taking) pada anak usia dini melalui tinjauan sistematis. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review dengan pedoman PRISMA 2020, yang menyeleksi 17 artikel dari 654 publikasi tahun 2010–2025. Hasil penelitian menunjukkan empat strategi utama yang konsisten meningkatkan kemampuan menunggu giliran, yaitu permainan tradisional, bermain peran, kegiatan kolaboratif berbasis proyek, serta intervensi regulasi emosi. Permainan tradisional dan role play terbukti paling dominan dalam meningkatkan kesabaran, kepatuhan aturan, dan interaksi prososial anak. Temuan juga mengidentifikasi hambatan yang sering dihadapi guru, seperti regulasi emosi anak yang rendah, kebiasaan instan dari rumah, keterbatasan media, dan tingginya rasio siswa. Sebagai kontribusi baru, penelitian ini merupakan pemetaan komprehensif yang mensintesis strategi, efektivitas, dan hambatan pengembangan turn-taking pada anak usia dini dalam suatu kerangka analisis tematik terpadu. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa pembelajaran berbasis aktivitas terstruktur berperan penting dalam mengembangkan kemampuan menunggu giliran pada anak usia dini.
1133-1142 -
Efektivitas Intervensi Mindfulness dalam Regulasi Emosi Anak Usia Dini
Fihris Maulidiah Suhma (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.7907 | Check in Google Scholar
Mindfulness dipandang sebagai strategi alternatif dalam membantu anak mengenali, mengekspresikan, dan mengendalikan emosi secara adaptif melalui kesadaran penuh terhadap pengalaman saat ini. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas metode mindfulness terhadap regulasi emosi anak usia dini. Penelitian merupakan penelitian mixed methods, kuantitatif dengan menggunakan pendekatan kuasi-eksperimen dengan desain pretest–posttest control group, dan kualitatif dengan observasi. Data dikumpulkan melalui angket Emotion Regulation Checklist (ERC) dan lembar observasi perilaku emosional. Hasil analisis kuantitatif menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan antara skor perilaku sebelum dan setelah intervensi mindfulness (p = 0,133; p > 0,05). Sementara itu, hasil observasi menunjukkan penurunan perilaku negatif seperti tantrum, konflik fisik, dan penolakan instruksi, serta peningkatan perilaku positif seperti kemampuan menenangkan diri, fokus, empati, dan menunggu giliran. Temuan ini menunjukkan bahwa mindfulness efektif secara praktis dalam mendukung regulasi emosi anak usia dini meskipun belum signifikan secara statistik. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan praktik pedagogis PAUD dengan merekomendasikan integrasi mindfulness secara rutin dan berkelanjutan dalam pembelajaran untuk mendukung perkembangan regulasi emosi anak di konteks PAUD Indonesia.
1143-1149 -
Efektivitas Metode Ice Breaking Terhadap Peningkatan Konsentrasi Belajar Anak Usia 5-6 Tahun
Dwi Sakiya Handayani, Wahyu Septiadi (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.8208 | Check in Google Scholar
Rendahnya konsentrasi belajar masih menjadi permasalahan yang sering ditemukan dalam pembelajaran anak usia dini dan dapat menghambat ketercapaian tujuan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas metode ice breaking dalam meningkatkan konsentrasi belajar anak usia 5–6 tahun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pre-eksperimental melalui desain one group pretest–posttest. Sampel penelitian terdiri atas 26 anak kelompok B yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui tes konsentrasi belajar yang disusun berdasarkan indikator konsentrasi belajar anak usia dini dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan bantuan perangkat lunak SPSS, karena data tidak berdistribusi normal dan jumlah sampel relatif kecil sehingga memerlukan uji statistik nonparametrik. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan konsentrasi belajar anak setelah penerapan metode ice breaking. Temuan ini mengindikasikan bahwa metode ice breaking berpotensi menjadi strategi pembelajaran yang mendukung peningkatan konsentrasi belajar anak usia dini, meskipun diperlukan penelitian lanjutan dengan desain yang lebih kuat untuk memperkuat generalisasi temuan.
1150-1156 -
Efektivitas Video Cerita Animasi Edukatif terhadap Keterampilan Berbicara Anak Usia Dini
Syafira Ferdilla Putri, Dadan Suryana (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.8205 | Check in Google Scholar
Pemberkembangan keterampilan berbicara anak usia dini masih belum optimal, salah satunya disebabkan oleh keterbatasan penggunaan media pembelajaran yang kurang variatif dan belum sepenuhnya sesuai dengan karakteristik belajar anak yang bersifat konkret dan visual. Meskipun media audiovisual dinilai potensial dalam mengstimulasi perkembangan bahasa, bukti empiris mengenai efektivitas video cerita animasi edukatif dalam meningkatkan keterampilan berbicara anak usia dini masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas penggunaan video cerita animasi edukatif Risiko The Series terhadap keterampilan berbicara anak usia dini. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi-eksperimen pretest–posttest control group yang melibatkan 34 anak usia 5–6 tahun yang terbagi dalam kelompok eksperimen (n=17) dan kelompok kontrol (n=17). Data di~kumpulkan me~lalui~ observasi terstruktur dan dianalisis me~nggunakan independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok eksperimen mengalami peningkatan skor keterampilan berbicara yang lebih tinggi (mean posttest = 3,45) dibandingkan dengan kelompok kontrol (mean = 2,86) dengan perbedaan yang signifikan (p < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan video cerita animasi edukatif berpotensi mendukung peningkatan keterampilan berbicara anak usia dini, meskipun interpretasi hasil tetap perlu mempertimbangkan keterbatasan desain kuasi-eksperimen.
1157-1163 -
Pengembangan Keseimbangan dan Kelincahan Anak Usia Dini melalui Permainan Tradisional Engklek
Fina Nadia Lila, Mufassirul Alam (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.8212 | Check in Google Scholar
Perkembangan motorik kasar anak usia dini, khususnya kemampuan keseimbangan dan kelincahan sebagai bagian dari fundamental movement skills, memerlukan stimulasi yang disesuaikan dengan karakteristik belajar anak melalui kegiatan bermain yang menyenangkan dan bermakna. Dalam praktik pembelajaran, kegiatan motorik kasar seringkali kurang bervariasi sehingga kesempatan anak untuk melatih kemampuan Gerak dasar masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan kemampuan keseimbangan dan kelincahan anak usia dini melalui permainan tradisional engklek sebagai strategi pembelajaran motorik kasar. Penelitian menggunakan metode penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan secara bertahap melalui kegiatan bermain yang dirancang sesuai dengan kemampuan anak. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan penilaian perkembangan motorik kasar yang meliputi kemampuan menjaga keseimbangan tubuh dan kelincahan dalam melakukan rangkaian gerak permainan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan tradisional engklek mampu meningkatkan kemampuan keseimbangan dan kelincahan anak secara bertahap melalui pengalaman gerak yang terarah dan berulang. Temuan ini menegaskan bahwa permainan tradisional dapat menjadi strategi pedagogis yang relevan dalam mendukung pengembangan fundamental movement skills anak usia dini.
1164-1171 -
Implementasi Supervisi Akademik Kepala Sekolah dalam Pembinaan Profesional Guru
Afrida Yenti, Hendrizal Hendrizal , Rahmatul Hayati (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.8218 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi supervisi akademik kepala sekolah sebagai proses pembinaan profesional guru pada lembaga pendidikan anak usia dini berbasis Islam terpadu. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesenjangan antara konsep ideal supervisi akademik sebagai pembinaan profesional dengan praktik di lapangan yang masih cenderung bersifat administratif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, analisis dokumen, serta kuesioner yang digunakan sebagai instrumen triangulasi untuk memperkuat temuan mengenai persepsi guru terhadap pelaksanaan supervisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa supervisi akademik telah dilaksanakan secara sistematis melalui tahap perencanaan, pelaksanaan observasi pembelajaran, komunikasi hasil supervisi, dan tindak lanjut. Namun, praktik supervisi masih berada pada fase transisi paradigma dari pendekatan administratif menuju pendekatan reflektif dan pengembangan profesional. Perencanaan supervisi telah tersusun secara terstruktur, tetapi belum sepenuhnya diferensiatif sesuai kebutuhan guru. Pelaksanaan supervisi melibatkan observasi pembelajaran, meskipun pendekatan evaluatif masih cukup dominan. Komunikasi supervisi cenderung suportif, tetapi belum sepenuhnya dialogis dan reflektif. Tindak lanjut supervisi telah dilakukan, namun belum sepenuhnya terintegrasi dalam program pengembangan profesional berkelanjutan. Kebaruan penelitian ini terletak pada identifikasi fase transisi paradigma supervisi akademik dalam konteks PAUD berbasis Islam terpadu, yang menunjukkan pergeseran praktik supervisi dari fungsi administratif menuju pembinaan profesional yang lebih reflektif dan kolaboratif.
1172-1179 -
Pengembangan E-Modul Pembelajaran STEAM Berbasis Moderasi Beragama Guna Mendorong Toleransi Anak Usia Dini
Nadila Adiansa, Sigit Purnama (Author); Eka Putri Sulistia Hutabarat; Sriyanti Nihi (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.8227 | Check in Google Scholar
Kasus-kasus perundungan yang melibatkan anak sekolah terus mengalami peningkatan. Hal tersebut menandakan merosotnya toleransi pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk membuat E-Modul guna menumbuhkan toleransi anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode R&D model ADDIE dengan subjek penelitian kelas B6 di TK Annur 3, Kecamatan Depok, Yogyakarta. Hasil penelitian dalam skala kecil (N-Gain) menunjukkan bahwa anak memperoleh rata-rata 56,3% dengan interpretasi sedang. Kemudian, rata-rata N-Gain skala besar anak memperoleh 61,7% interpretasi sedang. Kesimpulan uji hipotesis E-Modul di TK Annur 3, Kecamatan Depok, Yogyakarta, dengan uji t independent sample diperoleh nilai signifikansi (t = 0,00; p < 0,001), maka Ha diterima dan H0 ditolak. Berdasarkan hasil tersebut, E-Modul dapat mendorong karakter toleransi anak usia dini. Integrasi moderasi beragama dalam pembelajaran STEAM untuk anak usia dini dengan konsep digital juga dapat membantu guru dalam menstimulasi literasi digital anak.
1180-1189 -
Perspektif Guru terhadap Regulasi Diri Anak dalam Transisi PAUD-SD
Malika Faniyatul Arifiyah, Deni Setiawan , Ali Formen , Edi Waluyo (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.7855 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perspektif guru terhadap kemampuan regulasi diri anak dalam konsteks transisi dari PAUD menuju ke sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus melalui wawancara mendalam terhadap guru PAUD dan SD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memaknai regulasi diri, khususnya kemampuan menunggu giliran, sebagai indikator penting kesiapan bersekolah. Guru PAUD memandang regulasi diri sebagai proses perkembangan bertahap melalui pembiasaan dan interaksi sosial, sedangkan guru SD menekankannya pada aspek kedisiplinan, kemandirian, dan kesiapan akademik. Perbedaan cara pandang ini berimplikasi pada ketidaksinkronan praktik pembelajaran yang memengaruhi pengalaman transisi anak. Secara teoritis, temuan ini memperkaya kajian transisi pendidikan dengan menegaskan pentingnya regulasi diri sebagai kompetensi perkembangan lintas jenjang, serta secara praktis menekankan perlunya penyelarasan praktik pembelajaran PAUD dan SD dalam implementasi kebijakan Transisi PAUD-SD yang berpusat pada anak.
1190-1197 -
Strategi dan Kolaborasi Lintas Sektor dalam Implementasi Program PAUD Holistik Integratif di Indonesia
Zannuba Arifah Munawaroh, Fitri Andriani (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.7794 | Check in Google Scholar
Implementasi Program Pendidikan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI) di Indonesia telah dilakukan di berbagai wilayah, namun masih dihadapkan pada ketimpangan layanan dan lemahnya koordinasi lintas sektor. Tujuan penelitian ini adalah memetakan pola implementasi layanan serta pola kolaborasi lintas sektor dalam penyelenggaraan PAUD HI di Indonesia. Metode yang digunakan adalah scoping review dengan menelaah secara sistematis sebelas artikel ilmiah yang dipublikasikan pada periode 2020–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa implementasi PAUD HI menunjukkan bahwa layanan pendidikan, kesehatan, dan gizi sebagai komponen yang paling dominan dan konsisten. Sebaliknya, layanan pengasuhan, perlindungan, dan kesejahteraan anak masih dilaporkan belum optimal dan belum terintegrasi secara konsisten. Kolaborasi lintas sektor telah melibatkan sektor lain, namun masih bersifat operasional dan belum terstruktur secara berkelanjutan. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa sintesis nasional mengenai pola implementasi dan kolaborasi PAUD HI yang dapat menjadi dasar bagi penguatan strategi manajemen program serta perumusan kebijakan daerah untuk mendukung layanan PAUD HI yang lebih terintegrasi, merata, dan berkelanjutan.
1198-1204 -
Analisis Tingkat Nomofobia pada Anak Berkebutuhan Khusus
Annisa Dianesti Dewi, Marlita Andhika Rahman, Muhammad Ilham, Hanna Widya Gultom, Nadia Puti Dianesti, Fathur Rahman Rofiq, Desi Juita Sari Banjarnahor, Nofrans Eka Saputra (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.7754 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat nomofobia pada anak berkebutuhan khusus (ABK) berdasarkan persepsi orang tua atau wali. Penggunaan smartphone yang semakin intensif pada anak dengan karakteristik perkembangan khusus berpotensi memunculkan ketergantungan emosional terhadap perangkat digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan desain survei cross-sectional. Data dikumpulkan menggunakan Nomophobia Questionnaire (NMP-Q) yang telah dimodifikasi dalam bentuk parent-report agar sesuai dengan karakteristik ABK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar anak berada pada kategori nomophobia rendah hingga sedang, namun terdapat kelompok anak dengan tingkat yang lebih tinggi sehingga memerlukan perhatian dan pendampingan yang lebih terarah. Temuan ini menunjukkan bahwa nomophobia pada ABK tidak semata-mata berkaitan dengan durasi penggunaan smartphone, tetapi juga berhubungan dengan kebutuhan emosional, regulasi emosi, serta karakteristik perkembangan anak. Penelitian ini memberikan dasar empiris bagi pengembangan strategi pendampingan dan intervensi berbasis keluarga untuk mendukung penggunaan smartphone yang lebih adaptif dan sehat pada anak berkebutuhan khusus.
1205-1211 -
Strategi Penanganan Guru Kepada Anak dengan Gangguan Emosi: Studi Kasus Lembaga PAUD Kota Samarinda
Nur Azizah, Henda Febriyani, Gita Fannia Nadillah, Hasniah Hasniah , Ulfah Maulidhya, Wilda Isna Kartika (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.7982 | Check in Google Scholar
Gangguan emosi pada anak berdampak langsung pada keberlangsungan proses pembelajaran, sehingga memerlukan strategi penanganan yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi penanganan guru kepada anak yang mengalami gangguan emosi di Kota Samarinda. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada tiga Taman Kanak-Kanak dan satu Sekolah Luar Biasa. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara mendalam dengan guru kelas atau kepala sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menggunakan pendekatan humanis dan empatik melalui komunikasi, penguatan positif, konsisten, dan pengelolaan lingkungan belajar yang responsif. Namun, penanganan belum optimal karena keterbatasan tenaga pendamping, fasilitas pendukung, dan rasio siswa yang tinggi. Penelitian ini menegaskan pentingnya kerja sama yang berkelanjutan antara guru, orang tua, sekolah, dan dukungan kebijakan untuk penanganan gangguan emosi anak secara berkelanjutan.
1212-1217 -
Integrasi Pendidikan Seksual Berbasis Bermain di PAUD untuk Perlindungan Anak: Systematic Literature Review
Risty Justicia, Yuliani Nurani, Sri Wulan (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.7960 | Check in Google Scholar
Kasus kekerasan seksual pada anak usia dini menegaskan urgensi pendidikan seksual yang bersifat preventif dan sesuai dengan perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis integrasi pendidikan seksual dalam pembelajaran bermain di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan pedoman PRISMA terhadap 20 artikel dari jurnal internasional terindeks dan jurnal nasional bereputasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi pendidikan seksual dalam pembelajaran bermain efektif meningkatkan pemahaman anak tentang tubuh, batasan pribadi, dan keterampilan perlindungan diri. Bermain berperan sebagai poros pedagogik yang memungkinkan penyampaian pendidikan seksual secara aman, kontekstual, dan sesuai karakteristik perkembangan anak, meskipun implementasinya masih bersifat parsial dan belum terlembaga dalam kurikulum PAUD. Penelitian ini menegaskan kontribusi teoretis berupa pemetaan konseptual pendidikan seksual berbasis bermain serta kontribusi praktis sebagai landasan pengembangan kebijakan dan praktik pendidikan seksual yang integratif untuk memperkuat perlindungan anak usia dini di PAUD.
1218-1227 -
Pemanfaatan Literasi Digital dalam Perkembangan Bahasa Anak Usia Dini: Peluang dan Tantangan
Theo Dedy Palimbunga', Neni Riskayanti , Jemi Ndarake, Tricia Tricia (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.8006 | Check in Google Scholar
Literasi digital merupakan sarana untuk mengembangkan kemampuan bahasa anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peluang dan tantangan pemanfaatan literasi digital dalam perkembangan bahasa anak usia dini. Berbeda dengan penelitian sebelumnya yang cenderung membahas pemanfaatan literasi digital pada anak dalam konteks yang umum, penelitian ini menekankan secara spesifik perkembangan bahasa. Penelitian dilaksanakan di TK Kristen Rantepao dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peluang pemanfaatan literasi digital dalam perkembangan bahasa anak usia dini yaitu memperkaya pengalaman berbahasa; meningkatkan kemampuan mengelola informasi; membantu pemahaman kosakata dan struktur bahasa; merangsang proses berpikir dan ekspresi secara verbal maupun nonverbal; serta mendukung pengembangan keterampilan dasar berbahasa. Selain peluang, terdapat pula sejumlah tantangan, yaitu potensi dampak negatif apabila tidak digunakan secara tepat dan bertanggung jawab; risiko pengabaian tanggung jawab anak; serta keterbatasan dalam pemilihan konten yang sesuai dengan usia dan tahap perkembangan bahasa anak.
1228-1237 -
Early Educational Transitions and the Meaning of Academic Success: A Retrospective Qualitative Study
M. Allamal Badri, Suryanto Suryanto (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.8030 | Check in Google Scholar
Penelitian ini mengeksplorasi makna keberhasilan akademik melalui transisi pendidikan awal dalam pendidikan anak usia dini. Melalui pendekatan kualitatif dengan desain retrospektif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan mahasiswa pascasarjana yang berperan sebagai narator reflektif dari pengalaman pendidikan mereka ketika masa anak usia dini. Analisis penelitian tidak berfokus pada status akademik peserta saat ini, melainkan pada keberhasilan akademik awal yang dikenang dan dimaknai dalam konteks peninjauan kembali pengalaman di masa lingkungan belajar awal. Temuan penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan akademik awal dipahami sebagai keberhasilan adaptasi dari rumah ke pendidikan anak usia dini dan dari pendidikan anak usia dini ke sekolah dasar. Praktik pendidikan berbasis keluarga, rutinitas belajar, dorongan dari orang tua, dan dukungan emosional berperan dalam membentuk motivasi belajar awal dan kesiapan anak. Narasi partisipan juga mengindikasikan bahwa pola pengasuhan yang mendukung sejak awal mampu melewati transisi yang baik dan pembelajaran awal yang positif. Temuan ini menegaskan bahwa pendidikan keluarga dan praktik pengasuhan mendukung anak pada transisi pendidikan awal.
1238-1243 -
Pendekatan Bermain sebagai Metode dalam Pembelajaran Kelas Okupasi pada Anak Usia Dini
Gita Gita, Tri Wahyuningsih , Malpaleni Sastriana (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.8283 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk melihat seberapa efektif metode bermain dalam proses belajar di kelas okupasi untuk anak-anak usia dini. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian ini adalah anak-anak usia dini yang mengikuti kelas okupasi, dan data dikumpulkan dengan cara mengamati, melakukan wawancara, serta mencatat dokumen terkait. Analisis data dilakukan secara induktif dengan mengikuti beberapa tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode bermain dapat meningkatkan partisipasi anak dalam belajar, memperkuat kemampuan gerak motorik, kemampuan sosial dan emosional, serta kemampuan anak dalam menyesuaikan diri dengan aktivitas sehari-hari. Anak semakin rajin, tertarik, dan bisa berkomunikasi dengan sekitar secara lebih baik. Selain itu, bermain juga membantu anak menjadi lebih mandiri dan lebih baik dalam memecahkan masalah. Dengan demikian, bermain terbukti menjadi cara yang efektif dalam pembelajaran di kelas okupasi untuk mendukung pertumbuhan anak usia dini secara menyeluruh. Penelitian ini membantu para pendidik dan orang yang bekerja di bidang pendidikan untuk menciptakan model pembelajaran yang lebih kreatif dan sesuai dengan tumbuh kembang anak.
1244-1252 -
Strategi Kepala Sekolah Membangun Budaya Mutu di Sekolah Rintisan Unggulan Kemenag RA Ar Raihan
Suwarti Suwarti , Ika Maryani , Suyatno Suyatno , Achadi Budi Santosa (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.8049 | Check in Google Scholar
Mutu pendidikan merupakan instrumen krusial yang menentukan keberhasilan dan keberlanjutan sebuah lembaga pendidikan. Kualitas yang unggul tidak hanya mencerminkan efektivitas manajemen sekolah dan profesionalisme guru, tetapi juga menunjukkan relevansi kurikulum terhadap kebutuhan zaman. Dalam ekosistem ini, kepala sekolah memegang peranan sentral sebagai nakhoda yang merancang serta mengimplementasikan kebijakan strategis guna memperkuat budaya mutu di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi kepemimpinan kepala sekolah dalam membangun mutu lembaga melalui pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan secara komprehensif menggunakan teknik observasi, wawancara mendalam, serta studi dokumentasi. Penentuan informan dilakukan secara purposive, melibatkan kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum dan sarana prasarana, tenaga pendidik, hingga ketua komite sekolah sebagai representasi pemangku kepentingan. Proses analisis data mengikuti model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, hingga penarikan Kesimpulan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa peningkatan budaya mutu diimplementasikan melalui pendekatan sistematik yang mencakup lima pilar utama: (1) internalisasi visi-misi sebagai landasan operasional; (2) peningkatan kompetensi pedagogis guru; (3) penciptaan lingkungan organisasi berbasis nilai budaya; (4) optimalisasi sarana penunjang pembelajaran, dan (5) penguatan kemitraan strategis dengan orang tua dan masyarakat. Temuan ini menegaskan bahwa kepemimpinan yang strategis sangat vital dalam menjaga standar mutu, khususnya pada jenjang Taman Kanak-Kanak, demi menciptakan fondasi pendidikan yang berkelanjutan.
1253-1261 -
Praktik Baik Pembelajaran Literasi Awal Anak Usia Dini melalui Kegiatan Bermain di PAUD
Ida Royani, Yulia Adiningsih (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.8114 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji praktik baik pembelajaran literasi awal anak usia dini melalui kegiatan bermain di satuan PAUD. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang dilaksanakan di PAUD Bunda Gemilang. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan literasi awal anak berlangsung secara optimal ketika literasi diintegrasikan ke dalam berbagai bentuk kegiatan bermain, seperti bermain peran, bermain simbol, membaca gambar, dan bercerita. Dalam konteks ini, guru berperan sebagai fasilitator responsif yang mendukung interaksi bahasa, eksplorasi makna, dan penggunaan simbol secara alami dalam aktivitas bermain. Praktik pembelajaran literasi berbasis bermain terbukti mampu menumbuhkan keterlibatan aktif anak, memperkaya interaksi sosial, serta menciptakan suasana belajar yang menyenangkan tanpa tekanan akademik formal. Secara teoretis, temuan penelitian ini memperkuat pandangan konstruktivistik bahwa literasi awal berkembang melalui pengalaman bermakna dan interaksi sosial, sedangkan secara praktis penelitian ini memberikan rujukan pedagogis bagi guru PAUD dalam merancang pembelajaran literasi yang kontekstual, holistik, dan selaras dengan karakteristik perkembangan anak usia dini.
1262-1268 -
Implementasi Model Ekopedagogik pada Pembelajaran Anak Usia Dini
Siti Mahmudah, Suyadi Suyadi (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.8215 | Check in Google Scholar
Pembelajaran pada pendidikan anak usia dini (PAUD) umumnya belum terintegrasi secara sistematis dengan pendekatan ekopedagogik, sehingga kesadaran lingkungan anak belum berkembang secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan model pembelajaran ekopedagogik dalam konteks pendidikan anak usia dini di TK Al-Muslihah Lampung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian 15 anak usia dini kelompok B (usia 5–6 tahun) dan satu guru kelas. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber dan teknik serta member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model ekopedagogik mampu menciptakan pengalaman belajar yang kontekstual dan bermakna melalui aktivitas langsung berbasis lingkungan, seperti memilah sampah, merawat tanaman, dan menjaga kebersihan kelas. Temuan menunjukkan adanya perubahan perilaku anak yang ditandai dengan meningkatnya kebiasaan membuang sampah pada tempatnya, partisipasi aktif dalam kegiatan menjaga lingkungan, serta tumbuhnya sikap tanggung jawab dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Penelitian ini menegaskan bahwa model pembelajaran ekopedagogik tidak hanya relevan secara konseptual, tetapi juga efektif dalam membentuk kesadaran dan perilaku ramah lingkungan pada anak usia dini melalui pengalaman belajar yang konkret dan berkelanjutan.
1280-1286 -
Pengembangan Pattern Sound Safari untuk Mengenalkan Konsep Pola pada Anak Usia Dini
Ayu Asqy Qury, Dian Kristiana , Nurtina Irsad Rusdiani (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.8083 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran Pattern Sound Safari untuk mengenalkan konsep pola pada anak usia dini. Pengembangan dilakukan untuk melatih daya ingat pendengaran anak dalam memahami urutan pola melalui suara, sekaligus melengkapi jenis media pembelajaran yang sudah ada di sekolah agar anak tidak hanya belajar pola melalui benda fisik dan gambar, tetapi juga melalui suara. Metode yang digunakan adalah pengembangan dengan menggunakan model ADDIE. Subjek penelitian ini adalah siswa kelompok B di TK Dharma Wanita Jalen, Ponorogo. Data dikumpulkan melalui proses penilaian oleh ahli materi dan ahli media untuk menguji kelayakan alat, serta observasi langsung dan dokumentasi saat siswa melakukan uji coba penggunaan media di kelas. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pada tahap analisis dan desain, pembelajaran pola sebelumnya diketahui hanya mengandalkan media visual sehingga anak kurang melatih daya ingat suara, sehingga dirancang media yang menggabungkan stik, suara hewan, kartu gambar, dan buku panduan sebagai petunjuk penggunaan media.
1286-1295 -
Internalisasi Nilai Ketauhidan melaui Storytelling Media TV Kardus
Dinda Amalia Aghna Rosyada , Naila Fikrina Afrih Lia (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.8244 | Check in Google Scholar
Internalisasi nilai ketauhidan pada anak usia dini merupakan dasar penting yang sering kali terkendala oleh pendekatan konvensional yang terlalu abstrak. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses internalisasi nilai ketauhidan melalui storytelling Nabi Nuh dengan media TV Kardus dalam pembelajaran kisah Nabi Nuh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian delapan peserta didik usia 3-4 tahun. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber dan teknik. Analisis data dilakukan secara deskriptif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses internalisasi terjadi melalui transformasi konsep tauhid yang abstrak menjadi visualisasi konkret dan interaktif. Media TV Kardus memudahkan anak mengenal Allah sebagai Tuhan Yang Maha Esa, mengenal Nabi, memudahkan anak dalam mengenal Allah sebagai Tuhan Yang Maha Esa, dan memahami bahwa Allah Maha Pencipta. Pemanfaatan Alat Permainan Edukatif (APE) berbasis bahan daur ulang ini menjadi solusi bagi lembaga PAUD untuk mengontekstualisasikan nilai agama secara kreatif, ekonomis, dan bermakna bagi anak usia dini.
1296-1304 -
Strategi Guru dalam Menangani Anak dengan Keterlambatan Bicara pada usia 5-6 tahun
Okana Okana, Evie Palenewen , Tri Wahyuningsih , Malpaleni Satriana (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.8243 | Check in Google Scholar
Keterlambatan bicara pada usia 5-6 tahun berdampak secara signifikan pada komunikasi dan kesiapan belajar anak. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi guru serta kolaborasi orang tua dalam menangani keterlambatan bicara. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi kasus. Subjek terdiri dari dua anak. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi secara konsisiten, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil menunjukkan perbedaan karakteristik keterlambatan antara subjek ringan dan berat. Startegi guru meliputi stimulasi verbal berulang, media visual, dan aktivitas menyenangkan yang efektif. Kolaborasi dengan orang tua terbukti meningkatkan konsistensi stimulasi. Implikasi penelitian menyarankan pendekatan individual tanpa modifikasi kurikulum untuk mendukung perkembangan bahasa anak secara optimal di lingkungan sekolah dan rumah.
1305-1312 -
Pengaruh Permainan Tarek Situek terhadap Motorik Kasar Anak Usia Dini 5-6 Tahun
Zulhulaifah Zulhulaifah, Rani Puspa Juwita (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.8247 | Check in Google Scholar
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya perkembangan motorik kasar anak usia dini akibat minimnya aktivitas fisik dan kurangnya pengenalan permainan tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh permainan Tarek Situek terhadap perkembangan motorik kasar anak usia 5–6 tahun di TK Al-Azhar Siem, Aceh Besar. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi-eksperimen one-group pretest-posttest. Subjek penelitian berjumlah 20 anak dengan teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui observasi dan dianalisis menggunakan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan setelah perlakuan dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Disimpulkan bahwa permainan Tarek Situek berpengaruh signifikan terhadap perkembangan motorik kasar anak. Implikasinya, permainan tradisional dapat digunakan sebagai strategi pembelajaran untuk menstimulasi motorik kasar sekaligus melestarikan kearifan lokal.
1313-1321 -
Pengaruh Kegiatan Kolase terhadap Kreativitas Anak Usia Dini
Nur Linda, Durrotunnisa Durrotunnisa, Fitriana Fitriana, Besse Nirmala (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.8186 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kegiatan kolase terhadap kreativitas anak usia dini. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif deskriptif. Adapun subjek penelitian ini berjumlah 10 anak, terdiri dari 2 anak laki-laki dan 8 anak perempuan pada semester ganjil tahun ajaran 2025/2026. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan rumus persentase. Berdasarkan hasil pengamatan sebelum maupun sesudah diberikan perlakuan, kemampuan kreativitas anak dalam aspek kreativitas menghasilkan hal baru: kategori BSB dari 10% menjadi 30%, kategori BSH dari 20% menjadi 40%, kategori MB tetap sama 20%, dan kategori BB dari 50% menjadi 10%. Sedangkan aspek kedua, yaitu aspek imajinatif secara verbal, untuk kategori BSB dari 10% menjadi 20%, kategori BSH dari 10% menjadi 30%, kategori MB dari 30% menjadi 40%, dan kategori BB dari 50% menjadi 10%. Aspek terakhir adalah pemecahan masalah, kategori BSB dari 0% menjadi 10%, kategori BSH dan MB sama dari 20% menjadi 40%, dan kategori BB dari 60% menjadi 10%. Selain itu, nilai t hitung sebesar 8,034 dengan signifikansi 0,000 karena < 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan H1 diterima, berarti terdapat pengaruh kegiatan kolase terhadap kreativitas anak usia dini.
1322-1332 -
Peran Narasi Visual dalam Cerita Bergambar terhadap Pengembangan Literasi Awal Anak Usia Dini
Hepi Eravia, Nurkolis Nurkolis , Widya Kusumaningsih (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.8277 | Check in Google Scholar
Perkembangan literasi awal anak usia dini dipengaruhi oleh pengalaman belajar yang melibatkan bahasa, interaksi sosial, dan penggunaan media yang bermakna. Salah satu media yang berpotensi mendukung proses tersebut adalah cerita bergambar yang memadukan teks dan ilustrasi sebagai narasi visual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran narasi visual dalam cerita bergambar terhadap pengembangan literasi awal anak usia dini. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur dengan menganalisis berbagai penelitian yang relevan terkait cerita bergambar, praktik membaca dialogis, dan literasi awal. Hasil kajian menunjukkan bahwa narasi visual dalam cerita bergambar berkontribusi terhadap peningkatan kosakata, pemahaman narasi, konsep cetak, serta keterlibatan anak dalam kegiatan membaca. Selain itu, interaksi membaca yang melibatkan diskusi ilustrasi memperkuat perkembangan bahasa anak. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memperjelas peran narasi visual sebagai stimulus penting dalam pengembangan literasi awal anak usia dini.
1333-1338 -
Peningkatan Pengenalan Konsep Kanan–Kiri melalui Gerak dan Lagu
Maria Laurentia, Kristin Anggraini (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.8194 | Check in Google Scholar
Kemampuan mengenal konsep kanan dan kiri pada anak usia dini sering belum berkembang optimal karena pembelajaran masih bersifat instruksional dan kurang melibatkan aktivitas gerak. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kemampuan mengenal konsep kanan dan kiri anak usia 4–5 tahun melalui metode gerak dan lagu di TK Santa Maria Surabaya. Penelitian menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 16 anak kelompok A yang terdiri dari 10 anak perempuan dan 6 anak laki-laki. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan anak dalam mengenal konsep kanan dan kiri setelah penerapan metode gerak dan lagu, yang terlihat dari meningkatnya jumlah anak yang mencapai kategori Berkembang Sesuai Harapan pada Siklus II. Temuan ini menunjukkan bahwa metode gerak dan lagu efektif digunakan sebagai strategi pembelajaran yang aktif dan menyenangkan dalam membantu anak memahami konsep arah.
1339-1345 -
Efektivitas Loose Parts Berbasis Bahan Alam dalam Mengembangkan Kreativitas Anak Usia 5–6 Tahun
Lu’lu Rahmadanti , Ahmad Syukri Sitorus (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.8264 | Check in Google Scholar
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pengembangan kreativitas anak usia dini melalui media pembelajaran yang bersifat terbuka dan kontekstual. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas pemanfaatan loose parts berbasis bahan alam dalam mengembangkan kreativitas anak usia 5–6 tahun. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi partisipatif, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi strategi eksplorasi bebas berbasis lingkungan mampu mengembangkan empat aspek kreativitas, yaitu kelancaran, keluwesan, keaslian, dan elaborasi. Seluruh anak menunjukkan perkembangan pada aspek kelancaran dan keluwesan, sebagian besar mencapai keaslian, dan elaborasi berkembang bervariasi. Hambatan utama meliputi keterbatasan durabilitas bahan, waktu persiapan, dan kondisi lingkungan. Temuan ini menunjukkan bahwa loose parts berbasis bahan alam efektif dalam mengembangkan kreativitas multidimensi anak usia dini serta dapat menjadi alternatif media pembelajaran yang kontekstual dan inovatif.
1346-1352 -
Spiral Internalisasi Finansial: Strategi Integratif Penguatan Financial Literacy Anak Usia Dini
Asma'ul Fauzah, Sulhatul Habibah, Lila Hikmawati (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.8298 | Check in Google Scholar
Fenomena konsumerisme digital memicu perilaku belanja impulsif pada anak usia dini, sehingga diperlukan strategi pengasuhan yang proaktif dalam menanamkan literasi keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam strategi orang tua dalam menstimulasi literasi keuangan (financial literacy) melalui model intervensi yang terintegrasi dengan praktik menabung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi pada 20 orang tua dan 2 guru. Teknik analisis data menggunakan model alir yang meliputi kondensasi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dengan prosedur member check untuk menjamin kredibilitas. Hasil penelitian merumuskan model Spiral Internalisasi Finansial yang mengintegrasikan tiga domain utama: dialog kognitif mengenai pertanyaan reflektif, penguatan afektif melalui penundaan gratifikasi (delayed gratification) berbasis nilai religius, dan keteladanan psikomotorik melalui kegiatan menabung yang konsisten. Temuan krusial menunjukkan bahwa sinkronisasi pola asuh antara rumah dan sekolah berbasis -nilai etis-religius menjadi variabel penentu keberhasilan internalisasi nilai ekonomi. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa penguatan kontrol diri dan pengalaman sensorik-motorik dalam menabung merupakan fondasi utama untuk membangun resiliensi finansial anak di era disrupsi
1353-1360 -
Pengembangan Kemampuan Motorik Halus Anak Usia 5-6 Tahun melalui Kegiatan Paper Quilling
Fany Depita Maharani, Pepi Nuroniah, Deri Hendriawan (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.8117 | Check in Google Scholar
Perkembangan motorik halus merupakan fondasi kritis kesiapan belajar anak usia dini yang memerlukan stimulasi melalui aktivitas manipulatif kreatif. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas media paper quilling dalam meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia 5–6 tahun di TK Islam Nizhamiyah. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi terstruktur, wawancara mendalam dengan guru, dan dokumentasi selama empat pertemuan pembelajaran pada 13 anak kelompok B. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada indikator koordinasi mata-tangan (84,6% kategori Berkembang Sesuai Harapan/Berkembang Sangat Baik), kontrol tekanan jari (92,3% BSH/BSB), dan kerapian karya (46,2% BSB). Mayoritas anak (84,6%) mencapai kategori BSH atau BSB pada keseluruhan indikator. Temuan ini mengimplikasikan bahwa paper quilling merupakan media pembelajaran alternatif yang efektif untuk mengoptimalkan perkembangan motorik halus sekaligus meningkatkan motivasi belajar anak usia dini melalui integrasi seni dan aktivitas manipulatif presisi.
1361-1367 -
Efektivitas Media Canva Interaktif dalam Meningkatkan Perolehan Kosakata Bahasa Inggris Anak 5-6 Tahun
Achsania Khesa, Rabitah Hanum Hasibuan (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.8267 | Check in Google Scholar
Rendahnya perolehan kosakata bahasa Inggris anak usia 5–6 tahun menunjukkan bahwa media pembelajaran belum optimal karena kurang interaktif. Meskipun Canva banyak digunakan, pemanfaatannya masih cenderung satu arah sehingga belum memfasilitasi keterlibatan aktif anak. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas media Canva interaktif dalam meningkatkan perolehan kosakata anak usia dini. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimental One Group Pretest–Posttest pada 15 anak. Data dikumpulkan melalui tes mencocokkan dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon serta effect size. Hasil menunjukkan peningkatan skor dari 2,80 menjadi 8,60 dengan signifikansi 0,001 dan effect size 0,88 (kategori besar). Temuan ini menegaskan bahwa media Canva interaktif efektif meningkatkan kosakata melalui keterlibatan aktif anak. Secara teoretis dan praktis, hasil ini menekankan pentingnya interaktivitas dalam pembelajaran bahasa anak usia dini.
1368-1376 -
Collaborative Motor Learning Based on the Zone of Proximal Development
Ira Wahyu Lestari, Fauziah Hasan , Agus Sriyanto, Elyaum Farihah , Alan Lutfi Gesang Spautra (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.8229 | Check in Google Scholar
This study explores the potential role of collaborative motor learning facilitated through the strategic arrangement of tools and spaces in supporting the development of social skills in early childhood. While social and motor skills are fundamentally interrelated, a significant knowledge gap persists regarding the operationalization of a learning environment that integrates both dimensions simultaneously. The novelty of this research lies in its explicit treatment of spatial and tool arrangements as concrete sociocultural instruments within the Zone of Proximal Development (ZPD) framework, an aspect often overlooked in traditional motor development studies. Employing a descriptive qualitative approach, the study involved children aged 5 to 6 years. Data were collected through participant observation, in-depth interviews, and documentation, then analyzed using the Miles and Huberman model. The findings indicate that the Cheerful Number Relay activity designed with an open spatial layout, a colored relay track, and visual composition boards demonstrates a significant contribution to fostering active social interactions. Children exhibited enhanced capacities in coordination, communication, mutual assistance, and self-regulation. These results confirm that collaborative motor learning, structured through systematic environmental interventions, functions as scaffolding to optimize social skills within the ZPD. This study provides practical contributions for early childhood educators in designing holistic learning environments that integrate social and motor competencies.
1377-1383 -
Model Pembelajaran Science Technology Engineering Matematics (STEM) Berbasis PJBL Terintegrasi dengan Permainan untuk Penguatan Kecerdasan Emosional
Mahluddin mahluddin, Siti Mariah Ulfah, Sahran Jailani, Eritha Riawati (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.8237 | Check in Google Scholar
Model pembelajaran STEM merupakan pendekatan terintegrasi yang menekankan proses eksplorasi dan pemecahan masalah melalui pengalaman berbasis sains, teknologi, rekayasa dan matematika. Namun, penerapannya banyak berfokus pada aspek kognitif dan jarang digunakan pada jenjang PAUD, sehingga dimensi emosional anak kurang terakomodasi. Penelitian bertujuan untuk menganalisis implementasi STEM berbasis Project-Based Learning (PJBL) yang terintegrasi dengan permainan untuk penguatan kecerdasan emosional anak. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta dianalisis melalui reduksi, display, dan verifikasi data. Uji validasinya dilakukan dengan peningkatan pengamatan, triangulasi, diskusi dan bahan referensi. Hasil menunjukkan kegiatan ini mampu menjadi strategi inovatif untuk penguatan kecerdasan emosional anak, regulasi emosi, empati, kerja sama dan sikap pantang menyerah. Kegiatannya yaitu perencanaan, implementasi dan evaluasi, dengan dukungan intervensi orang dewasa, ide kreatif dan kejelasan program. Faktor pendukungnya adalah kompetensi guru, dukungan kepala sekolah, dan media pembelajaran, sedangkan hambatan utamanya adalah keterbatasan waktu, perbedaan karakter anak, serta kurangnya kreativitas guru.
1384-1394 -
Pengaruh Media Loose Parts terhadap Perkembangan Kognitif Anak Usia 5-6 Tahun
Zulfiha Zulfiha, Durrotunnisa Durrotunnisa, Fitriana Fitriana, Andi Agusniatih (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.8228 | Check in Google Scholar
Perkembangan kognitif anak usia dini sering belum optimal akibat penggunaan media pembelajaran yang monoton. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh secara eksperimental media loose parts terhadap perkembangan kognitif anak Kelompok B di TK Alkhairaat Tondo. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi-experiment dan desain non-equivalent control group. Sampel terdiri atas 26 anak yang dibagi menjadi kelas eksperimen dan kontrol. Data dikumpulkan melalui observasi menggunakan rubrik empat aspek kognitif dan dianalisis dengan statistik deskriptif, independent sample t-test serta paired sample t-test. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada kelas eksperimen dengan rata-rata skor dari 8,69 menjadi 12,62 (p < 0,05), sedangkan kelas kontrol meningkat terbatas. Media loose parts efektif memfasilitasi pengalaman belajar konkret, mendorong eksplorasi, kreativitas, fleksibilitas berpikir, serta evaluasi diri anak. Dengan demikian, media ini direkomendasikan sebagai alternatif pembelajaran inovatif untuk menstimulasi perkembangan kognitif anak usia dini secara berkelanjutan.
1395-1400 -
Integrasi Mindful Parenting dalam Pembentukan Nilai Agama dan Moral Anak Usia Dini di Era Digital
Nurlianti Nurlianti, Hadi Gunawan (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.8281 | Check in Google Scholar
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh terbatasnya kajian mengenai integrasi mindful parenting dalam penanaman nilai agama dan moral (NAM) anak usia dini di era digital, sementara penggunaan teknologi sejak dini berpengaruh signifikan terhadap pembentukan karakter anak dalam konteks keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan mengonstruksi strategi mindful parenting dalam menanamkan nilai agama dan moral pada anak usia dini di era digital. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, melibatkan lima orang tua yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi mindful parenting diwujudkan melalui kehadiran penuh orang tua, regulasi emosi, komunikasi reflektif, pembiasaan ibadah, keteladanan, serta pendampingan selektif dalam penggunaan teknologi. Temuan ini menegaskan pentingnya relasi orang tua dan anak yang sadar, hangat, dan reflektif sebagai fondasi internalisasi nilai agama dan moral di tengah tantangan digital. Penelitian ini berkontribusi pada pengayaan kajian pengasuhan berbasis kesadaran dengan menawarkan konstruksi strategi yang kontekstual di era digital, serta memberikan implikasi praktis bagi orang tua dan lembaga PAUD dalam mengembangkan pendampingan teknologi yang selaras dengan pembentukan karakter religius.
1401-1408 -
Avoidance Response due to Literacy Unpreparedness terhadap Perilaku Fase Falik Anak
Annis Nabila, Ali Formen (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.8294 | Check in Google Scholar
Rendahnya literasi pendidikan seksual pada anak usia dini memicu kebingungan ibu saat menghadapi perilaku eksplorasi tubuh anak pada fase falik. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam faktor-faktor penyebab kebingungan ibu dalam menghadapi perilaku fase falik pada anak usia 3 tahun di lingkungan domestik Kabupaten Banyumas. Pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus tunggal longitudinal diterapkan selama tiga bulan melalui observasi partisipatif pasif dan wawancara mendalam semi-terstruktur. Hasil menunjukkan kebingungan ibu berdimensi kognitif dan afektif, dipicu oleh ketiadaan kerangka konseptual fase falik serta kuatnya nilai tabu dalam budaya. Pola respons yang terbentuk dikonstruksi sebagai Avoidance Response due to Literacy Unpreparedness (ARLU), yakni respons menghindar akibat ketidaksiapan literasi yang bergeser secara organis menuju respons semi-edukatif tanpa intervensi formal. Temuan ini memperkaya diskursus teoretis keilmuan PAUD mengenai dinamika psikoseksual pada tahap awal, serta mengimplikasikan perlunya program literasi pengasuhan berbasis budaya lokal untuk mempercepat transisi menuju respons edukatif yang lebih sehat.
1409-1416 -
Collaborative Guidance Practices in Ece: Parents and Teachers as Partners
Deri Hendriawan, Esya Anesty Mashudi, Nenden Sundari, Roby Naufal Arzaqi (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.7733 | Check in Google Scholar
Parents’ and teachers’ collaboration is increasingly recognized as a cornerstone of effective early childhood education (ECE), particularly in the implementation of guidance practices that foster children’s holistic development. Guidance in ECE emphasizes understanding and supportive teaching rather than punitive discipline, positioning both teachers and parents as key facilitators of children’s growth. This study investigates how partnerships between parents and teachers are built and sustained within collaborative guidance programs in kindergartens using Epstein’s Framework of parental involvement. This qualitative study involved semi-structured interviews with teachers, parents, and principals from three kindergartens in Serang, Indonesia, and data were analyzed using Braun and Clarke’s thematic analysis. Findings reveal three key themes: (1) partnerships are grounded in mutual trust, structured communication, and shared responsibility; (2) collaborative guidance practices reflect several dimensions of parental involvement, with parenting and communicating emerging as the most dominant forms, particularly within personal-social guidance activities; and (3) challenges such as limited parental time, unequal participation, minimum training, and sociocultural hierarchy hinder sustained collaboration. The study contributes novel insight into how guidance services can be co-constructed by families and educators in ECE settings. Practically, the findings highlight the need for structured communication systems, capacity-building programs, and institutional support to strengthen parent–teacher partnerships in implementing guidance practices.
1417-1428 -
Integrasi Nilai Kearifan Lokal pada Pendidikan Lingkungan Hidup di PAUD
Heny Djoehaeni, Badru Zaman, Rudiyanto Rudiyanto, Dinda Robayanti (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.7781 | Check in Google Scholar
Integrasi nilai kearifan lokal dalam pendidikan lingkungan hidup di PAUD menjadi semakin penting karena mampu menghadirkan pengalaman belajar yang kontekstual dan bermakna bagi anak. Kearifan lokal tidak hanya merefleksikan identitas budaya, tetapi juga memuat praktik ekologis yang dekat dengan kehidupan sehari-hari dan mudah dipahami anak. Artikel ini menelaah bagaimana nilai-nilai tersebut dihadirkan dalam pembelajaran lingkungan melalui pendekatan kualitatif deskriptif berbasis studi pustaka dan observasi pada lembaga PAUD yang mengimplementasikan pembelajaran berbasis budaya lokal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi pembelajaran, analisis dokumen perencanaan, dan wawancara informal dengan pendidik. Hasil kajian menunjukkan bahwa kegiatan seperti gotong royong menjaga kebersihan, penggunaan kembali bahan bekas, dan pengenalan flora dan fauna lokal memperkaya proses belajar serta menumbuhkan kesadaran ekologis anak melalui pengalaman langsung. Integrasi nilai lokal juga membantu anak mengenali identitas budayanya sekaligus memahami relasinya dengan lingkungan. Temuan ini menegaskan perlunya pengembangan kurikulum tematik yang merangkai kearifan lokal dan pendidikan lingkungan secara sistematis untuk memperluas makna pembelajaran sejak dini.
1429-1436 -
Strategi Stimulasi Kognitif Anak Usia 5-6 Tahun oleh Ibu Karier dan Ibu Rumah Tangga
Angel Laura, Nurhasanah Nurhasanah (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.8271 | Check in Google Scholar
Perkembangan kognitif anak usia dini sangat dipengaruhi oleh kualitas stimulasi di lingkungan keluarga. Akan tetapi, penelitian sebelumnya cenderung berfokus pada perbandingan status pekerjaan ibu tanpa mengkaji secara mendalam strategi konkret yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif strategi stimulasi kognitif yang diterapkan oleh ibu karier dan ibu rumah tangga pada anak usia 5–6 tahun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek enam ibu di Kelurahan Damai, Binjai Utara, yang dipilih secara purposive. Data penelitian diperoleh melalui teknik observasi dan wawancara semi-terstruktur, kemudian proses analisis dilakukan dengan menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu rumah tangga menonjol dalam intensitas pendampingan, sedangkan ibu karier mengoptimalkan kualitas interaksi dan dukungan eksternal. Kedua strategi ini terbukti adaptif dan efektif dalam mendukung perkembangan kognitif anak. Temuan ini menegaskan pentingnya peran ibu sebagai pengelola lingkungan belajar serta memberikan implikasi bagi penguatan praktik pengasuhan berbasis konteks keluarga.
1437-1446 -
Development and Evaluation of a Hygiene Learning Game for Kindergarten Children
Khun Muhammad Dalle Jasmin, Chanifah Indah Ratnasari (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.8252 | Check in Google Scholar
Improving clean and healthy living habits in early childhood is important because many young children still need structured support to practice daily hygiene routines consistently. This study aimed to develop and evaluate a digital learning game, Hygiene Hero: Clean Up Buddies, for kindergarten children aged four to six years. The study used a design and development approach with a prototyping model and evaluated the game through a one-group pre-test–post-test design and usability assessment using an adapted System Usability Scale. The findings showed that the game helped improve children’s hygiene knowledge and achieved high usability, indicating that the interface was appropriate and acceptable for young learners. The game was developed from classroom observations and teacher input so that the learning activities matched hygiene practices already introduced in kindergarten. This study contributes to early childhood education by showing that digital games designed around authentic classroom hygiene routines and refined through iterative feedback can serve as effective complementary media to support hygiene learning and reinforce healthy habit formation.
1447-1458 -
Perilaku Disruptif dan Kesulitan Regulasi Emosi pada Anak Usia Dini di Samarinda
Manzilatunna Imah, Wilda Isna Kartika, Febry Maghfirah, Adharina Dian Pertiwi (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.8278 | Check in Google Scholar
Perilaku disruptif pada anak usia dini seperti tantrum, penolakan terhadap instruksi, dan tindakan agresif sering muncul sebagai akibat dari kesulitan anak dalam meregulasi emosi di lingkungan prasekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku disruptif yang berkaitan dengan kesulitan regulasi emosi pada anak usia dini di lingkungan prasekolah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus terhadap seorang anak berusia 5 tahun. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku disruptif muncul secara berulang dan berkaitan dengan kesulitan dalam mengendalikan emosi serta menunda keinginan. Strategi guru bersifat reaktif dan hanya efektif dalam jangka pendek. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa guru perlu menreapkan strategi pembelajaran yang mendukung perkembangan regulasi emosi anak serta menjalin kerja sama yang konsisten dengan orang tua dalam menangani perilaku disruptif.
1459-1465 -
TQM Proporsional di PAUD: Kontribusi terhadap Psychological Well-being Anak dalam Konteks Pedesaan
Ika Nova Sari, Nurul Ulfatin , Achmad Supriyanto (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.8282 | Check in Google Scholar
Penelitian ini melihat bagaimana TQM diterapkan secara proporsional. Adanya perpaduan antara sistem formal dan kedekatan personal yang hangat di PAUD pedesaan serta dampaknya terhadap kesejahteraan psikologis anak. Menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus komparatif di TK (formal) dan KB (non-formal) Kabupaten Malang, data dikumpulkan lewat wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Temuan menunjukkan kedua lembaga memiliki mekanisme formal seperti rapat rutin dan komite namun berada pada titik berbeda dalam spektrum formalitas. TK mengembangkan struktur kompleks untuk kesiapan akademik, sementara KB mengandalkan kedekatan relasional yang berakar pada nilai kekeluargaan pedesaan. Kesejahteraan psikologis anak terbangun melalui dua jalur: prediktabilitas sistem di TK, dan kehangatan emosional di KB. Secara teoretis, penelitian ini menawarkan konsep TQM Proporsional yang menekankan keselarasan antara tingkat formalitas, tahap perkembangan anak, dan modal sosial setempat. Penelitian menyimpulkan bahwa implementasi TQM yang baik bukanlah soal prosedur kaku, melainkan menemukan ritme yang cocok dengan konteks.
1466-1473 -
Strategi Guru PAUD dalam Program Sekolah untuk Mengembangkan Kreativitas Seni Anak Usia Dini
Yorie Hinggis Nur Erwihas, Nurhasanah Nurhasanah (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.8279 | Check in Google Scholar
Kreativitas seni merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan anak usia dini karena berperan dalam mendukung kemampuan ekspresi diri, imajinasi, serta perkembangan kognitif anak. Namun, dalam praktik pembelajaran di beberapa lembaga PAUD, kegiatan seni masih cenderung berorientasi pada hasil karya dan belum sepenuhnya memberikan ruang bagi anak untuk mengeksplorasinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengonstruksi model integrasi strategi guru PAUD dalam program sekolah guna mengembangkan kreativitas seni anak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru terintegrasi dalam tiga tahapan utama, yaitu perencanaan kegiatan seni berbasis tema dalam RPPH, pelaksanaan pembelajaran yang eksploratif dan berpusat pada anak, serta penilaian yang berorientasi pada proses kreatif anak. Integrasi strategi tersebut membentuk suatu model pembelajaran yang mampu meningkatkan keberanian anak dalam berekspresi, orisinalitas karya, serta keterlibatan aktif dalam kegiatan seni. Penelitian ini berimplikasi pada pentingnya pengembangan model strategi pembelajaran yang terintegrasi dalam program sekolah sebagai acuan bagi guru PAUD dalam mengoptimalkan kreativitas seni anak usia dini serta memberikan kontribusi teoretis bagi pengembangan kajian pembelajaran berbasis kreativitas.
1474-1480 -
Analisis Kesiapan Guru dalam Mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Deep Learning
Ariska Ariska, Fachrul Rozie, Danya Oxsi Pebrianti, Malpaleni Satriana, Tri Wahyuningsih, Azainil Azainil, Makmun Makmun (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.8286 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesiapan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dalam mengimplementasikan kurikulum berbasis deep learning pada Kurikulum Merdeka. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus di salah satu sekolah Islam Samarinda pada September–Oktober 2025. Partisipan terdiri dari 4 guru PAUD, waka kurikulum, dan kepala satuan pendidikan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman dengan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapan guru berada pada tahap berkembang. Guru telah memiliki pemahaman konseptual tentang pembelajaran bermakna dan berpusat pada anak, namun penerapannya belum optimal. Pemanfaatan teknologi masih terbatas dan belum terintegrasi secara sistematis dalam pembelajaran. Dukungan kelembagaan melalui pelatihan dan kolaborasi sudah tersedia, tetapi belum berkelanjutan. Penelitian ini mengidentifikasi tiga dimensi kesiapan guru, yaitu konseptual, digital dan teknologi, serta dukungan lembaga, yang perlu diperkuat untuk mengoptimalkan implementasi deep learning di PAUD. Kontribusi penelitian ini menawarkan gambaran kesiapan guru PAUD dalam implementasi pembelajaran Deep Learning secara bermakna.
1481-1489 -
Pengembangan Produk Game Genially Berbasis Transportasi untuk Meningkat Motivasi Belajar Anak 5-6 Tahun
Lailatul Mukarromah, Firman Priyo Suhasto (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.8275 | Check in Google Scholar
Anak usia dini mengalami perkembangan yang sangat cepat sehingga memerlukan stimulasi pembelajaran yang menarik, interaktif, dan sesuai dengan karakteristiknya. Studi ini bertujuan untuk mengembangkan media interaktif berbasis Genially pada topik alat transportasi serta menganalisis efektivitasnya dalam meningkatkan semangat belajar pada usia dini. Metode menggunakan Research and Development (R&D) melalui model 4D yang dibatasi pada fase define, design, dan develop. Subjek yang terlibat dalam penelitian ini berjumlah 22 anak. Teknik pengumpulan informasi melalui observasi, wawancara, checklist, dan dokumentasi. Instrumen utama yang digunakan untuk mengukur motivasi belajar adalah lembar checklist motivasi belajar yang disusun berdasarkan lima indikator, yaitu perhatian, ketertarikan, keaktifan, rasa ingin tahu, dan ketekunan. Instrumen ini telah diuji validitasnya melalui expert judgment dan dianalisis menggunakan koefisien Aiken’s V, serta reliabilitasnya menggunakan Cronbach’s Alpha. Data dinalisis menggunakan deskriptif dan kuantitatif melalui uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan motivasi belajar dari 6,86 menjadi 9,45 atau dari 68,6% menjadi 94,5% dengan signifikansi 0,000 < 0,05. Multimedia interaktif berbasis Genially efektif untuk meningkatkan motivasi belajar anak usia dini.
1490-1504 -
Media Video Inovatif Berbasis Narasi untuk Meningkatkan Pemahaman Konseptual tentang Fotosintesis dalam Pendidikan Dasar
Imrohatun Imrohatun, Jumrodah Jumrodah, Sulistyowati Sulistyowati, Mustafakama Waeduereh (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.8288 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan menguji kelayakan serta efektivitas media video berbasis narasi digital untuk meningkatkan pemahaman konseptual fotosintesis pada siswa kelas IV sekolah dasar. Penelitian menggunakan model Research and Development (R&D) dengan pendekatan ADDIE, melibatkan 26 siswa kelas IV MIS Al-Jihad Palangka Raya. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, kuesioner, dan tes kognitif. Hasil validasi menunjukkan tingkat kelayakan yang sangat tinggi, yakni 100% dari ahli materi dan 96,4% dari ahli media. Implementasi media secara signifikan meningkatkan hasil belajar dari rata-rata 71,92 menjadi 80,38 (p = 0,004 < 0,05). Respons positif siswa mencapai 88,9%, yang membuktikan efektivitas media dalam menstimulasi minat dan keterlibatan belajar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa visualisasi dinamis berbasis narasi digital efektif dalam menjembatani kesenjangan kognitif siswa pada materi sains yang bersifat abstrak. Implikasi penelitian ini mendorong transformasi peran guru menjadi kreator konten instruksional yang adaptif, inovatif, dan responsif terhadap karakteristik belajar generasi Alfa.
1505-1517 -
Evaluasi Pendidikan Inklusif pada PAUD: Mengungkap Kesenjangan Implementasi melalui Pendekatan CIPP
Dea Elizabeth Lomaris, Rudy Pramono (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.8293 | Check in Google Scholar
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kesenjangan antara kebijakan pendidikan inklusif dan praktik implementasinya di satuan pendidikan, khususnya dalam aspek evaluasi yang belum dilakukan secara sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan pendidikan inklusif pada jenjang PAUD di sekolah X menggunakan model evaluasi CIPP Stufflebeam serta mengkaji kesesuaiannya dengan Panduan Pelaksanaan Pendidikan Inklusif tahun 2022 serta Panduan Penyelenggaraan PAUD Berkualitas: Lingkungan yang Inklusif tahun 2022. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain evaluatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan analisis dokumen pada 11 partisipan yang dipilih secara purposive. Analisis data dilakukan menggunakan analisis tematik dengan bantuan ATLAS.ti versi 9. Hasil penelitian menunjukkan adanya komitmen sekolah X dalam pelaksanaan pendidikan inklusif, namun masih terdapat kesenjangan pada aspek evaluasi, pelatihan guru, dan dokumentasi pembelajaran. Penelitian ini menegaskan pentingnya penyelarasan antara kebijakan dan praktik dalam pendidikan inklusif di PAUD.
1518-1529 -
Implementasi Standar Waktu dan Kegiatan Pembelajaran PAUD: Studi Kasus di TK Citra Kusuma Kecapi
Sarah Kurnia Rahmi , Muhammad Nofan Zulfahmi (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.8295 | Check in Google Scholar
Agar perkembangan anak dapat berlangsung secara optimal, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) memerlukan perencanaan waktu pembelajaran yang sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pelaksanaan standar alokasi waktu dan kegiatan dalam pembelajaran serta dampaknya terhadap proses pembelajaran yang diterapkan di TK Citra Kusuma Kecapi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik triangulasi data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Subjek penelitian melibatkan 20 anak usia 4 – 6 tahun, dengan fokus penelitian berupa proses dan aktivitas pembelajaran di sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alokasi standar waktu dan kegiatan pembelajaran di TK Citra Kusuma Kecapi telah sesuai dengan regulasi pemerintah, yaitu durasi pembelajaran mencapai 900 menit per minggu untuk anak usia 4 – 6 tahun, dengan pembagian waktu antara kegiatan akademik dan non akademik. Untuk meningkatkan kualitas program pembelajaran, evaluasi pembelajaran
1530-1539 -
Kontribusi Multidimensional Orang Tua dalam Pembelajaran Anak Berkebutuhan Khusus di Taman Kanak-kanak Inklusif
Agapea Fenda Sozo Sandeva, Diana Diana (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.8304 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran, bentuk kontribusi, dan faktor-faktor yang memengaruhi keterlibatan orang tua dalam mendukung pembelajaran anak berkebutuhan khusus di taman kanak-kanak inklusif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan partisipan enam orang tua serta satu guru sebagai informan pendukung. Data dikumpulkan melalui kuesioner terbuka, wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan peneliti sebagai instrumen utama. Analisis data dilakukan secara tematik dengan model interaktif Miles, Huberman dan Saldaña yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi orang tua bersifat multidimensional dan mencakup empat peran utama, yaitu sebagai pendamping, motivator, fasilitator, dan mediator. Bentuk kontribusi orang tua juga meliputi aspek akademik, emosional, sosial, kebiasaan belajar, dan kolaborasi. Keterlibatan tersebut dipengaruhi oleh pemahaman kebutuhan anak, kesadaran pendidikan, dukungan sekolah, serta keterbatasan waktu dan kondisi emosional. Temuan ini menegaskan bahwa keterlibatan orang tua berkembang secara adaptif melalui strategi kolaboratif dalam menghadapi berbagai keterbatasan. Implikasi penelitian ini menunjukkan pentingnya penguatan kemitraan sekolah dan keluarga melalui komunikasi yang terstruktur serta pendampingan berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pendidikan inklusif pada jenjang pendidikan anak usia dini.
1540-1548 -
Peningkatan Motorik Halus Anak melalui Bermain Plastisin pada Anak Usia Dini
Dhian Sithoresmi, Kristin Anggraini (Author)Show Abstract | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.8242 | Check in Google Scholar
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keterampilan motorik halus anak kelompok bermain yang belum berkembang secara optimal karena kegiatan pembelajaran sebelumnya masih terbatas pada aktivitas yang kurang memberikan stimulasi manipulatif secara langsung. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan motorik halus anak melalui kegiatan bermain plastisin di KB Santa Maria Sidoarjo. Penelitian menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 13 anak. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan catatan lapangan, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif sederhana. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan keterampilan motorik halus anak, ditandai dengan peningkatan persentase kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) dan Berkembang Sangat Baik (BSB) dari 0% pada Siklus I menjadi 77% pada Siklus II. Dengan demikian, kegiatan bermain plastisin efektif digunakan untuk menstimulasi perkembangan motorik halus anak usia dini.
1557-1564 -
Peningkatan Kemampuan Mengenal Huruf melalui Permainan Petualangan Huruf pada Anak Usia Dini
Maria Paullina, Kristin Anggraini (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.8234 | Check in Google Scholar
Kemampuan mengenal huruf merupakan salah satu dasar literasi awal anak usia dini, namun hasil observasi di TK Santa Maria Sidoarjo menunjukkan bahwa sebagian anak kelompok B masih mengalami kesulitan dalam mengenali dan membedakan huruf yang memiliki bentuk mirip. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mengenal huruf anak usia 5–6 tahun melalui permainan petualangan huruf. Penelitian menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 14 anak kelompok B dan dilaksanakan dalam dua siklus. Data dikumpulkan melalui observasi menggunakan lembar penilaian perkembangan anak. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan mengenal huruf anak dari Siklus I ke Siklus II. Pada Siklus I, anak yang mencapai kategori Berkembang Sesuai Harapan sebesar 35,7% dan belum terdapat anak pada kategori Berkembang Sangat Baik. Pada Siklus II terjadi peningkatan menjadi 57,1% pada kategori Berkembang Sesuai Harapan dan 28,6% pada kategori Berkembang Sangat Baik, serta tidak ditemukan lagi anak pada kategori Belum Berkembang. Temuan ini menunjukkan bahwa permainan petualangan huruf efektif dalam meningkatkan kemampuan mengenal huruf anak usia dini melalui pembelajaran yang aktif, menyenangkan, dan bermakna.
1565-1571 -
Menumbuhkan Minat Membaca pada Anak Usia Dini melalui Media Papan Flanel Interaktif: Sebuah Penelitian Tindakan kelas
Vincentia Linggar Mestikasala, Kristin Anggraini (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.8240 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan papan flanel interaktif dalam menunbuhkan minat membaca anak usia 3-4 tahun pada kelas kelompok bermain. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus meliputi tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 12 anak. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi menggunakan instrumen minat membaca yang mencakup aspek perhatian, partisipasi, dan antusiasme anak selama kegiatan membaca. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan minat membaca anak dari Siklus I ke Siklus II. Pada Siklus I, sebanyak 6 anak (54,5%) mencapai kategori Berkembang Sesuai Harapan dan Berkembang Sangat Baik, meningkat menjadi 10 anak (83,3%) pada Siklus II. Temuan ini menunjukkan bahwa papan flanel interaktif efektif sebagai media pembelajaran serta memberikan implikasi praktis dalam meningkatkan kualitas literasi awal anak usia dini.
1572-1578 -
Optimalisasi Kemampuan Menulis Awal pada Anak Usia 3–4 Tahun melalui Pendekatan Finger Painting
Rosa Dila Kurniarani , Kristin Anggraini (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.8241 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pendekatan finger painting dalam mengoptimalkan kemampuan menulis awal anak usia 3–4 tahun. Penelitian menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 13 anak. Data dikumpulkan melalui observasi menggunakan lembar penilaian kemampuan menulis awal dan dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan menulis awal anak, terutama pada aspek koordinasi mata dan tangan, kontrol gerak jari, serta kemampuan menghasilkan coretan bermakna. Pendekatan finger painting terbukti efektif dalam mengoptimalkan keterampilan pramenulis anak melalui aktivitas yang bersifat eksploratif dan menyenangkan. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis sensorimotor dapat digunakan sebagai strategi alternatif dalam menstimulasi kemampuan menulis awal anak usia dini secara optimal.
1579-1585 -
Internalisasi Nilai-Nilai Pancasila Sebagai Upaya Penguatan Rasanasionalisme melalui Kegiatan Membaca
Kholifatur Rohmah , Dewi Pusparini (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.8345 | Check in Google Scholar
Penanaman nilai-nilai Pancasila pada anak usia dini merupakan hal yang penting sebagai upaya dalam memperkuat rasa nasionalisme di era globalisasi. Namun, implementasi nilai-nilai tersebut dalam pembelajaran masih membutuhkan cara yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan nilai-nilai Pancasila untuk menguatkan rasa nasionalisme anak usia dini melalui kegiatan membaca. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan penelitian deskriptif. Subjek penelitian adalah 15 anak usia 5-6 tahun dengan teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan kegiatan membaca melalui buku cerita dan diskusi mampu meningkatkan nilai-nilai Pancasila dan memperkuat rasa nasionalisme. Hal ini terlihat dalam berkembangnya sikap gotong royong, cinta tanah air, disiplin. Anak mampu menunjukkan sikap peduli, bekerjasama, dan menghargai temannya. Proses internalisasi nilai dilakukan dengan empat tahap, yaitu kenali, selidiki, lakukan, dan genapi, yang dilaksanakan dengan aktif dan menyenangkan. Dengan demikian, kegiatan membaca terbukti efektif dalam memperkuat rasa nasionalisme anak usia dini dengan pengalaman belajar yang kontekstual dan bermakna..
1586-1594 -
Pengaruh Game Edukatif Wordwall Open the Box terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Anak Usia 5-6 Tahun
Willya Fitriani, Serli Marlina (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.8315 | Check in Google Scholar
“Rendahnya kemampuan berpikir kritis anak usia 5–6 tahun menjadi permasalahan dalam pembelajaran di Taman Kanak-kanak Islam Mentari Bunda. Hal ini terlihat dari sebagian anak yang belum mampu mengajukan pertanyaan, mengemukakan pendapat, menganalisis permasalahan sederhana, serta mengambil keputusan secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk menguji sejauh mana penggunaan game edukatif Wordwall berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pre-eksperimental melalui desain one-group pretest–posttest. Populasi berjumlah 47 anak, dengan sampel 14 anak kelompok B1 yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji normalitas dan uji paired sample t-test melalui bantuan SPSS 30 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor dari pretest ke posttest dengan nilai signifikansi < 0,05. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan Wordwall memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis anak usia 5–6 tahun.
1595-1602 -
Pengaruh Permainan Tradisional Kucing dan Tikus terhadap Perilaku Sosial Anak Usia 5-6 Tahun
Yelmi Masyarah Nuriman, Serli Marlina (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.8316 | Check in Google Scholar
“Rendahnya kemampuan perilaku sosial pada anak usia dini masih menjadi permasalahan yang dipengaruhi oleh belum optimalnya penerapan metode pembelajaran yang melibatkan interaksi sosial secara aktif. Kondisi ini terlihat dari masih terbatasnya kemampuan anak dalam bekerja sama, mematuhi aturan, serta berinteraksi dengan teman sebaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan permainan tradisional kucing dan tikus terhadap perilaku sosial anak usia 5–6 tahun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pre-eksperimen melalui desain one group pretest-posttest. Subjek penelitian berjumlah 12 anak yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa tes dan lembar observasi yang disusun berdasarkan indikator perkembangan perilaku sosial anak usia dini dan telah melalui proses validasi oleh ahli. Analisis data dilakukan dengan uji statistik parametrik menggunakan bantuan SPSS versi 30, meliputi uji normalitas dan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pre-test sebesar 6,75 mengalami peningkatan menjadi 16,08 pada post-test, dengan persentase kenaikan mencapai 138,22%. Hasil uji paired sample t-test menunjukkan nilai t hitung sebesar -19,364 dengan signifikansi 0,001 < 0,05, yang mengindikasikan adanya perbedaan yang signifikan antara kondisi sebelum dan sesudah perlakuan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa permainan tradisional kucing dan tikus memiliki pengaruh yang signifikan dalam meningkatkan kemampuan perilaku sosial anak usia dini.
1603-1610 -
Kemampuan Regulasi Emosi Anak dengan Latar Belakang Yatim Piatu
Elok Lisdania, Pepi Nuroniah, Roby Naufal Arzaqi (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.8308 | Check in Google Scholar
Penelitian ini menganalisis kemampuan regulasi emosi anak yatim piatu yang mengalami kehilangan kedua orang tua serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi regulasi emosi di lingkungan sekolah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian adalah seorang anak, dengan informan pendukung yaitu guru kelas dan wali anak. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak mampu mengenali dan mengekspresikan emosi secara tepat, khususnya dalam situasi bermain. Namun, kemampuan memahami penyebab munculnya emosi masih terbatas. Anak cenderung menggunakan strategi regulasi emosi berupa menarik diri dan menenangkan diri yang menunjukkan bentuk koping adaptif. Dukungan guru dan wali berperan penting dalam membantu anak mengelola emosi dan beradaptasi dengan pengalaman kehilangan. Temuan ini menegaskan pentingnya dukungan pendidikan yang responsif dalam memperkuat kemampuan regulasi emosi anak yatim piatu pada pendidikan anak usia dini.
1611-1620 -
Efektivitas Play-Based Learning Menggunakan Video Interaktif dalam Meningkatkan Kesadaran Lingkungan Anak Usia Dini
Hikmah Munawaroh, Yuliani Nurani, Sri Wulan (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.8018 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas play-based learning menggunakan video interaktif yang dipadukan dengan praktik lingkungan hands-on dalam menumbuhkan kesadaran lingkungan pada anak usia dini. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen dengan pendekatan pretest–posttest dan kelompok kontrol. Subjek penelitian terdiri atas 30 anak usia 5–6 tahun yang dibagi ke dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, masing-masing berjumlah 15 anak, pada lembaga PAUD di wilayah DKI Jakarta. Kelompok eksperimen memperoleh pembelajaran berbasis bermain dengan dukungan video interaktif bertema lingkungan yang dilanjutkan dengan aktivitas praktik langsung, sedangkan kelompok kontrol mengikuti pembelajaran berbasis bermain konvensional tanpa penggunaan video interaktif. Data dikumpulkan melalui observasi terstruktur dengan menggunakan indikator kesadaran lingkungan. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan inferensial, meliputi uji t independent samples, uji t paired samples, serta analisis N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok eksperimen mengalami peningkatan kesadaran lingkungan yang secara signifikan lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol (p < 0,001). Nilai N-Gain kelompok eksperimen berada pada kategori tinggi (0,80), sedangkan kelompok kontrol berada pada kategori sedang (0,42). Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi video interaktif dengan pembelajaran berbasis bermain dan praktik langsung efektif dalam meningkatkan kesadaran lingkungan pada anak usia dini.
1621-1632 -
Pemetaan Pola Asuh Orang Tua terhadap Anak dengan Autism Spectrum Disorder di Indonesia: Kajian Scoping Review
Daniel Simanjuntak, Muhammad Rasyid Ridho, Zulfikar Ahmad Wildan, Pramesti Pradna Paramita , Wiwin Hendriani , Duta Nurdibyanandaru (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.7545 | Check in Google Scholar
Penelitian ini memetakan pola asuh orang tua anak dengan Autism Spectrum Disorder (ASD) di Indonesia melalui scoping review. Fokus penelitian mencakup: (1) identifikasi jenis pola asuh, (2) eksplorasi faktor sosiodemografis, psikologis, dan budaya yang memengaruhi pilihan pola asuh, serta (3) analisis dampak pola asuh terhadap kemandirian, kemampuan sosial, dan komunikasi anak. Literatur diperoleh dari database Crossref, Scopus, dan Semantic Scholar menggunakan panduan PRISMA-ScR, menghasilkan 22 artikel dari 1009 artikel yang disaring (2015–2025). Hasil menunjukkan bahwa pola asuh demokratis (otoritatif) paling umum dan berdampak positif, sedangkan pola otoriter dan permisif berpotensi menghambat perkembangan anak. Penelitian ini merekomendasikan bagi orang tua, dan praktisi dalam memahami dan mengidentifikasi pola pengasuhan dan faktor-faktornya sehingga dapat meningkatkan kualitas intervensi bagi anak dengan Autism Spectrum Disorder (ASD) di Indonesia.
1633-1641 -
Implementasi Program Micro-Workout Harian dalam Optimalisasi Gerak Dasar Anak Usia Dini
Elfira Zakia Putri, Cahniyo Wijaya Kuswanto (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.8335 | Check in Google Scholar
Perkembangan keterampilan gerak dasar anak usia dini memerlukan stimulasi aktivitas fisik yang dilakukan secara konsisten dan terstruktur. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi program micro-workout harian serta mengkaji perbedaan dan peningkatan kemampuan gerak dasar anak usia dini sebelum dan sesudah implementasi program micro-workout harian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif kualitatif. Subjek penelitian berjumlah 30 anak usia 5–6 tahun yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi kemampuan gerak dasar yang mencakup aspek lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif, serta didukung dokumentasi kegiatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program micro-workout harian yang dilakukan secara rutin, terencana, dan terintegrasi dalam pembelajaran mampu meningkatkan keterlibatan anak. Sebelum program diterapkan, kemampuan gerak dasar anak masih belum optimal, terutama pada aspek keseimbangan, koordinasi, dan kemandirian. Setelah penerapan program, kemampuan gerak dasar anak meningkat pada aspek lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif. Hal ini menunjukan bahwa program micro-workout harian terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan gerak dasar anak usia dini dan dapat dijadikan sebagai alternatif strategi pembelajaran aktif di lembaga pendidikan anak usia dini..


