Vol. 10 No. 4 (2026)
Total Articles: 83 | Total Pages: 798
Issue Coverage: 272 Author(s) from 3 Country(s)
Indonesia (269)
Malaysia (2)
Thailand (1)
Articles
-
Meningkatkan Keterampilan Kerjasama pada Anak Usia Dini Melalui Team Games Tournamament dengan Media Counting Cup
Imroatus Shalehah , Siti Farida (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8483 | Check in Google Scholar
Keterampilan kolaborasi anak-anak di Kelompok B RA Al-Faizin Proppo masih tergolong rendah, menurut hasil observasi awal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah gaya pembelajaran Team Games Tournament (TGT), yang menggunakan media Counting Cup, dapat meningkatkan kemampuan anak dalam bermain kooperatif. Pendekatan Classroom Action Research (CAR) digunakan dalam penelitian ini. Pendekatan ini merupakan proses dua siklus yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Di kelompok B, 22 anak berusia 5 hingga 6 tahun berpartisipasi dalam penelitian ini. Data dianalisis menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan kualitatif, dengan metode kuantitatif mengandalkan observasi dan dokumentasi sebagai metodologi pengumpulan data utama. Pada setiap siklus, data menunjukkan bahwa kemampuan anak-anak untuk bekerja sama meningkat. Nol persen anak-anak pada tahap pra-aksi telah mencapai kategori Berkembang Sangat Baik (BSB) atau Berkembang Sesuai Harapan (BSH). Siklus I menunjukkan peningkatan 32% pada persentase anak yang mencapai kategori BSH dan BSB setelah model TGT, dengan bantuan media Counting Cup, diimplementasikan. Selain itu, indikator keberhasilan ditetapkan pada 80%, dan terdapat peningkatan yang signifikan menjadi 91% pada siklus II. Berdasarkan hasil tersebut, kemampuan kolaborasi anak usia dini dapat ditingkatkan melalui aktivitas pembelajaran yang menarik, interaktif, dan menghibur ketika model Team Games Tournament (TGT) digunakan bersamaan dengan media Counting Cup.
2210-2221 -
Model Pendampingan Parenting Bagi Orang Tua pada Masa Transisi Pendidikan Anak Usia Dini ke Sekolah Dasar Berbasis Huyula
Srivemi Vemi Nuna, Misran Rahman, Mohamad Zubaidi (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8484 | Check in Google Scholar
Proses pendampingan transisi anak menuju SD masih menghadapi berbagai tantangan yang memerlukan perhatian serius dari berbagai pihak seperti kondisi yang ditemui di lapangan pada penilitian ini masih minimnya kesiapan orang tua dalam mendampingi anak ke SD, Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Model Pendampingan Parenting Bagi Orang Tua Pada Masa Transisi Pendidikan Anak Usia Dini Ke Sekolah Dasar Berbasis Huyula. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan model ADDIE yang meliputi tahap Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Pada tahap pengembangan, model divalidasi oleh empat ahli, yaitu ahli Pendidikan Anak Usia Dini, praktisi PAUD, ahli bahasa, dan ahli layout/desain untuk memastikan kelayakan isi, bahasa, dan tampilan. Subjek penelitian adalah orang tua yang memiliki anak usia 5–7 tahun, guru PAUD dan Sekolah Dasar. Hasil penelitian ini menghasilkan suatu model pendampingan yang memiliki kebaruan (novelty). Kebaruan tersebut terletak pada pengembangan model pendampingan parenting berbasis nilai huyula sebagai kearifan lokal masyarakat Gorontalo dalam mendukung masa transisi anak dari PAUD ke SD. Model ini mengintegrasikan pendekatan kolektif berbasis komunitas dalam praktik pengasuhan, yang tidak hanya menekankan peran orang tua, tetapi juga melibatkan guru TK, guru SD, serta lingkungan sosial secara aktif. Selain itu, model ini bersifat kontekstual karena mengoperasionalkan nilai-nilai budaya lokal ke dalam strategi pendampingan yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
2222-2231 -
Inovasi Pembelajaran Keaksaraan Anak Berbasis Montessori dengan Media Sandpaper Letters
Indrawati Indrawati, Sirjon Sirjon, Retno Handasah, Petronela Suripatty, Fitriani Fitriani, Etty Manalu, Neli Aprianti (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8280 | Check in Google Scholar
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya kemampuan keaksaraan anak, khususnya dalam mengenal huruf, menulis permulaan, dan membaca permulaan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan keaksaraan anak melalui penerapan metode pembelajaran Montessori berbantuan media sandpaper letters. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah 13 anak kelompok B. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Montessori berbantuan media sandpaper letters efektif dalam meningkatkan kemampuan keaksaraan anak. Hal ini ditunjukkan oleh peningkatan capaian klasikal dari 65% pada siklus I menjadi 93% pada siklus II dengan kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) dan Berkembang Sangat Baik (BSB). Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan metode Montessori dengan media sandpaper letters dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran yang efektif dalam mengembangkan kemampuan keaksaraan anak usia dini.
2239-2244 -
Meningkatkan Konsentrasi Belajar Melalui Ice Breaking pada Anak di Taman Kanak-Kanak
Ernita Setiawati, Nurhafizah Nurhafizah (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8686 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan konsentrasi belajar anak usia 5–6 tahun di TK Budi Bhakti melalui kegiatan ice breaking. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan subjek 14 anak. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan ice breaking efektif meningkatkan konsentrasi belajar anak. Rata-rata persentase konsentrasi belajar meningkat dari 35% pada tahap pra-penelitian menjadi 50% pada siklus I dan 83% pada siklus II. Temuan ini menunjukkan bahwa kegiatan ice breaking yang menarik dan sesuai dengan karakteristik anak mampu meningkatkan fokus, keterlibatan, serta kemampuan anak dalam mengikuti pembelajaran. Kegiatan ice breaking direkomendasikan untuk diterapkan secara rutin sebagai salah satu strategi pembelajaran yang dapat membantu meningkatkan konsentrasi anak usia dini selama mengikuti proses belajar.
2245-2257 -
Transmisi Bahasa dan Nilai-Nilai Budaya Antargenerasi melalui Ritual Adat: Studi Enkulturasi di Masyarakat Karampuang Indegen
Andi Muh. Akbar, Gunarni Dwi Lestari, Widodo Widodo, Mardliyah Sjafiatul, Yulianingsih Wiwin (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8474 | Check in Google Scholar
Penelitian ini menganalisis peran tradisi massuro ade’ sebagai ruang enkulturasi bahasa dan nilai budaya lokal anak usia dini pada masyarakat adat Karampuang di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan. Pendekatan Kualitatif dengan desain etnografi digunakan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, dengan informan kunci meliputi pemangku adat, sesepuh kampung, tokoh pemuda, dan pihak pemerintah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Mekanisme pembelajaran bahasa berlangsung secara alami melalui kehadiran langsung, pengulangan tuturan, dan pemaknaan kontekstual. (2) Interaksi antargenerasi menciptakan ruang belajar yang dialogis dan partisipatif dalam mewariskan nilai, norma, dan identitas budaya lokal. (3) Faktor penghambat enkulturasi meliputi modernisasi, minimnya dukungan pemerintah, dan rendahnya minat generasi muda. Secara teoritis, penelitian ini memperkuat konsep enkulturasi sebagai proses pendidikan informal berbasis komunitas. Secara praktis, temuan ini menjadi landasan pengembangan model pembelajaran anak usia dini berbasis kearifan lokal untuk pelestarian bahasa daerah dan pembangunan karakter sejak dini.
2269-2278 -
Pemetaan Praktik Pedagogis Guru dalam Mendukung Perilaku Prososial dan Mengelola Agresivitas Anak Usia Dini
Ammi Osa Pakpahan, Lia Mawarsari Boediman (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8519 | Check in Google Scholar
Perilaku prososial dan agresif merupakan indikator penting dalam perkembangan sosial-emosional anak usia dini yang dipengaruhi oleh peran guru di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik pedagogis guru dalam mendukung perilaku prososial dan mengelola agresivitas anak usia dini. Menggunakan metode Systematic Literature Review terhadap lima belas artikel empiris yang diterbitkan pada tahun 2016–2026. Artikel diperoleh melalui basis data Scopus, ProQuest, ScienceDirect, dan Taylor & Francis, kemudian dipilih berdasarkan kriteria inklusi yang mencakup anak usia dini, praktik pedagogis guru, serta perilaku prososial dan/atau perilaku agresif anak. Hasil kajian menunjukkan tiga tema utama yaitu kualitas relasi dan interaksi guru-anak, strategi pendekatan pedagogis, serta intervensi berbasis guru. Temuan ini menyimpulkan bahwa praktik pedagogis yang hangat, responsif, terstruktur dan berbasis pengalaman sosial efektif dalam mengoptimalkan perilaku sosial anak, serta berkontribusi dalam memetakan strategi pembelajaran sosial-emosional di pendidikan anak usia dini.
2279-2289 -
Tantangan Integrasi Media Pembelajaran Berbasis Teknologi Digital dan Artificial Intelligence (AI) pada Implementasi Deep Learning di Pendidikan Anak Usia Dini
Nelti Rizka, Sukasih Sukasih , Hafiko Andresni , Siti Fadilah (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8527 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tantangan integrasi media pembelajaran berbasis teknologi digital dan Artificial Intelligence (AI) dalam implementasi deep learning di satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, survei, dan dokumentasi terhadap kepala sekolah dan guru PAUD. Analisis data dilakukan menggunakan teknik coding melalui tahapan member checking, rich text description, dan audit trail. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa tantangan utama integrasi media pembelajaran berbasis teknologi digital dan AI di PAUD meliputi rendahnya kompetensi digital guru, akses internet, serta minimnya pelatihan pemanfaatan AI. Satuan PAUD sudah mulai menggunakan video pembelajaran, smartphone, Interactive Flat Panel (IFP), Smart TV, dan audio edukatif, namun penggunaannya masih bersifat sederhana dan belum terintegrasi secara optimal dalam implementasi deep learning. Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) juga masih sangat terbatas karena rendahnya kompetensi digital guru dan minimnya pelatihan. Faktor pendukung meliputi tersedianya perangkat teknologi, akses sumber belajar digital, motivasi guru, serta dukungan kebijakan pendidikan. Adapun faktor penghambat meliputi keterbatasan sarana prasarana, akses internet, kompetensi digital guru, serta kekhawatiran terhadap dampak penggunaan gadget pada anak usia dini.
2290-2297 -
Pengaruh Gentle Parenting dengan Perilaku Prososial: Analisis Regresi pada Anak Usia 4–6 Tahun
Raiyannisah Alya, Naili Rohmah (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8622 | Check in Google Scholar
Pola asuh orang tua berperan penting dalam membentuk perilaku tersebut, salah satunya melalui pendekatan Gentle Parenting yang menekankan empati, kedekatan emosional, dan disiplin positif. Namun, penelitian empiris yang mengkaji hubungan langsung antara Gentle Parenting dan perilaku prososial masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Gentle Parenting terhadap perilaku prososial anak usia 4–6 tahun. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif kausal melalui analisis regresi linier sederhana. Data dikumpulkan melalui angket, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan 40 responden yang terdiri atas orang tua dan anak usia 4–6 tahun di TK ABA 61 Semarang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gentle Parenting tidak berpengaruh signifikan terhadap perilaku prososial (p = 0,344 > 0,05) dengan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,024. Artinya, hanya 2,4% variasi perilaku prososial dijelaskan oleh Gentle Parenting, sedangkan 97,6% dipengaruhi oleh factor lain. Temuan ini menunjukkan bahwa perilaku prososial dipengaruhi oleh berbagai faktor internal dan eksternal, seperti kecerdasan emosional, interaksi teman sebaya, dan lingkungan sosial. Oleh karena itu, upaya meningkatkan perilaku prososial perlu dilakukan secara komprehensif melalui pola asuh, pengembangan emosi, dan interaksi sosial dalam pendidikan anak usia dini.
2298-2306 -
Reposisi Trial Class dalam Manajemen Peserta Didik Berbasis Asesmen Awal: Studi Kasus di PAUD
Meinawati Eka Nur Fadhila, Nanda Regitha Wahdani Gawis, Kaniati Amalia, Muhamad Sholeh (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8569 | Check in Google Scholar
Manajemen peserta didik di lembaga PAUD umumnya masih terbatas pada fungsi administratif, sementara program Trial Class kerap dipandang sekadar sebagai strategi promosi tanpa dikaji perannya secara manajerial. Penelitian ini bertujuan menganalisis reposisi Program Trial Class sebagai instrument manajemen peserta didik berbasis asesmen awal di KB-TK Labschool UNESA 1. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Trial Class berfungsi tidak hanya sebagai sarana promosi, tetapi juga sebagai instrument strategis dalam manajemen peserta didik. Program ini mendukung adaptasi anak terhadap lingkungan sekolah, memfasilitasi asesmen awal karakteristik dan kebutuhan perkembangan peserta didik, memperkuat kepercayaan orang tua melalui pengalaman belajar yang autentik, serta membantu sekolah dalam menyusun komposisi kelas dan strategi pembelajaran. Secara teoretis, temuan ini memperkuat konsep child-centered student management sebagai kerangka pengelolaan peserta didik yang berpusat pada data perkembangan anak. Secara praktis, penelitian ini memberikan implementasi Trial Class yang dapat diadaptasi oleh lembaga PAUD lain sebagai instrument asesmen awal yang terintegrasi dalam sistem penerimaan peserta didik baru.
2307-2319 -
Analisis Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah terhadap Kinerja Guru
Retno Wulandari, Eka Sapti Cahya Ningrum , Prayitno Prayitno (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8510 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara kontekstual gaya dan pola kepemimpinan kepala sekolah serta penerapannya terhadap kinerja guru dalam pendidikan anak usia dini. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-analitis melalui teknik observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber dan teknik. Penelitian ini melibatkan 1 kepala sekolah dan 4 guru yang mengajar di TK Harapan Bunda Musi Banyuasin Palamebang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah mengimplementasikan pola kepemimpinan hibrid yang mengintegrasikan dimensi transformasional dan demokratis. Praktik ini tercermin dalam konstruksi visi kolektif, pemberdayaan profesional guru, serta penguatan budaya kerja kolaboratif. Secara empiris, kepemimpinan tersebut berkontribusi terhadap peningkatan kinerja guru, terutama pada aspek motivasi intrinsik, kreativitas pedagogik, kedisiplinan, dan profesionalisme. Namun demikian, efektivitas implementasi masih menghadapi kendala struktural berupa keterbatasan sumber daya, rendahnya literasi digital, serta belum optimalnya penguatan budaya organisasi adaptif. Temuan ini menegaskan bahwa kepemimpinan kontekstual dan berorientasi keberlanjutan merupakan determinan kunci dalam peningkatan mutu pendidikan anak usia dini.
2320-2327 -
Pengelolaan Screen Time Anak Usia Dini dalam Keluarga: Studi Kasus tentang Pengawasan, Pendampingan, dan Tantangan Orang Tua
Lukman Hakim, Kristiyuana Kristiyuana (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8487 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi praktik digital parenting dalam pengelolaan screen time anak usia dini di lingkungan keluarga. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus terhadap lima orang tua yang memiliki anak usia 2–6 tahun. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur dan dianalisis menggunakan analisis tematik dengan bantuan perangkat lunak NVivo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan gadget pada anak usia dini umumnya digunakan untuk hiburan, media belajar, serta membantu aktivitas pengasuhan sehari-hari, terutama saat makan atau ketika orang tua bekerja. Orang tua menerapkan berbagai bentuk pengawasan seperti pembatasan durasi, pendampingan penggunaan, dan seleksi konten digital. Penelitian ini juga menemukan adanya dampak positif berupa peningkatan kosakata dan kepercayaan diri anak, namun tetap terdapat kekhawatiran terhadap potensi ketergantungan gadget. Keterlibatan aktif orang tua menjadi faktor utama dalam pengelolaan screen time anak usia dini. Penelitian memberikan implikasi praktis bahwa pengelolaan screen time pada anak usia dini perlu didukung oleh pendampingan aktif, komunikasi yang baik, dan konsistensi aturan dalam keluarga, serta dapat menjadi rujukan bagi orang tua dan pendidik PAUD dalam membangun praktik digital parenting yang sesuai dengan tahap perkembangan anak.
2328-2338 -
Perilaku Prososial Anak Usia Dini: Pengaruh Keterlibatan Ayah pada Aspek Responsibility
Dini Putri Pratiwi, Deri Hendriawan, Nenden Sundari, Iik Nurulpaik (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8612 | Check in Google Scholar
Keterlibatan ayah merupakan salah satu aspek pengasuhan yang berhubungan dengan perkembangan perilaku prososial anak usia dini. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh keterlibatan ayah terhadap perkembangan perilaku prososial anak usia dini dengan mengidentifikasi dimensi keterlibatan ayah yang paling dominan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional yang melibatkan 55 ayah dan 55 anak usia 4–6 tahun di Kabupaten Tangerang. Data dikumpulkan melalui kuesioner keterlibatan ayah dan lembar observasi perilaku prososial dengan skala Likert 1–4. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment dan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi responsibility merupakan aspek keterlibatan ayah dengan capaian tertinggi (90,9%), sedangkan aspek kooperatif menunjukkan capaian tertinggi perilaku prososial anak (81,4%). Keterlibatan ayah berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku prososial anak (r = 0,464; R² = 0,215; p < 0,001). Temuan ini menunjukkan bahwa keterlibatan ayah, khususnya pada dimensi responsibility, berkontribusi terhadap perkembangan perilaku prososial anak usia dini.
2339-2353 -
Financial Management to Enhance the Professionalism of Elementary School Teachers
Desi Ratia Citra, Amiruddin Siahaan, Fatkhur Rohman (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8704 | Check in Google Scholar
Educational financing supports teachers’ professional development in elementary schools. This study analyzes the planning, implementation, supervision, and evaluation of educational financing and its contribution to teacher professionalism at UPTD SD Negeri 015917 Sipaku Area. The study employed a qualitative approach involving the principal, treasurer, and teachers chosen purposively. Data were collected through observation, semi-structured interviews, and documentation, then analyzed using Miles and Huberman’s model. The findings show that the school prepared the RKAS participatively, allocated 10–15% of BOS funds for continuing professional development, distributed the budget according to needs and a rotation system, and conducted supervision through the principal, TPMPS, school supervisor, and ARKAS. Post-training evaluation was conducted for three to four weeks. The financing strengthened teachers’ abilities to prepare teaching modules, implement differentiated instruction, participate in KKG/MGMP, conduct classroom action research, and build collaboration. These findings confirm that participatory, transparent, targeted, and accountable financing can sustainably improve teacher professionalism.
2354-2361 -
Integrasi STEAM dalam Kurikulum Merdeka: Praktik Pengajaran Adaptif, Tantangan Implementasi, dan Hasil Pembelajaran Kontekstual dalam Pendidikan Anak Usia Dini
Dani Arianto, Yennizar N, Maisarah Gusvita, Syifah Fajria (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8570 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan menganalisis integrasi STEAM dalam Kurikulum Merdeka pada PAUD dengan menelaah praktik adaptif guru, tantangan implementasi, dan capaian belajar kontekstual yang muncul pada anak usia dini. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas tiga informan kunci, yaitu satu kepala TK dan dua guru kelas TK A yang terlibat langsung dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran; observasi dilakukan pada kegiatan belajar anak TK A usia 4-5 tahun. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, verifikasi, serta triangulasi teknik dan sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi STEAM dilaksanakan melalui pola Eksplorasi-Simulasi-Autentik (ESA) pada tema transportasi darat. Anak memperoleh pengalaman mengenal fungsi kendaraan, simbol lalu lintas, klasifikasi bentuk dan warna, kerja sama, komunikasi, serta representasi visual melalui aktivitas bermain. Tantangan utama meliputi keterbatasan media, manajemen waktu, dan kebutuhan pendampingan guru. Temuan ini menegaskan bahwa Kurikulum Merdeka berbasis STEAM dapat dikembangkan secara kontekstual melalui media sederhana, lingkungan sekitar, dan dukungan kelembagaan
2362-2370 -
Pengembangan Kartu Seri Bergambar dalam Meningkatkan Kemampuan Bahasa Reseptif Pada usia 5-6 tahun
Luvitha Sari, Novita Ashari, Sri Mulianah , A. Tien Asmara Palintan (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8650 | Check in Google Scholar
Kemampuan bahasa reseptif anak usia dini masih menjadi tantangan dalam pembelajaran, khususnya dalam memahami alur cerita, menangkap pesan, dan mengikuti instruksi yang disampaikan melalui media pembelajaran. Penelitian terdahulu umumnya berfokus pada penggunaan media digital atau permainan tertentu, sedangkan pengembangan media konkret berbasis kearifan lokal untuk meningkatkan kemampuan bahasa reseptif masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media kartu seri bergambar berbasis dongeng cerita rakyat Parepare untuk meningkatkan kemampuan bahasa reseptif anak usia 5–6 tahun. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) model Borg & Gall dengan melibatkan 20 peserta didik yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, angket validasi ahli materi dan ahli media, angket respon guru, serta tes kemampuan bahasa reseptif anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media yang dikembangkan memperoleh tingkat validitas sebesar 84,75% (sangat baik), kepraktisan sebesar 93,33% (sangat baik), dan keefektifan sebesar 72,08% (baik), dengan rata-rata keseluruhan sebesar 83,39% yang termasuk kategori sangat baik. Temuan ini menunjukkan bahwa media kartu seri bergambar berbasis cerita rakyat lokal valid, praktis, dan efektif digunakan untuk meningkatkan kemampuan bahasa reseptif anak usia dini. Secara praktis, media ini dapat menjadi alternatif bagi guru dalam menyediakan pembelajaran bahasa yang lebih interaktif, kontekstual, dan berorientasi pada pelestarian budaya lokal.
2371-2381 -
Strategi Pedagogi Berbasis Budaya dalam Mengembangkan Kemandirian Anak Usia Dini
Soviana Nadia, Imron Arifin, Yudithia Dian Putra (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8503 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan mengkaji secara komprehensif dan menguraikan secara mendalam strategi pedagogi berbasis budaya dalam mengembangkan kemandirian anak usia dini. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus yang dilaksanakan di TK Al-Miftah Pamekasan. Sumber data penelitian meliputi guru, kepala sekolah, anak, serta dokumen pembelajaran yang relevan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis melalui kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dengan pendekatan interpretatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pedagogi berbasis budaya diwujudkan melalui empat aspek utama, yaitu pembiasaan rutin, integrasi nilai-nilai budaya lokal dalam kegiatan pembelajaran, peran guru sebagai fasilitator dan teladan, serta penciptaan lingkungan belajar yang mendorong eksplorasi, tanggung jawab, dan pengambilan keputusan sederhana oleh anak. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi pedagogi berbasis budaya mampu mendukung perkembangan kemandirian anak secara lebih kontekstual dan bermakna. Secara praktis, hasil penelitian dapat menjadi acuan bagi guru dalam merancang pembelajaran yang mengintegrasikan budaya lokal untuk mengembangkan kemandirian anak usia dini. Secara teoretis, penelitian ini memperkaya kajian tentang strategi pedagogi berbasis budaya sebagai pendekatan yang relevan dalam penguatan karakter dan kemandirian anak usia dini.
2382-2390 -
Pembelajaran Bermain Konstruktivistik melalui Stimulasi, Eksplorasi, dan Refleksi dalam Mengembangkan Kemampuan Kognitif Anak Usia 5–6 Tahun
Shabrina Adilah Rafaiyah , Imron Arifin, Yudithia Dian Putra (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8495 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembelajaran bermain konstruktivistik melalui tahapan stimulasi, eksplorasi, dan refleksi dalam mengembangkan kemampuan kognitif anak usia 5–6 tahun. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus yang dilaksanakan di RA Bina Umat Namlea, Kabupaten Buru, Maluku selama tiga bulan. Subjek penelitian terdiri atas 27 anak usia 5–6 tahun, 3 guru kelas, 1 kepala sekolah, dan 5 orang tua yang dipilih secara purposive berdasarkan keterlibatan mereka dalam proses pembelajaran. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan member check. Analisis data menggunakan model analisis interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran bermain konstruktivistik dilaksanakan melalui tiga tahapan utama, yaitu stimulasi, eksplorasi, dan refleksi yang menempatkan anak sebagai subjek aktif dalam proses belajar. Aktivitas bermain manipulatif, simbolik, dan eksploratif terbukti mendukung perkembangan kemampuan klasifikasi, pemecahan masalah, dan penalaran logis anak. Selain itu, interaksi sosial dan scaffolding yang diberikan guru berperan penting dalam memperkuat proses konstruksi pengetahuan anak. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran bermain konstruktivistik merupakan pendekatan yang efektif untuk mengoptimalkan perkembangan kognitif anak usia dini.
2391-2401 -
Pengembangan Buku Pembelajaran Sains Berbasis 3R (Reduce, Reuse, Recycle) Konteks Pesisir untuk Menstimulasi Sikap Peduli Lingkungan Anak Usia Dini
Nada Khairiah, Fitri April Yanti, Didik Suryadi (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8470 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan buku pembelajaran sains berbasis prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dalam konteks pesisir untuk meningkatkan sikap peduli lingkungan pada anak usia dini. Penelitian ini menerapkan Research and Development (R&D) dengan model 4-D Thiagarajan yang terdiri dari define, design, develop dan disseminate. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, angket validasi ahli materi, media, dan bahasa, angket penilaian produk dan dampak terhadap anak menggunakan skala likert 1–4, melibatkan 19 anak dan 3 guru pengamat. Data dianalisis secara deskriptif dan kuantitatif melalui persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku pembelajaran sains berbasis 3R konteks Pesisir yang dikembangkan efektif dalam meningkatkan sikap peduli lingkungan pada anak usia 5–6 tahun. Validasi ahli memperoleh rata-rata 96,91%, sedangkan penilaian guru mencapai rata-rata 95% menunjukkan kategori sangat layak dan efektif. Dengan demikian, buku dinyatakan layak dan efektif untuk digunakan pembelajaran.
2402-2412 -
Perkembangan Bahasa Anak Usia Dini: Pendekatan Integratif Kognitif, Sosiokultural, dan Ekologis
Dinar Nur Inten, Asep Supena, Sri Indah Pujiastuti (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8539 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan bahasa anak usia dini berdasarkan perspektif kognitif, sosiokultural, dan ekologis. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan partisipan 62 anak usia dini dan orang tuanya, serta enam guru pada salah satu PAUD/RA di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Data dikumpulkan melalui observasi, kuesioner guru, dan kuesioner orang tua, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi sosial anak berkembang lebih optimal dibandingkan kemampuan linguistik strukturalnya. Capaian interaksi verbal dengan teman sebaya (4,00) dan aktivitas bercerita bersama orang tua di rumah (3,89), sedangkan kemampuan menyusun kalimat lisan (3,31). Interaksi sosial dan lingkungan keluarga berperan penting dalam memperkuat perkembangan bahasa anak. Simpulan menegaskan perkembangan bahasa anak berlangsung secara optimal melalui sinergi perspektif kognitif, sosiokultural, dan ekologis. Implikasi praktisnya, pendidik PAUD perlu merancang pembelajaran yang terintegrasi dengan stimulasi komunikasi yang konsisten antara sekolah dan keluarga.
2413-2426 -
Pengembangan Motorik Kasar Anak Usia Dini melalui Pembelajaran Tari Tradisional: Sebuah Literature Review
Diah Ayu Puspita, Angraeny Unedia Rachman, Asti Bhawika Adwitiya (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8644 | Check in Google Scholar
Perkembangan motorik kasar merupakan aspek penting yang memerlukan stimulasi sejak usia dini melalui pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik anak. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas pembelajaran tari tradisional dalam mengembangkan motorik kasar anak usia dini. Penelitian menggunakan metode Studi literature review dengan menganalisis 15 artikel nasional dan 10 artikel internasional yang diterbitkan pada tahun 2021 sampai 2025. Artikel tersebut dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif untuk mengidentifikasi pola temuan penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran tari tradisional secara terus menerus meningkatkan koordinasi gerak, keseimbangan, kelincahan, kekuatan otot, serta kemampuan lokomotor dan nonlokomotor anak. Selain itu, kegiatan menari juga mengembangkan kreativitas, kepercayaan diri, kemampuan sosial, dan apresiasi terhadap budaya lokal. Dengan demikian, pembelajaran tari tradisional layak diterapkan sebagai alternatif pembelajaran yang efektif untuk mengoptimalkan perkembangan motorik kasar anak usia dini dan juga mendukung pelestarian budaya sejak usia dini.
2427-2439 -
Meningkatkan Nilai Moral Anak Usia Dini melalui Integrasi Cerita Rakyat dalam Pembelajaran
Luluk Ull Jannah, Istikomah Istikomah, Wiwin Narti (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8645 | Check in Google Scholar
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena degradasi moral dan krisis karakter pada anak Kelompok B di RA Tarbiyah Islamiyah Tanjung Agung, seperti rendahnya kepatuhan, ketidaksabaran, konflik antar-siswa, serta minimnya penggunaan kata santun. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menguji peningkatan nilai-nilai karakter anak usia dini melalui penerapan model pembelajaran berbasis integrasi cerita rakyat Bungo. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus terhadap 15 anak didik. Data dikumpulkan menggunakan instrumen lembar observasi terstruktur dan catatan lapangan, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis persentase ketercapaian indikator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi cerita rakyat Bungo melalui media audio-visual dan lembar aktivitas terbukti efektif meningkatkan nilai karakter anak. Peningkatan signifikan terlihat dari lonjakan persentase anak yang mencapai kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) dan Berkembang Sangat Baik (BSB), yaitu dari 26,67% pada Siklus I menjadi 86,67% pada Siklus II. Simpulan penelitian ini adalah integrasi cerita rakyat lokal dalam pembelajaran efektif meningkatkan nilai karakter religiositas, kemandirian, kejujuran, dan sopan santun anak usia dini.
2440-2451 -
Bauran Pemasaran dalam Keterbatasan Regulasi: Strategi Adaptif pada Lembaga PAUD Negeri
Prita Indriawati, Anita Dwi Basuki, Agus Santosa, Siti Yulianah, Titi Wurdiyanti, Nurlaili Nurlaili (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8684 | Check in Google Scholar
Penelitian ini mengkaji penerapan bauran pemasaran jasa pada lembaga pendidikan anak usia dini negeri yang beroperasi di bawah batasan regulasi. Melalui studi kasus kualitatif di TK Negeri Pembina I Balikpapan, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Dengan menggunakan kerangka kerja bauran pemasaran 7P, temuan penelitian menunjukkan bahwa regulasi pemerintah membatasi fleksibilitas manajerial pada dimensi Harga (Price), Promosi (Promotion), dan Bukti Fisik (Physical Evidence). Alih-alih melemahkan daya saing, batasan-batasan tersebut justru mendorong strategi adaptif melalui penguatan aspek Produk (Product), Sumber Daya Manusia (People), dan Proses (Process), yang didukung oleh lokasi strategis. Upaya-upaya ini meningkatkan kepercayaan masyarakat dan berkontribusi pada peningkatan jumlah pendaftar murid. Penelitian ini mengusulkan konsep Regulatory-Constrained Marketing Mix (Bauran Pemasaran dengan Batasan Regulasi), yang mengintegrasikan Teori Bauran Pemasaran 7P dan Teori Institusional untuk menjelaskan bagaimana organisasi pendidikan negeri mempertahankan daya saing dalam kondisi yang sangat diatur oleh regulasi. Temuan ini memperluas penerapan teori bauran pemasaran dengan menunjukkan bahwa batasan regulasi dapat memicu inovasi layanan dan diferensiasi institusional, bukan sekadar membatasi kinerja organisasi.
2452-2463 -
Perspesi Orang Tua Anak Prasekolah terhadap Permainan Berisiko di Luar Ruangan
Siti Munawarah, Dini Anggia, Wafi Afiqah (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8477 | Check in Google Scholar
Permainan berisiko di luar ruangan merupakan aktivitas yang penting untuk mendukung perkembangan fisik, sosial, emosional, dan kemampuan pengambilan keputusan anak prasekolah. Namun, meningkatnya kekhawatiran orang tua terhadap keselamatan anak sering kali membatasi kesempatan anak untuk terlibat dalam aktivitas tersebut. Meskipun berbagai penelitian telah menyoroti manfaat permainan berisiko, kajian mengenai bagaimana orang tua memaknai keseimbangan antara risiko dan manfaat permainan berisiko pada anak prasekolah masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis persepsi orang tua terhadap permainan berisiko di luar ruangan pada anak prasekolah serta faktor-faktor yang memengaruhi persepsi tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan melibatkan 57 orang tua anak prasekolah yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) sebagian besar orang tua mengakui manfaat permainan berisiko dalam mengembangkan kemandirian, keberanian, dan kemampuan pemecahan masalah anak; (2) kekhawatiran terhadap cedera fisik dan keamanan lingkungan menjadi faktor utama yang membatasi pemberian kesempatan bermain; (3) pengalaman pengasuhan, paparan informasi, dan kondisi lingkungan memengaruhi tingkat penerimaan orang tua terhadap permainan berisiko; serta (4) orang tua cenderung mendukung permainan berisiko apabila tersedia pengawasan dan lingkungan yang dianggap aman.
2464-2471 -
Program SANBERQU (Santai Bersama Alqur’an) dalam Pembentukan Karakteristik Siswa di SMP Negeri 40 Medan
Mhd. Rifky Azmi, Hasrian Rudi Setiawan (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8785 | Check in Google Scholar
Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji pelaksanaan Program SANBERQU (Santai Bersama Al-Qur’an) dalam membentuk karakter siswa di UPT SMP Negeri 40 Medan, sekaligus mengidentifikasi faktor-faktor yang turut memengaruhi keterlaksanaannya. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan data dihimpun melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi terhadap kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Islam, guru mata pelajaran, serta siswa sebagai informan kunci. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Program SANBERQU berkontribusi dalam membangun karakter religius siswa melalui pembiasaan tilawah Al-Qur’an, pelaksanaan salat berjamaah, dan penyampaian ceramah keagamaan yang sarat nilai akhlak serta ajaran Islam. Program ini turut membuka ruang bagi siswa untuk memperdalam pemahaman keagamaan, memupuk kedisiplinan dan rasa tanggung jawab, serta memperkuat pengamalan nilai-nilai keislaman dalam keseharian. Keberlangsungan program ini ditopang oleh komitmen kepala sekolah, keterlibatan aktif para guru, dan kolaborasi seluruh warga sekolah dalam mewujudkan iklim pendidikan yang religius. Di sisi lain, teridentifikasi pula sejumlah kendala, antara lain masih terbatasnya pemahaman keagamaan sebagian siswa, rendahnya motivasi mengikuti kegiatan keagamaan, serta pengaruh arus teknologi dan globalisasi terhadap minat belajar agama. Dengan demikian, Program SANBERQU dapat dipandang sebagai salah satu ikhtiar sekolah dalam membentuk karakter religius siswa secara berkelanjutan melalui pembiasaan nilai-nilai keagamaan.
2472-2476 -
Pengaruh Lingkungan dan Paparan Gadget terhadap Pemerolehan Bahasa Anak Usia Usia Dini
Annisa Nurul Insani, Aulia Fitriyah, Dona Aji Kurnia Putra (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.7889 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh lingkungan dan paparan gadget terhadap pemerolehan bahasa anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan subjek dua anak laki-laki berusia lima tahun berinisial RES dan MFM. Data penelitian berupa transkrip tuturan anak yang dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan signifikan: RES dengan paparan gawai tinggi dan minim stimulasi cenderung menghasilkan tuturan sederhana, imitatif, dan nonfungsional. Sebaliknya, MFM dengan paparan gawai rendah dan lingkungan komunikatif menunjukkan pemerolehan bahasa yang lebih kompleks dan fungsional. Temuan ini menegaskan bahwa kualitas stimulasi verbal lingkungan berperan lebih dominan dibandingkan paparan gawai dalam mendukung perkembangan bahasa anak. Secara teoretis, penelitian ini memperkaya kajian literasi digital dalam pemerolehan bahasa anak usia dini. Secara praktis, hasil ini memberikan panduan bagi orang tua dan pendidik dalam mengelola lingkungan linguistik dan penggunaan gawai secara bijak
2478-2489 -
Pengaruh Kegiatan Motorik Kasar Terstruktur terhadap Motivasi Belajar Anak Usia Dini: Pendekatan Self-Determination Theory
Widiyawati Widiyawati, Iman Nurjaman, Nurul Fitria Kumala Dewi (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8666 | Check in Google Scholar
Motivasi belajar merupakan salah satu faktor penting yang mendukung keberhasilan proses pembelajaran pada anak usia dini. Namun, pembelajaran di lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) masih didominasi oleh aktivitas yang berpusat pada guru sehingga kesempatan anak untuk bergerak dan belajar melalui pengalaman langsung relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kegiatan motorik kasar terhadap motivasi belajar anak usia dini di RA Nurul Hikmah Kota Tangerang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi experiment dan desain non-equivalent control group design. Sampel penelitian berjumlah 40 anak yang terdiri atas 20 anak pada kelompok eksperimen dan 20 anak pada kelompok kontrol. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi motivasi belajar dan dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, paired sample t-test, dan independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar anak pada kelompok eksperimen meningkat lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol. Rata-rata skor motivasi belajar kelompok eksperimen meningkat dari 47,95 menjadi 56,20, sedangkan kelompok kontrol meningkat dari 48,95 menjadi 51,75. Hasil independent sample t-test menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok setelah perlakuan diberikan dengan nilai signifikansi kurang dari 0,05. Dengan demikian, kegiatan motorik kasar berpengaruh signifikan terhadap peningkatan motivasi belajar anak usia dini.
2490-2498 -
Analisis Regresi Kontribusi Keterlibatan Ayah terhadap Perkembangan Emosi Anak Usia Dini
Silvie Mil, Jessica Anisa Pratama (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8780 | Check in Google Scholar
Perkembangan emosi merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan anak usia dini karena berperan dalam kemampuan mengenali, mengendalikan, dan mengekspresikan emosi mereka dengan benar. Keterlibatan ayah dalam pengasuhan diyakini memberikan kontribusi terhadap pembentukan perkembangan emosi anak, namun perannya masih belum optimal dalam berbagai konteks pengasuhan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh keterlibatan ayah dalam pengasuhan terhadap perkembangan emosional anak usia empat hingga enam tahun. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain survei ekspanatori.Responden penelitian adalah ayah yeng memiliki anak usia empat sampai lima tahun dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah memenuhi persayaratan validitas dan reliabilitas, kemudian dianalisis menggunakan analisis regresi linier sederhana. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan ayah memiliki pengaruh positif terhadap perkembangan emosi anak. Semakin tinggi kualitas keterlibatan ayah dalam pengasuhan, semakin baik kemampuan anak dalam mengenali, mengendalikan, dan mengekspresikan emosi secara baik. Temuan ini menegaskan pentingnya memperkuat peran ayah sebagai bagian dari pengasuhan dan kemitraan keluarga dalam mendukung perkembangan emosi anak usia dini serta memberikan kotribusi bagi pengembangan program pengasuhan yeng lebih inklusi.
2490-2498 -
Menyeimbangkan Waktu Layar dan Perkembangan Holistik pada Pendidikan Anak Usia Dini: Sebuah Tinjauan Praktik Pembelajaran Digital
Nindia Lu'luil Maknun, Rusi Novi Safitri, Zaerul Ikhwanudin (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8699 | Check in Google Scholar
Perkembangan teknologi digital telah mengubah praktik pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), sekaligus menimbulkan tantangan terkait penggunaan screen time dan perkembangan holistik anak. Penelitian ini bertujuan meninjau praktik pembelajaran digital di PAUD serta mengidentifikasi strategi untuk menyeimbangkan penggunaan teknologi dengan perkembangan kognitif, sosial-emosional, bahasa, fisik, dan moral anak. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan menelaah artikel ilmiah terindeks Scopus dan SINTA yang diterbitkan pada 2017–2026. Literatur dianalisis melalui tahap identifikasi, penyaringan, penilaian kualitas, dan sintesis. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan teknologi digital yang sesuai usia, terarah, dan didampingi dapat meningkatkan minat belajar, kreativitas, kemampuan membaca dasar, dan pemecahan masalah. Sebaliknya, penggunaan layar secara berlebihan berpotensi mengurangi aktivitas fisik, interaksi sosial, kemampuan regulasi emosi, dan perkembangan bahasa. Oleh karena itu, penerapan teknologi dalam PAUD perlu diimbangi dengan pengaturan durasi screen time, aktivitas bermain aktif, pendampingan guru dan orang tua, serta pemilihan konten digital yang berkualitas dan sesuai tahap perkembangan. Teknologi perlu ditempatkan sebagai sarana pendukung pembelajaran, bukan pengganti pengalaman belajar nyata, untuk mendukung perkembangan anak secara holistic.
2498-2508 -
Kurikulum Bystander Berbasis Empati untuk Menumbuhkan Keberanian Sosial Anak Usia Dini
Shally Jagis Bararena, Ika Budi Maryatun (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8339 | Check in Google Scholar
Perilaku bystander pada anak usia dini dalam situasi sosial yang tidak menyenangkan sering kali tampak melalui respons pasif, ragu, atau bergantung pada bantuan orang dewasa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dokumen rancangan Kurikulum Bystander berbasis empati dalam menumbuhkan keberanian sosial anak usia dini. Penelitian menggunakan pendekatan kajian konseptual melalui analisis dokumen kurikulum dan sintesis literatur. Data utama berupa dokumen rancangan Kurikulum Bystander, sedangkan data pendukung berupa 26 artikel ilmiah tahun 2023-2026 yang berkaitan dengan bystander, empati, perilaku prososial, perkembangan sosial-emosional, bullying, pendidikan karakter, strategi pembelajaran, dan kurikulum PAUD. Data dianalisis melalui sintesis naratif tematik untuk menelaah keterkaitan antara nilai inti, tahapan perkembangan, strategi pembelajaran, dan penilaian autentik. Hasil kajian menunjukkan bahwa Kurikulum Bystander menghubungkan empati, pemahaman sosial, regulasi diri, komunikasi peduli, dan tindakan prososial dalam satu alur pembelajaran. Kurikulum ini memosisikan keberanian sosial sebagai proses bertahap yang membantu anak mengenali situasi sosial, memahami perasaan teman, mengelola respons diri, dan mencoba tindakan prososial yang aman. Kurikulum ini dapat menjadi acuan awal bagi guru PAUD dalam merancang pembelajaran sosial-emosional berbasis empati, tetapi masih memerlukan validasi ahli, uji keterbacaan guru, dan uji coba empiris terbatas.
2521-2531 -
Media Interaktif KUSUKA: Pendekatan Game-Based Learning untuk Keterampilan Menyusun Kalimat Tunggal Murid Tunarungu
Ratrika Cinta Angela de Merici, Hermanto Hermanto (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8712 | Check in Google Scholar
Hambatan pemahaman sintaksis pada murid tunarungu fase B berdampak pada kesulitan menyusun kalimat tunggal. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media interaktif KUSUKA berbasis game-based learning untuk meningkatkan keterampilan menyusun kalimat tunggal murid tunarungu fase B. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE pada murid tunarungu di Sekolah Luar Biasa. Pengumpulan data menggunakan angket, lembar validasi, dan tes hasil belajar yang dianalisis secara deskriptif serta uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media KUSUKA dinyatakan sangat layak oleh ahli materi, ahli media, dan praktisi. Penerapan media ini terbukti secara signifikan meningkatkan keterampilan menyusun kalimat tunggal murid tunarungu. Dengan demikian, media interaktif KUSUKA berbasis game-based learning efektif meningkatkan keterampilan menyusun kalimat tunggal murid tunarungu.
2532-2541 -
Peningkatan Kemampuan Perkalian Satuan pada Murid Hambatan Pendengaran Fase B melalui Jarimatika Berbasis Teknologi
Maria Agustina, Sukinah (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8140 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran interaktif berbasis teknologi bernama PERSIK (Perkalian Asik Jarimatika) untuk meningkatkan kemampuan perkalian satuan pada murid tunarungu Fase B. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Subjek penelitian terdiri dari 30 murid tunarungu kelas III–IV di SLB B Pangudi Luhur Jakarta dan SLB B Karya Bakti Don Bosco Wonosobo. Produk yang dihasilkan berupa aplikasi digital interaktif dengan menu Tujuan, Materi, Game, Evaluasi, dan Profil. Materi disajikan melalui visual, animasi, video tutorial, serta permainan interaktif yang dilengkapi umpan balik langsung. Hasil validasi ahli menunjukkan bahwa media berada pada kategori baik dari aspek materi maupun media. Respon guru dan murid menunjukkan bahwa media menarik, mudah digunakan, dan sesuai dengan karakteristik belajar murid tunarungu. Hasil uji coba skala besar menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar, dengan skor rata-rata pretest 73 meningkat menjadi 92 pada posttest, serta hasil uji Wilcoxon p < 0,05. Dengan demikian, media PERSIK dinyatakan layak dan efektif sebagai alternatif media pembelajaran matematika untuk meningkatkan pemahaman konsep perkalian satuan pada murid tunarungu Fase B.
2551-2560 -
Intensitas Penggunaan Gadget dan Kompetensi Interaksi Sosial Anak Usia 5–6 Tahun di Era Digital: Sebuah Systematic Literature Review
Rian Indriani, Nur Cholimah , Prayitno Prayitno (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8534 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh intensitas penggunaan gadget terhadap kemampuan kompetensi interaksi sosial anak usia 5–6 tahun di era digital melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Kajian dilakukan menggunakan kerangka PICO dengan menelusuri artikel dari Google Scholar yang dipublikasikan pada tahun 2023–2026. Dari 50 artikel yang ditemukan, sebanyak 16 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis menggunakan teknik sintesis deskriptif. Hasil kajian menunjukkan bahwa sebagian besar penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional, survei, dan eksplanatori. Temuan secara konsisten menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara intensitas penggunaan gadget dan kemampuan kompetensi interaksi sosial anak. Nilai korelasi yang ditemukan berkisar antara sedang hingga sangat kuat (r = -0,50 sampai r = -0,87) dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Penggunaan gadget yang berlebihan berkontribusi terhadap penurunan kemampuan komunikasi, empati, kerja sama, dan partisipasi sosial anak. Temuan ini menegaskan pentingnya pengawasan orang tua dan guru dalam mengatur durasi serta kualitas penggunaan gadget guna mendukung perkembangan sosial anak usia dini secara optimal.
2561-2570 -
Implementasi Model Neurodiversity-Based Differentiated Learning untuk Pendidikan Inklusi Anak Usia Dini
Andraina Rizki Aulia, Wanati, Dwi Kasihani, Munawarah, Sai Handari, Lina Revilla Malik (Author)Show Abstract | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8576 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas implementasi Model Pembelajaran Diferensiasi Berbasis Neurodiversity dalam pendidikan inklusi anak usia dini. Penelitian dilakukan di RA Al-Muttaqien Balikpapan, Kalimantan Timur, dengan pendekatan kualitatif jenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam, dan analisis dokumen (RPH, PPI, catatan perkembangan anak) selama tiga bulan. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña dengan teknik coding tematik (open, axial, dan selective coding). Subjek penelitian meliputi 12 anak usia 3–6 tahun dan 10–15 informan (guru, GPK, orang tua, dan kepala sekolah). Hasil penelitian menunjukkan empat tema utama implementasi model, yaitu diferensiasi konten, proses, produk, dan lingkungan belajar. Ditemukan peningkatan motivasi dan partisipasi anak neurodiverse sebesar 80%, penurunan frekuensi meltdown, serta peningkatan interaksi sosial antara anak neurodiverse dan tipikal. Guru menerapkan strategi fleksibel berupa pembelajaran berbasis area, alat bantu sensorik, calm-down corner, dan penyesuaian Program Pendidikan Individual (PPI) sesuai profil neurodiversity anak. Simpulan penelitian ini menyatakan bahwa Model Pembelajaran Diferensiasi Berbasis Neurodiversity efektif sebagai pendekatan responsif dan berbasis kekuatan (strengths-based) dalam menciptakan pendidikan inklusi yang adaptif di PAUD. Implikasi praktis penelitian ini adalah memberikan panduan bagi guru dan lembaga PAUD untuk mengintegrasikan perspektif neurodiversity dalam perencanaan pembelajaran, sementara implikasi teoretis memperkaya kajian integrasi neurodiversity dengan differentiated instruction pada pendidikan anak usia dini di Indonesia Timur.
2571-2579 -
Implementasi Ragam Main Media Transportasi bus tayo-va Untuk Menstimulasi Motorik Halus Anak Usia Dini
Syilvana Rohmawati Dewi, Musayyadah (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8660 | Check in Google Scholar
Perkembangan motorik halus anak usia dini memerlukan stimulasi yang tepat melalui kegiatan bermain yang menarik dan bervariasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi media BIS-TAYO VA sebagai ragam main untuk menstimulasi motorik halus anak usia 4–5 tahun di TK Panca Karsa serta respon anak dalam penggunaan media. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek 12 anak Kelompok A dan satu guru kelas. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media BIS-TAYO VA diimplementasikan melalui aktivitas menggunting, meronce, mengancing, menyusun puzzle, serta menempel dan melepas angka menggunakan velcro. Penggunaan media memperoleh respon positif yang ditunjukkan melalui antusiasme, ketertarikan, fokus, dan keterlibatan aktif anak selama kegiatan berlangsung. Implementasi media didukung oleh desain yang menarik, penggunaan karakter Bus Tayo, variasi aktivitas bermain, dan pendampingan guru. Temuan ini menunjukkan bahwa media BIS-TAYO VA efektif memfasilitasi stimulasi motorik halus melalui aktivitas bermain manipulatif yang bervariasi. Implikasi penelitian ini adalah media BIS-TAYO VA dapat menjadi alternatif pembelajaran bagi guru PAUD dalam merancang kegiatan yang lebih menarik, variatif, dan sesuai dengan kebutuhan perkembangan motorik halus anak.
2580-2589 -
Faktor Sosial-Emosional dalam Kesiapan Sekolah selama Masa Transisi ke Sekolah Dasar: Sebuah Tinjauan Cakupan
Ayu Nisrina Rahmawati Halim, Nur Ainy Fardana, Nono Hery Yoenanto (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8745 | Check in Google Scholar
Kesiapan sekolah anak usia dini dipengaruhi berbagai aspek, termasuk perkembangan sosial-emosional yang mendukung transisi dari PAUD ke Sekolah Dasar. Penelitian ini bertujuan memetakan bukti empiris mengenai peran perkembangan sosial-emosional terhadap kesiapan sekolah anak usia dini pada masa transisi dari PAUD ke Sekolah Dasar. Penelitian menggunakan metode scoping review berdasarkan kerangka Arksey dan O’Malley, PRISMA-ScR, dan JBI.melalui penelusuran enam basis data dengan rentang publikasi tahun 2016–2026. Sebanyak 22 artikel dianalisis menggunakan ekstraksi data dan sintesis tematik. Hasil kajian mengidentifikasi lima tema utama, yakni regulasi diri dan regulasi emosi, kompetensi sosial, perilaku adaptif, dukungan keluarga dan lingkungan rumah, serta kesiapan sekolah sebagai konstruk multidimensi. Hal ini menunjukkan bahwa perkembangan sosial-emosional merupakan komponen penting dalam mendukung kesiapan sekolah dan keberhasilan transisi anak dari PAUD ke Sekolah Dasar
2599-2600 -
Interactive Flat Panels for Early Childhood Cognitive and Social Development: A Pedagogical Framework
Warniati Meiyani, Agus Sriyanto, Elyaum Farihah, Fauziah Hasan (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8724 | Check in Google Scholar
This study aims to analyze the use of Interactive Flat Panels (IFP) in supporting early childhood development at Tunas Rimba II Walikukun Kindergarten. The study used a descriptive qualitative approach with data collection techniques through observation, interviews, and documentation involving 3 teachers and 25 students aged 4–6 years. Data analysis was carried out through data reduction, data presentation, and drawing conclusions referring to the Miles and Huberman model. The results showed that the use of IFP increased children's engagement and motivation to learn through interactive visual media, with most students demonstrating noticeably higher active participation and sustained attention during IFP-based sessions compared to conventional teaching methods, while also contributing to cognitive development, fine motor skills, and social interaction. The main obstacle found was the limited competence of teachers in operating the technology. Therefore, adaptive learning strategies and strengthening of teachers' digital literacy are needed so that the use of IFP can run optimally
2601-2609 -
Studi Deskriptif di PSGGC Indonesia: Sikap Orang Tua terhadap Pendidikan Inklusi bagi Murid Berbakat
Martha Sonya Kusumadewi, Patricia Lestari Taslim, Mar'atu Husnia Alfi, Adi Suseno (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8731 | Check in Google Scholar
Sikap orang tua merupakan salah satu faktor yang memengaruhi keberhasilan pendidikan inklusi bagi murid berbakat (gifted), namun kajian mengenai hal tersebut di Indonesia masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi sikap orang tua terhadap pendidikan inklusi bagi murid berbakat di PSGGC Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap enam orang tua murid berbakat yang tergabung dalam PSGGC Indonesia, telah terdiagnosis gifted, dan berdomisili di Yogyakarta, Klaten, serta Solo. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap orang tua mencakup aspek kognitif, afektif, dan konatif. Orang tua memiliki pemahaman mengenai karakteristik murid berbakat dan pendidikan inklusi, menunjukkan keyakinan dan harapan positif meskipun masih memiliki kekhawatiran terhadap kualitas implementasinya, serta terlibat aktif dalam pembelajaran, sosialisasi inklusif, dan komunikasi dengan sekolah. Sikap tersebut dipengaruhi oleh pengalaman dan pengetahuan orang tua, dukungan komunitas, serta sikap guru. Temuan ini menunjukkan bahwa sikap positif orang tua berkembang melalui pengalaman dan kolaborasi dengan lingkungan pendidikan yang mendukung sebagai fondasi implementasi pendidikan inklusi yang responsif terhadap kebutuhan murid berbakat.
2610-2624 -
Seni Tari Remo Bolet sebagai Media Penguatan Kesehatan Emosional Anak Usia Dini: Studi Kasus di Kabupaten Jombang
Izhanoem Audiah, Shinta Nuriyya Rachmawati (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.7963 | Check in Google Scholar
Regulasi emosi orang dewasa berperan sentral dalam praktik co-regulation pendidikan anak usia dini, namun penelitian yang ada masih dominan bersifat korelasional dan belum menghadirkan model intervensi komunitas berbasis pendekatan somatik-spiritual yang teruji empiris. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas Model Regulasi Emosi Dewasa Berbasis Islamic Butterfly Hug dalam meningkatkan pemahaman dan kesiapan regulasi emosi guru dan orang tua. Desain kuasi-eksperimental one-group pretest–posttest diterapkan pada 32 partisipan. Data dikumpulkan menggunakan instrumen tiga butir berskala lima poin dan dianalisis melalui statistik deskriptif serta uji Wilcoxon Signed-Rank. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan setelah intervensi (p < 0,001) dengan ukuran efek besar (r = 0,69). Temuan ini memberikan dukungan empiris awal bahwa pendekatan somatik-spiritual berbasis komunitas berpotensi memperkuat kesiapan regulatif orang dewasa sebagai fondasi struktural dalam sistem pendidikan anak usia dini.
2625-2631 -
Pengaruh Metode Pomodoro dalam Meningkatkan Konsentrasi Anak Usia Dini
Rahma Laylatul Khasanah, Nurlaeli Fitriah, Akhmad Mukhlis, Dessy Putri Wahyuningtyas, Mupi Anisah (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8068 | Check in Google Scholar
Konsentrasi merupakan kemampuan penting yang berperan dalam mendukung perkembangan kognitif dan kesiapan belajar anak usia dini. Namun, dalam praktik pembelajaran, anak sering mengalami kesulitan mempertahankan fokus dalam waktu yang relatif lama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan metode Pomodoro terhadap peningkatan konsentrasi belajar anak Kelompok B. Metode Pomodoro dipilih karena mengatur kegiatan belajar ke dalam siklus waktu fokus yang diselingi dengan jeda singkat, sehingga diharapkan mampu membantu anak tetap antusias dan tidak mudah kehilangan perhatian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi-eksperimen model interrupted time series. Subjek penelitian adalah anak kelompok B yang mengikuti pembelajaran dengan penerapan metode Pomodoro secara konsisten. Data konsentrasi anak dikumpulkan melalui pencatatan aktivitas belajar menggunakan media berbasis waktu, kemudian dianalisis menggunakan teknik statistik nonparametrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Pomodoro memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan konsentrasi belajar anak. Temuan ini menunjukkan bahwa metode Pomodoro dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran yang terstruktur, menyenangkan, dan relevan untuk mendukung peningkatan konsentrasi anak usia dini.
2632-2642 -
Pengaruh Pola Asuh Dan Pendidikan Orang Tua Terhadap Literasi Membaca Anak Di Komunitas Pesisir
Yannuary Datunsolang, Tri Suminar, Ali Formen (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8774 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pola asuh dan latar belakang pendidikan orang tua terhadap kemampuan literasi membaca anak Fase A usia 6–8 tahun di komunitas pesisir. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain sequential explanatory. Data kuantitatif diperoleh dari 93 orang tua dan anak melalui kuesioner pola asuh, data pendidikan orang tua, dan tes literasi membaca anak. Data dianalisis menggunakan regresi linear berganda, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui wawancara dan observasi, lalu dianalisis secara deskriptif-tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh orang tua tidak berpengaruh signifikan terhadap literasi membaca anak, sedangkan latar belakang pendidikan orang tua berpengaruh positif dan signifikan. Secara simultan, kedua variabel berpengaruh signifikan dengan kontribusi sebesar 10,3%. Temuan ini menegaskan bahwa pendidikan orang tua menjadi faktor yang lebih dominan dalam mendukung literasi membaca anak. Penelitian ini merekomendasikan penguatan literasi keluarga berbasis komunitas pesisir melalui kolaborasi sekolah, orang tua, dan masyarakat.
2643-2654 -
Pembentukan Karakter Religius Anak Usia Dini: Peran Lingkungan Situs Spiritual Dalam Praktik Pengasuhan Keluarga
Chelly Noor Dwiramdhani, Tri Suminar, Mulawarman (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8775 | Check in Google Scholar
Pembentukan karakter religius anak usia dini tidak hanya dipengaruhi oleh pengasuhan keluarga, tetapi juga oleh lingkungan sosial-keagamaan tempat anak tumbuh. Namun, dinamika pembentukan karakter religius pada keluarga yang tinggal di sekitar situs spiritual berbasis budaya masih belum banyak dikaji. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses pembentukan karakter religius anak usia dini melalui praktik pengasuhan keluarga dan dukungan lingkungan spiritual Petilasan Syekh Siti Jenar Cirebon. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang melibatkan sepuluh informan, terdiri atas orang tua, tokoh agama, tokoh masyarakat, pengelola petilasan, dan guru PAUD. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter religius anak dibentuk melalui pembiasaan berdoa sebelum dan sesudah beraktivitas, salat, membaca Al-Qur’an, mengucapkan salam, keteladanan orang tua, nasihat religius, serta keterlibatan dalam TPQ, pengajian, tahlilan, dan tawasulan. Lingkungan petilasan berperan sebagai ruang pembelajaran religius informal yang memperkuat nilai yang ditanamkan keluarga melalui pengalaman sosial-keagamaan langsung. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembentukan karakter religius anak merupakan proses ekologis yang bergantung pada konsistensi pengasuhan dan dukungan komunitas religius. Oleh karena itu, keluarga, lembaga PAUD, tokoh agama, dan pengelola situs spiritual perlu membangun kolaborasi dalam menyediakan kegiatan keagamaan yang sesuai dengan tahap perkembangan anak.
2655-2663 -
Karakter dan Well-Being Anak Kelompok B: Pengaruh Permainan Tradisional 'Kucing dan Tikus'
Durrotunnisa Durrotunnisa, Andi Agusniatih, Nurhayati Nurhayati, Ayu Komang Sri Handayani, Fiska Yanti (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8219 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh permainan tradisional "Kucing dan Tikus" terhadap karakter dan well-being anak usia dini. Penelitian menggunakan metode kuasi eksperimen desain nonequivalent control group design. Subjek penelitian adalah anak kelompok B, yang terdiri dari 15 anak kelompok eksperimen dan 15 anak pada kelompok kontrol. Instrumen penelitian berupa lembar observasi karakter anak yang mengacu pada indikator menaati aturan, ketangguhan, dan kerjasama, serta skala well-being anak yang diadaptasi dari konsep student well-being. Data dianalisis menggunakan uji statistik non-parametrik (Mann-Whitney U) untuk membandingkan peningkatan antar kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok eksperimen mengalami peningkatan karakter dari pretest 43,89% menjadi posttest 84,44% dan peningkatan well-being dari 50,56% menjadi 88,89%. Variabel karakter memiliki efek sebesar 0,79 dan variabel well-being sebesar 0,82 sehingga dimaknai bahwa signifikansi praktisnya kuat. Uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05) untuk kedua variabel, yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kontrol. Temuan ini mengindikasikan bahwa permainan tradisional efektif menstimulasi karakter dan well-being anak.
2664-2671 -
Kesiapan Guru dalam Menghadapi Permasalahan Belajar Anak Anuban 2 di Santiwit School Songkhla Thailand
Clarista Ibtisama Qurotu ‘Aini, Senny Weyara Dienda Saputri, Jittagon Caniyor (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8236 | Check in Google Scholar
Masalah belajar pada masa kanak-kanak merupakan hambatan dalam proses belajar. Anuban 2, yang setara dengan Taman Kanak-Kanak A, memiliki berbagai anak yang mengalami masalah belajar seperti kesulitan menulis, hambatan budaya dan bahasa, ketidakmampuan berkonsentrasi, masalah perilaku sosial, dan hiperaktivitas. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kesiapan guru Anuban 2 dalam menangani masalah belajar anak-anak. Dalam proses penelitian, menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Fenomenologi adalah jenis pendekatan untuk melihat pandangan dan pengalaman subjek yang diteliti. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan dua informan dan analisis dokumen. Penelitian ini menemukan bahwa guru siap menjadi pendidik, namun dalam hal menangani anak-anak yang memiliki masalah belajar umum atau spesifik, guru belum sepenuhnya siap. Ketidaksesuaian yang signifikan antara kesiapan internal khru dengan dukungan sistemik dalam menangani anak yang memiliki permasalahan belajar khusus. Meskipun khru memiliki modalitas fundamental yang kuat berupa stabilitas emosional, motivasi dalam diri, dan kemampuan komunikasi interpersonal yang baik, potensi tersebut terhambat oleh minimnya bekal keilmuan spesifik dari pendidikan tinggi serta lemahnya dukungan manajerial sekolah. Ketidaksiapan ini diperburuk oleh keterbatasan fasilitas pembelajaran dan ketiadaan intervensi pengembangan profesional dari sekolah atau dinas pendidikan setempat. Oleh karena itu, penelitian ini menekankan urgensi reposisi kebijakan sekolah untuk beralih dari manajemen administratif menuju manajemen berbasis dukungan keterampilan mengajar dan menanagani anak-anak yang memiliki permasalahan belajar di kelas.
2672-2684 -
Komik Digital Graded Berbasis Budaya untuk Literasi Membaca Awal Anak Usia Dini
Yulia Adiningsih, Ana Ratnasari (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8251 | Check in Google Scholar
Kemampuan literasi membaca awal anak usia dini masih terkendala rendahnya minat baca, keterbatasan media, dan minimnya integrasi konteks budaya. Penelitian sebelumnya umumnya berfokus pada media digital berbasis permainan atau e-book, sementara komik digital berbasis graded literacy dan budaya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan menganalisis efektivitas komik digital graded berbasis budaya untuk meningkatkan literasi membaca awal anak usia 5–6 tahun. Metode yang digunakan adalah Design and Development Research (DDR) dengan model ADDIE. Data dikumpulkan melalui angket, wawancara, observasi, dan tes pretest–posttest, serta dianalisis menggunakan uji t berpasangan dan effect size. Hasil menunjukkan media sangat layak dan efektif, dengan peningkatan signifikan pada uji terbatas (t(9) = -9,30; p < 0,001; d = 2,94) dan uji luas (t(27) = 23,80; p < 0,001; d = 4,50). Komik digital ini efektif sebagai media literasi inovatif di PAUD.
2685-2696 -
Dimensi Kognitif Penghafal Al-Qur'an Usia Dini: Perspektif Pengetahuan Intuitif-Presensial dan Diskursif
Agus Sriyanto, Muwahidah Nur Hasanah, Tuhrotul Faizah, Ira Wahyu Lestari, Fauziah Hasan (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8766 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan menganalisis dimensi kognitif penghafal Al-Qur'an usia dini melalui dua konsep epistemologi Islam, yaitu Ilmu Hudhuri dan Ilmu Hushuli. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan, menganalisis 30 sumber primer dan sekunder berupa buku filsafat Islam serta artikel jurnal terindeks tentang psikologi kognitif anak usia dini yang diterbitkan dalam rentang tahun 2015–2025. Data dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi keterkaitan antara kedua konsep pengetahuan tersebut dengan tahapan perkembangan kognitif anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi kognitif yang terbentuk melalui penghafalan Al-Qur'an pada anak usia dini tidak hanya berkontribusi pada kemampuan hafalan, tetapi juga pada aspek perkembangan kognitif yang lebih luas, meliputi bahasa, perhatian, dan pemahaman. Selain itu, ditemukan bahwa Ilmu Hudhuri lebih dominan berperan pada tahap awal tahfidz, sementara Ilmu Hushuli menjadi semakin relevan seiring pertumbuhan kognitif anak. Temuan ini menegaskan pentingnya perancangan program tahfidz usia dini secara bertahap, dengan pendekatan pembelajaran yang menyesuaikan pergeseran dominasi kedua jenis pengetahuan tersebut. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi pendidik PAUD dalam menyusun strategi pembelajaran tahfidz yang selaras dengan tahap perkembangan kognitif anak.
2697-2707 -
Pengembangan Media Boneka Jari Interaktif Berbasis ADDIE dalam Meningkatkan Kemampuan Berbicara Anak Usia 4–5 Tahun
Nabila Nusaibah Ibtihaj, Shofyanti Nur Zuama, Amrullah, Andi Agusniatih (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8782 | Check in Google Scholar
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berbicara dan minimnya keterlibatan anak dalam proses pembelajaran di Kelompok A TK Negeri Pembina Samporoa. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media boneka jari tangan yang layak dan menguji efektivitasnya dalam meningkatkan kemampuan berbicara anak usia 4–5 tahun. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) pada subjek 12 anak. Data dikumpulkan melalui observasi terstruktur dengan rubrik penilaian kemampuan berbicara yang mencakup indikator artikulasi, kosakata, dan kelancaran, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif menggunakan persentase kategori perkembangan. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada kemampuan berbicara anak sesudah perlakuan. Sebelum perlakuan, rata-rata kemampuan anak berada pada kategori Belum Berkembang (45,83%) dan Mulai Berkembang (45,83%). Setelah implementasi media boneka jari tangan, kemampuan anak meningkat pesat menjadi kategori Berkembang Sesuai Harapan (45,83%) dan Berkembang Sangat Baik (41,67%), tanpa ada anak dalam kategori Belum Berkembang. Simpulan penelitian ini adalah media boneka jari tangan terbukti layak dan efektif dalam meningkatkan kemampuan berbicara anak di Kelompok A TK Negeri Pembina Samporoa.
2708-2716 -
Strategi Pedagogis Guru dalam Mengembangkan Kecerdasan Emosional Anak Usia 4-5 Tahun
Dwi Agustin Wilantika, Ni Kadek Aris Rahmadani (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8765 | Check in Google Scholar
Kecerdasan emosional merupakan aspek penting dalam perkembangan anak usia dini karena mendukung kemampuan mengenali, mengelola, dan mengekspresikan emosi serta membangun hubungan sosial. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pedagogis guru dalam mengembangkan kecerdasan emosional anak usia 4–5 tahun di TK Labschool UNNES. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan partisipan 15 anak kelompok A dan 4 guru kelas. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber dan triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pedagogis guru diwujudkan melalui empat tema utama, yaitu pemahaman guru tentang kecerdasan emosional, guru sebagai fasilitator, guru sebagai teladan, serta guru sebagai pembimbing dan mediator. Penerapan keempat strategi tersebut secara terpadu mendukung perkembangan kesadaran diri, pengendalian emosi, empati, dan keterampilan sosial anak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi pedagogis yang diterapkan secara konsisten menjadi faktor penting dalam pengembangan kecerdasan emosional anak usia dini. Temuan ini dapat menjadi acuan bagi guru dan lembaga PAUD dalam merancang pembelajaran yang mengintegrasikan pengembangan kecerdasan emosional.
2717-2726 -
Pengembangan Media Buku Cerita Bergambar Berbasis Kearifan Lokal Suku Kaili Ledo Untuk Meningkatkan Perilaku Sosial Anak
Aliya Putri I. Paliudju, Andi Agusniatih, Sita Awalunisah, Besse Nirmala (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8788 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji efektivitas buku cerita bergambar berbasis kearifan lokal Suku Kaili Ledo dalam meningkatkan perilaku sosial anak usia 5–6 tahun. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Subjek penelitian terdiri atas 22 anak kelompok B di TK Handayani Baliase. Data dikumpulkan melalui observasi, validasi ahli bahasa dan media, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dan menggunakan uji N-Gain untuk mengukur efektivitas peningkatan perilaku sosial anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa validasi ahli bahasa memperoleh skor 97,2% dan validasi ahli media sebesar 97,2%, keduanya berkategori sangat valid. Hasil uji coba menunjukkan peningkatan perilaku sosial anak, ditandai dengan peningkatan kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) dari 14 anak (63,64%) pada pretest menjadi 21 anak (95,45%) pada posttest. Sebaliknya, kategori Belum Berkembang (BB) menurun dari 8 anak (36,36%) menjadi 1 anak (4,55%). Nilai N-Gain sebesar 0,875 atau 87,5% berada pada kategori efektif. Dengan demikian, buku cerita bergambar berbasis kearifan lokal Suku Kaili Ledo dinyatakan sangat valid dan efektif untuk meningkatkan perilaku sosial anak usia 5–6 tahun. Secara praktis, media ini dapat digunakan sebagai alternatif pembelajaran kontekstual yang mengintegrasikan nilai budaya lokal dalam pengembangan perilaku sosial anak usia dini.
2727-2737 -
Komponen dan Manifestasi Metakognisi pada Anak Prasekolah–Sekolah Dasar sebagai Trayektori Kontinu: Scoping Review
Izzuliyah Nur Baitullah, Nur Ainy Fardana, Nono Hery Yeonanto (Author)Show Abstract | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8710 | Check in Google Scholar
Metakognisi merupakan konstruk fundamental dalam perkembangan kognitif anak, namun pemetaan komprehensif tentang komponen dan manifestasinya pada anak usia prasekolah dan sekolah dasar masih terbatas. Scoping review ini bertujuan memetakan: (1) komponen metakognisi, serta (2) manifestasi metakognisi dalam perilaku dan konteks belajar anak usia prasekolah dan sekolah dasar. Metode mengacu pada panduan JBI dengan pelaporan PRISMA-ScR, dan data dianalisis menggunakan sintesis tematik terhadap 20 artikel final yang diterbitkan 2017–2025 dengan rentang usia partisipan 3–10 tahun. Hasil menunjukkan metakognisi sebagai konstruk multidimensional: monitoring metakognitif teridentifikasi pada seluruh 20 artikel sebagai komponen paling konsisten, kontrol/regulasi metakognitif pada 14 artikel, dan pengetahuan metakognitif pada 6 artikel sebagai komponen paling lambat berkembang. Manifestasi metakognisi bersifat multimodal (verbal, nonverbal, domain tugas akademik), dengan modalitas nonverbal mendominasi pada anak prasekolah. Temuan ini mengimplikasikan perlunya fasilitasi metakognisi sejak usia dini dan pengembangan instrumen pengukuran berbasis perilaku yang sensitif terhadap kapasitas perkembangan anak lintas trayektori PAUD-SD.
2738-2754 -
Pengembangan Kesadaran Lingkungan Anak Usia Dini melalui Pembelajaran Ekowisata Mangrove Berbasis PengalamanPembelajaran Berbasis Ekowisata Mangrove Skala Mikro Meningkatkan Kesadaran Lingkungan Anak Usia Dini
Amilia, Tomi Bidjai, Rahma (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8762 | Check in Google Scholar
Kesadaran lingkungan perlu ditanamkan sejak usia dini melalui pembelajaran yang kontekstual dan berbasis pengalaman. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pembelajaran berbasis ekowisata mangrove berbasis pengalaman terhadap pengembangan kesadaran lingkungan anak usia dini di PAUD Nadhifah Nurul Ilma, Kabupaten Sumenep. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain sequential explanatory. Subjek penelitian terdiri atas 20 anak Kelompok B berusia 5-6 tahun. Data dikumpulkan melalui pre-test, post-test, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data kuantitatif dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank, sedangkan data kualitatif dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor kesadaran lingkungan anak meningkat dari 57,50 menjadi 82,50. Persentase anak pada kategori Belum Berkembang (BB) menurun hingga 0%, sedangkan kategori Berkembang Sangat Baik (BSB) meningkat menjadi 40%. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan bahwa pembelajaran memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kesadaran lingkungan anak usia dini (p<0,05). Dengan demikian, pembelajaran berbasis ekowisata mangrove berbasis pengalaman efektif dalam mengembangkan kesadaran lingkungan anak usia dini dan layak diterapkan sebagai alternatif pembelajaran kontekstual pada satuan pendidikan anak usia dini.
2755-2766 -
Dampak Co-Sleeping terhadap Ketergantungan sebagai Perilaku Maladaptif Anak Usia 5-6 Tahun Menuju Kesiapan Sekolah Dasar
Revalina Nazhwa, Neneng Tasu'ah (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8783 | Check in Google Scholar
Memasuki jenjang sekolah dasar, anak usia 5-6 tahun diharapkan memiliki kemandirian dan regulasi emosi yang memadai, sehingga praktik co-sleeping penting dikaji karena berpotensi berkaitan dengan kesiapan adaptasi anak di sekolah. Penelitian kualitatif dengan desain studi kasus ini dilakukan di TK Islam Muslimah, melibatkan 5 anak sebagai subjek melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan orang tua dan guru, serta dokumentasi, dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Dari 22 anak kelas B, 11(50%) menerapkan co-sleeping tanpa perilaku maladaptif, 5 (22,7%) menunjukkan perilaku maladaptif ringan, dan 1 (4,5%) menunjukkan perilaku maladaptif dominan. Temuan menunjukkan co-sleeping bukan penyebab tunggal perilaku maladaptif, melainkan berinteraksi dengan pola pendampingan orang tua yang berlebihan di berbagai konteks kehidupan anak. Praktik ini dilatarbelakangi motif emosional, budaya, dan structural. Penelitian merekomendasikan strategi transisi (gradual withdrawal) menuju kemandirian tidur melalui kolaborasi sekolah dan keluarga yang sensitive terhadap konteks budaya dan ekonomi keluarga.
2767-2779 -
Modifikasi Model Klasikal Berbasis Pendekatan Berpusat Pada Anak Dalam Pembelajaran Emosi Anak Usia Dini
Rizka Dwi Ayu, Widodo, Rivo Nugroho (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8677 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan modifikasi model pembelajaran klasikal berbasis pendekatan berpusat pada anak dalam kegiatan bertema pengenalan emosi pada satuan Pendidikan Anak Usia Dini. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, serta dokumentasi terhadap proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model klasikal dapat dimodifikasi secara efektif melalui pemberian kebebasan mengekspresikan pilihan emosi, fleksibilitas penentuan bentuk karya, penerapan bantuan bertahap, dan penguatan memori peserta didik pada sesi penarikan kesimpulan. Modifikasi ini mengubah struktur kelas yang kaku menjadi lebih fleksibel, responsif, dan berorientasi pada proses pembelajaran. Dampak positif dari penerapan model ini terlihat pada peningkatan perkembangan sosial-emosional, kemampuan berbahasa, kreativitas, serta rasa percaya diri anak. Penelitian ini membuktikan bahwa prinsip berpusat pada anak dapat diintegrasikan ke dalam model klasikal tanpa menghilangkan keteraturan kelas. Kebaruan penelitian ini terletak pada formulasi adaptasi praktis model klasikal yang humanis dan relevan untuk stimulasi kecerdasan emosional anak usia dini.
2780-2784 -
Academic Procrastination pada Siswa Menengah: Scoping Review 2019-2026
Zulfikar Ahmad Wildan, Fitri Andriani, Nono Hery Yoenanto (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8319 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan memetakan dan mengidentifikasi pola academic procrastination pada siswa SMP dan SMA selama 2019 sampai 2026, mengingat literatur sebelumnya lebih banyak berfokus pada mahasiswa. Scoping review dilakukan melalui Web of Science dengan kerangka d-cocospe dan pelaporan PRISMA. Seleksi studi menghasilkan 223 rekaman, 31 artikel full text dinilai, dan 26 studi dimasukkan. Analisis data dilakukan secara deskriptif tematik melalui content analysis untuk mengelompokkan temuan ke dalam kategori tema. Hasil sintesis menunjukkan tema yang konsisten meliputi regulasi diri, efikasi diri, keterlibatan akademik, dukungan orang tua, secure attachment, kecanduan smartphone dan internet, serta konteks pembelajaran sekolah. Secara umum, sumber daya personal dan keluarga yang adaptif berkaitan negatif dengan academic procrastination, sedangkan faktor risiko digital dan beberapa indikator maladaptasi akademik berkaitan positif. Bukti yang tersedia masih didominasi studi potong lintang, sehingga inferensi kausal tetap terbatas. Dengan demikian, academic procrastination pada siswa menengah perlu dipahami sebagai fenomena multidimensional yang dapat ditangani melalui penguatan regulasi diri, dukungan keluarga, dan intervensi sekolah berbasis bukti.
2785-2792 -
Fast Supervision Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Di TK Islam Sabilillah Malang 1
Sumarni, Siti Nadhifah, Zaitun Nur Rizqi Ilahi, Imron Arifin, Ahmad Yusuf Sobri, Lamin K. Drammeh (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8468 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan supervisi akademik kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di Taman Kanak-Kanak berbasis Islam melalui strategi Fathonah, Amanah, Shidiq, dan Tabligh (FAST) supervision. Strategi ini merupakan model supervisi berbasis nilai Islami yang mengintegrasikan nilai kecerdasan, tanggung jawab, kejujuran, dan keterbukaan komunikasi dalam proses pembinaan guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap 1 kepala sekolah dan 8 guru. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa supervisi akademik dilaksanakan melalui tahap prasupervisi, observasi pembelajaran, diskusi reflektif, evaluasi, dan tindak lanjut secara berkelanjutan. Kepala sekolah tidak hanya melakukan pengawasan administratif, tetapi juga melakukan pendampingan profesional secara humanis dan komunikatif kepada guru. Implementasi model ini berdampak pada peningkatan kualitas pembelajaran yang ditunjukkan melalui penggunaan metode berpusat pada anak, media variatif digital, serta meningkatnya keterlibatan anak. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis dalam pengembangan model pembinaan guru PAUD yang religius, kolaboratif, dan adaptif terhadap kebutuhan pembelajaran modern.
2793-2799 -
Pengembangan Ular Tangga Numerical Journey: Media Edukatif Kemampuan Berhitung Anak Usia 5-6 Tahun
Zidna Rizkya, Luh Putu Indah Budyawati (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8330 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan mengembangkan media edukatif Ular Tangga Numerical Journey yang valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan kemampuan berhitung anak usia 5–6 tahun di TK Amelia Jember. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya kemampuan anak dalam mengurutkan bilangan 1–20, mencocokkan jumlah benda dengan lambang bilangan, serta melakukan operasi hitung sederhana akibat terbatasnya penggunaan media interaktif. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian berjumlah 12 anak dengan menggunakan teknik sampling total sampling. Data dikumpulkan melalui validasi ahli, observasi kepraktisan, serta pre-test dan post-test. Hasil penelitian menunjukkan tingkat validitas sebesar 92,5% dengan kategori sangat valid dan kepraktisan sebesar 97% dengan kategori sangat praktis. Nilai gain score sebesar 0,665 menunjukkan peningkatan kemampuan berhitung pada kategori sedang. Dengan demikian, media dinyatakan layak dan efektif digunakan.
2800-2809 -
Strategi Guru dalam Menginternalisasi Nilai Agama dan Moral Anak Usia Dini melalui Kegiatan Religius Kreatif
Dewi Pusparini, Desy Wachdania Dwi Alfia, Siti Muzdalifah , Lin Istianah (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8256 | Check in Google Scholar
Pembelajaran religius pada anak usia dini masih cenderung dilakukan secara rutin sehingga nilai agama dan moral belum sepenuhnya terbentuk dalam perilaku anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi guru dalam menginternalisasi nilai agama dan moral melalui kegiatan religius kreatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, dengan subjek guru dan anak usia dini. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai dilakukan melalui pembiasaan kegiatan religius, keteladanan guru, serta penggunaan metode pembelajaran yang bervariasi seperti bercerita, bernyanyi, bermain peran, dan media audio-visual. Lingkungan belajar dan peran keluarga turut mendukung proses tersebut, meskipun masih terdapat kendala seperti kejenuhan anak dan perbedaan latar belakang keluarga. Dengan demikian, strategi yang menggabungkan pembiasaan, keteladanan, dan pengalaman belajar secara langsung dapat membantu anak memahami dan menerapkan nilai agama dan moral dalam kehidupan sehari-hari.
2810-2817 -
Dampak Kontradiksi Norma Lingkungan Sosial terhadap Regulasi Emosi Anak Usia 5-6 Tahun Pengguna Gawai
Tita Chairunisa, Ratna Faeruz (Author)Show Abstract | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8687 | Check in Google Scholar
Penggunaan gawai pada anak usia dini berpotensi memengaruhi regulasi emosi, terutama ketika anak menghadapi kontradiksi norma lingkungan sosial. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak kontradiksi norma lingkungan sosial terhadap regulasi emosi anak usia dini pengguna gawai melalui Systematic Literature Review (SLR). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif terhadap 15 artikel ilmiah nasional dan internasional yang dipublikasikan pada 2022–2024, diperoleh melalui ResearchGate dan Google Scholar berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Data dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil menunjukkan bahwa penggunaan gawai berlebihan berkaitan dengan tantrum, kesulitan mengendalikan emosi, dan menurunnya interaksi sosial. Kontradiksi norma lingkungan sosial memperkuat dampak tersebut, sedangkan pendampingan orang tua yang konsisten berperan sebagai faktor protektif. Disimpulkan bahwa konsistensi norma lingkungan sosial merupakan faktor penting dalam mendukung regulasi emosi anak usia dini. Temuan ini memberikan kontribusi konseptual dengan menempatkan kontradiksi norma lingkungan sosial sebagai faktor kontekstual yang perlu dipertimbangkan dalam pengasuhan digital dan pengembangan regulasi emosi anak.
2818-2827 -
Peningkatan Kosakata Bahasa Inggris Anak Usia Dini : Permainan I Spy Berbasis Scaffolding
Indi Rosyidah Nurhidayati, Juariyah Trianingsih, Ai Sopa Sopiah, Nyi Ratu Nuraini, Ela Nurlaela, Yunia Aspiani, Euis Siti Aisyah (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8688 | Check in Google Scholar
Kemampuan kosakata bahasa Inggris anak kelompok B pada tema hewan masih rendah karena pembelajaran belum melibatkan anak secara aktif. Penelitian ini bertujuanInggris menguji efektivitas permainan I Spy with My Little Eye berbasis bilingual scaffolding untuk meningkatkan kosakata bahasa Inggris tema hewan. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas model Kemmis dan McTaggart pada 18 anak kelompok B dalam dua siklus, dengan data dikumpulkan melalui lembar observasi terstruktur dan dianalisis secara deskriptif kuantitaif . Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kemampuan kosakata dari 62,5% pada Siklus I menjadi 84,7% pada Siklus II, serta peningkatan partisipasi anak dari 55,6% menjadi 84,7%, dengan peningkatan tertinggi pada keberanian menyebutkan kosakata. Pemberian clue secara bertahap dan pelibatan anak sebagai pemberi clue mendorong anak menjadi pelaku aktif dalam produksi bahasa. Dengan demikian, permainan I Spy berbasis scaffolding efektif meningkatkan kosakata bahasa Inggris anak usia dini.
2828-2838 -
Analisis Mediasi Kehangatan Orang Tua dalam Gaya Pengasuhan Terhadap Karakter Kedisiplinan Anak Usia Dini
Devi Rosidah, Santi Lisnawati, Intan Nuramadani, Marlina, Nurul Wilda Habibbah, Zahra Nurhaerani (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8709 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pola asuh orang tua terhadap karakter kedisiplinan anak serta menguji peran mediasi kehangatan orang tua di MT Baitul Qiroah. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif. Sampel penelitian berjumlah 33 anak usia dini yang ditentukan melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear sederhana dan analisis mediasi PROCESS Hayes Model 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh orang tua berpengaruh positif dan signifikan terhadap karakter kedisiplinan anak (p = 0,001), dengan kontribusi sebesar 28,2%. Namun, pola asuh orang tua tidak berpengaruh signifikan terhadap kehangatan orang tua, dan kehangatan orang tua tidak berpengaruh signifikan terhadap karakter kedisiplinan anak. Hasil analisis mediasi juga menunjukkan bahwa kehangatan orang tua tidak memediasi hubungan antara pola asuh orang tua dan karakter kedisiplinan anak. Dengan demikian, penguatan karakter kedisiplinan anak lebih perlu diarahkan pada penerapan pola asuh yang konsisten, terarah, dan sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak. Hasil penelitian ini dapat menjadi masukan bagi orang tua dan lembaga pendidikan dalam mengembangkan praktik pengasuhan yang mendukung pembentukan kedisiplinan anak sejak dini.
2849-2859 -
Model Penguatan Karakter Toleransi dan Tanggung Jawab melalui Pembelajaran Pendidikan Pancasila
Priska Yuliana, Marzuki (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8717 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Pancasila dalam penguatan karakter toleransi dan tanggung jawab, menganalisis peran guru, serta menganalisis faktor penghambat dalam penguatan karakter toleransi dan tanggung jawab peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, guru Pendidikan Pancasila, serta siswa. Keabsahan data diuji melalui triangulasi teknik, dengan analisis data menggunakan model interaktif yang dikembangkan oleh Miles dan Hubermas, meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa penguatan karakter dilakukan secara terintegrasi melalui pembelajaran dikelas dan budaya sekolah, meliputi pembiasaan disiplin (ketepatan waktu), kegiatan religius (do’a bersama), diskusi kelompok serta kerja sama dalam tugas dan kegiatan kokurikuler. Peran guru terbukti sangat penting sebagai role model dalam penguatan nilai karakter melalui pembelajaran yang kontekstual dan partisipatif, melalui keteladanan sikap dan contoh nyata dilingkungan sekolah. Faktor penghambat utama penguatan karakter toleransi dan tanggung jawab meliputi pengaruh globalisasi dan perkembangan teknologi digital, perbedaan latar belakang keluarga dan lingkungan sosial siswa, keterbatasan waktu pembelajaran, serta rendahnya kesadaran sebagian siswa terhadap nilai tanggung jawab. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa efektivitas penguatan karakter bergantung pada integrasi pembelajaran, konsistensi keteladanan guru dan dukungan lingkungan sekolah. Implikasinya, diperlukan penguatan kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat serta pengembangan strategi pembelajaran kontekstual yang adaptif terhadap tantangan era digital.
2868-2878 -
Penguatan Positif Berbasis Keteladanan: Strategi Komprehensif Mengembangkan Sosial Emosional Anak Usia 5-6 Tahun
Ade Roro Ayu Safitri (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8811 | Check in Google Scholar
Perkembangan sosial emosional anak usia 5–6 tahun memerlukan stimulasi yang konsisten melalui pengalaman sosial, keteladanan, pembiasaan, dan penguatan positif. Namun, diperlukan strategi yang mengintegrasikan ketiga pendekatan tersebut secara komprehensif dalam praktik pembelajaran sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan penguatan positif berbasis keteladanan guru melalui strategi komprehensif dalam mengembangkan sosial emosional anak usia 5–6 tahun. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan tiga guru yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman serta diuji keabsahannya melalui triangulasi teknik dan sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keteladanan, pembiasaan, dan positive reinforcement diterapkan secara terpadu dalam mengembangkan kesadaran diri melalui pengenalan ekspresi dan regulasi emosi, tanggung jawab melalui rutinitas dan konsekuensi logis, serta perilaku prososial melalui berbagi, pertanyaan empati, dan bermain kooperatif. Integrasi ketiga strategi dalam penelitian mendukung perkembangan sosial emosional anak secara holistik dan dapat diterapkan guru dalam rutinitas pembelajaran sehari-hari.
2879-2887 -
Fathers’ Lived Experiences in Parenting Children with Autism Spectrum Disorder
Ega Asnatasia Maharani, Putri Sabrina Uswatun Hasanah, Riana Mashar, Iyan Sofyan (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8379 | Check in Google Scholar
The purpose of this study is to explore fathers’ experiences, meanings, and emotional dynamics regarding their role in supporting the development of children with ASD. This study employs a qualitative approach with a phenomenological design to explore fathers’ experiences in the early childhood care of children with ASD. The study was conducted at the Pembina State Special School in Yogyakarta and the Srawung Bocah Inclusive Early Childhood Education Center. Data were collected through in-depth interviews lasting approximately 30–40 minutes with two fathers who have children diagnosed with ASD, and were subsequently analyzed using Braun & Clark’s thematic analysis. The results indicate that fathers’ understanding of their role in caring for children with ASD evolves through a process of acceptance, emotional reflection, and role negotiation between economic responsibilities and caregiving duties. Fathers’ involvement is manifested through adaptive parenting practices, emotional engagement, and collaboration with mothers in supporting their children’s development. Additionally, spirituality, social support, and family dynamics are key factors shaping fathers’ resilience in fulfilling their parenting roles for children with ASD.
2888-2899 -
Interferensi Bahasa Jawa dalam Tuturan Bahasa Indonesia Siswa Sekolah Dasar
Cindy Septyani, Heni Sulistyowati, Khoirum Muslikah, Asifa Aulia Darojah, Novi Aidawati, Retno Ari Astuti (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8334 | Check in Google Scholar
Fenomena interferensi bahasa daerah dalam tuturan bahasa Indonesia umum terjadi pada siswa sekolah dasar dalam lingkungan Masyarakat dwibahasa. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk dan faktor penyebab interferensi bahasa Jawa dalam tuturan bahasa Indonesia pada siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian siswa sekolah dasar yang aktif menggunakan bahasa Jawa dan bahasa Indonesia untuk komunikasi sehari-hari. Data dikumpulkan melalui observasi, pencatatan tuturan, dan wawancara untuk selanjutnya dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif melalui tahap reduksi data, klasifikasi data, penyajian data, dan penarikan Kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interferensi bahasa Jawa tampak dalam hal substitusi bunyi, penghilangan bunyi, dan penambahan bunyi pada pengucapan kosakata bahasa Indonesia. Interferensi paling banyak ditemukan pada penggunaan nomina. Faktor penyebab interferensi adalah dominasi bahasa Jawa sebagai bahasa pertama, kebiasaan linguistik lingkungan, pemerolehan bahasa Indonesia yang belum optimal, serta transfer negatif dari bahasa ibu. Temuan dalam penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan pembelajaran bahasa Indonesia, terutama dalam meningkatkan ketepatan pelafalan dan penggunaan bahasa sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.
2900-2911 -
Kesenjangan Pemahaman Konseptual dan Praktik Multiple Intelligences pada Guru PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini)
Dodi Alamsyah, Gunarti Dwi Lestari, Ali Yusuf (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8396 | Check in Google Scholar
Pemahaman guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) terhadap konsep multiple intelligences merupakan faktor penting dalam mewujudkan pembelajaran yang berorientasi pada keragaman potensi anak. Namun, pada faktanya, masih ditemukan guru PAUD yang belum memahami konsep multiple intelligences secara memadai sehingga terjadi perbedaan antara pemahaman konseptual yang dimiliki guru dengan praktiknya di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman guru PAUD tentang multiple intelligences dan implikasinya dalam konteks pembelajaran anak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Informan penelitian terdiri atas 7 guru PAUD dengan latar belakang pendidikan SMA hingga S1 dan 1 Kepala Sekolah di PAUD Mentari, yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara terstruktur, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman guru PAUD tentang multiple intelligences masih terbatas pada praktik pembelajaran intuitif dan belum didukung oleh pemahaman teoritis yang memadai. Meskipun demikian, guru telah menerapkan berbagai aktivitas atau praktik pembelajaran yang mencerminkan keberagaman kecerdasan anak secara intuitif seperti bernyanyi, bermain peran, permainan gerak dan lagu serta aktivitas kelompok. Temuan penelitian menegaskan pentingnya penguatan pemahaman konseptual guru PAUD melalui pengembangan profesional yang berkelanjutan dan kontekstual guna mendukung implementasi pembelajaran yang holistik dan berpusat pada potensi anak.
2912-2923 -
Pola Asuh Demokratis dan Implikasinya terhadap Perkembangan Kreativitas Anak Usia Dini
Fainka Laksitandriya, Slamet Subiyantoro, Adam Wahida (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8381 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola asuh demokratis terhadap perkembangan kreativitas anak usia dini, khususnya di Taman kanak-kanak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan penelitian studi kasus di TK Kartikasari, melibatkan kepala sekolah, satu guru kelas, dan tiga puluh lima anak didik. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pola asuh demokratis yang diterapkan oleh guru secara optimal dapat mengembangkan kreativitas anak didik. Pola asuh demokratis yang di terapkan dengan menganalisis sketsa mewarnai yang anak didik buat, kemudian di analisis menggunakan teori utami Munandar (2009) yaitu, keluwesan berpikir (Fluency), kelancaran berpikir (Flexibility), Originalitas (Originality), dan elaborasi (elaboration). Penelitian ini menyimpulkan bahwa pola asuh demokratis berpengaruh signifikan terhadap kreativitas anak usia dini, menciptakan ruang yang aman dan mendukung bagi anak untuk berkembang. Pengaruh positif ini mendorong kemandirian sambil tetap menjaga batasan yang jelas dan konsisten, yang meningkatkan tahap perkembangan dan kreativitas anak.
Kata Kunci: pola asuh guru, kreativitas anak, pendidikan anak usia dini, studi kasus kualitatif.
2924-2934 -
Pengembangan Media Board Game Permainan Tradisional Indonesia untuk Anak Usia Dini
Falfaariqooti Farqoo, Elizabeth Prima, Putu Indah Lestari (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8384 | Check in Google Scholar
Permainan tradisional Indonesia merupakan permainan yang mengandung kearifan budaya, dilakukan secara turun-temurun sebagai warisan budaya bangsa. Namun, eksistensinya kini terancam oleh derasnya arus digitalisasi yang mendorong anak menggunakan gadget secara berlebihan, ditandai dengan durasi screen time yang melampaui batas wajar. Penelitian ini bertujuan menganalisis validitas media board game berbasis permainan tradisional Indonesia untuk anak usia dini. Metode yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development/R&D) dengan model 4D: pendefinisian (define), perancangan (design), pengembangan (develop), dan penyebaran (disseminate). Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert yang disebarkan kepada validator ahli materi, ahli media, dan guru praktisi PAUD di dua TK di Bali. Validitas isi instrumen diuji menggunakan rumus Gregory oleh dua orang pakar, dan data kuantitatif dianalisis menggunakan analisis deskriptif persentase. Media board game yang dikembangkan mengintegrasikan empat permainan tradisional Indonesia bakiak, lompat karet, cublak-cublak suweng, dan meong-meongan ke dalam dua belas komponen permainan yang berdimensi multisensori. Hasil validasi menunjukkan: ahli materi memperoleh skor 90,5%, ahli media 91,5%, dan uji kepraktisan 95,5%, ketiganya berkualifikasi sangat baik. Dengan demikian, media board game permainan tradisional Indonesia ini dinyatakan valid dan layak digunakan dalam proses pembelajaran anak usia dini sebagai sarana stimulasi perkembangan sekaligus pelestarian budaya bangsa.
2935-2942 -
Analisis Career Identity dalam Pemetaan Preferensi dan Potensi Karier Anak Usia Dini
Nini Fitriani, lilianti, Titi Fatmawati (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8386 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengelolaan program career identity pada pendidikan anak usia dini sebagai dasar pemetaan preferensi dan potensi anak. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain multiple case study pada dua lembaga PAUD di Kota Kendari. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi pembelajaran, dan studi dokumentasi, lalu dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengenalan career identity telah hadir dalam praktik pembelajaran melalui bermain peran, pembelajaran tematik, media visual, dan kunjungan edukatif. Kegiatan tersebut memberi pengalaman belajar yang bermakna dan mendorong anak mengekspresikan minat serta aspirasi masa depan. Namun, program masih didominasi pendekatan tematik dan belum dikelola sebagai sistem yang terstruktur dengan indikator perkembangan yang jelas. Pemetaan preferensi dan potensi anak juga telah dilakukan melalui observasi dan dokumentasi, tetapi belum terstandarisasi sebagai dasar pengambilan keputusan pedagogis. Studi ini menegaskan perlunya penguatan manajemen program agar lebih sistematis, berkelanjutan, dan responsif terhadap perkembangan anak.
2943-2953 -
Implementasi Design Project Based Learning dalam Meningkatkan Kemampuan Numerasi Anak Usia 5–6 Tahun
Ulfatun Ni'mah, Sefriyanti (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8406 | Check in Google Scholar
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan numerasi anak usia 5–6 tahun di RA Ash-Shidiqi Rajabasa Baru yang terlihat dari kemampuan anak dalam mengenal lambang bilangan, menghitung jumlah benda, dan membandingkan kuantitas yang belum berkembang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan numerasi anak melalui penerapan Project-Based Learning (PjBL). Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, meliputi perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian terdiri atas 15 anak yang terdiri dari 8 anak perempuan dan 7 anak laki-laki usia 5–6 tahun. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi menggunakan lembar ceklist perkembangan numerasi, dan dokumentasi berupa foto kegiatan. Adapun Teknik Analisis data menggunakan teknik deskriptif kuantitatif berupa persentase ketercapaian indikator perkembangan numerasi pada setiap siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Project-Based Learning (PjBL) mampu meningkatkan kemampuan numerasi anak, dari siklus I ke siklus II. Pada siklus I, anak yang mencapai kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) sebesar 60%, sedangkan pada siklus II meningkat menjadi 93,3%. Dengan demikian, PjBL efektif dalam meningkatkan kemampuan numerasi anak usia dini melalui pengalaman belajar yang konkret dan kontekstual.
2954-2962 -
Intervensi Writing-Based Classroom Dan Keterlibatan Orang Tua Untuk Mengurangi Separation Anxiety
Sigit Widiyarto, Windi Megayanti, Isroyati, Suhardiman (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8664 | Check in Google Scholar
Kecemasan perpisahan (separation anxiety) merupakan hambatan emosional yang sering dialami siswa kelas 1 SD saat masa transisi sekolah, yang dapat mengganggu proses adaptasi dan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas penerapan Writing-Based Classroom (WBC) yang didukung keterlibatan orang tua dalam mereduksi tingkat kecemasan tersebut. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-test dan post-test pada 21 siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi perilaku dan penggunaan instrumen skala kecemasan yang dimodifikasi ke dalam bentuk visual (skala gambar) agar sesuai dengan perkembangan kognitif anak, serta didukung oleh lembar laporan perkembangan harian dari orang tua. Setelah memenuhi syarat uji normalitas, teknik analisis data dilakukan menggunakan uji statistik Paired Sample T-Test untuk membandingkan skor sebelum dan sesudah intervensi. Hasil analisis data menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05), yang mengonfirmasi bahwa intervensi ini secara signifikan mampu menurunkan tingkat kecemasan siswa. Aktivitas menulis yang terstruktur terbukti menjadi media katarsis yang efektif bagi anak untuk mengekspresikan emosi, sementara dukungan orang tua memperkuat rasa aman siswa di lingkungan sekolah. Disarankan bagi pihak sekolah untuk mengintegrasikan pendekatan literasi berbasis ekspresi ini ke dalam kurikulum transisi serta meningkatkan kolaborasi aktif dengan orang tua guna menciptakan ekosistem pendidikan yang mendukung kesehatan mental dan kemandirian siswa sejak dini.
2963-2969 -
Microsite-Based Academic Supervision: Inovasi Digital untuk Pengembangan Profesional Guru TK
Anita Rahmadiyanti Ulfah, Rini Agustiningsih, Prayitno, M. Ihsan Fauzi (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8563 | Check in Google Scholar
Supervisi akademik di satuan Taman Kanak-kanak masih menghadapi tantangan struktural yang serius, meliputi pelaksanaan yang tidak terjadwal, minimnya dokumentasi umpan balik, dan terbatasnya akses guru terhadap materi panduan pembelajaran berkualitas. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas implementasi microsite dalam meningkatkan kualitas supervisi akademik guru TK. Pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-naratif diterapkan, dengan data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi terhadap kepala sekolah, delapan guru, dan satu pengawas PAUD. Analisis data mengacu pada model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana melalui tahapan condensation data, coding tematik dua lapis (descriptive dan pattern coding), penyajian data, serta penarikan kesimpulan yang diverifikasi melalui triangulasi sumber, triangulasi metode, dan member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi microsite meningkatkan frekuensi supervisi dari satu kali menjadi dua hingga tiga kali per bulan, mentransformasi kualitas umpan balik dari lisan menjadi tertulis dan terdokumentasi secara digital, serta mendorong pergeseran orientasi guru dari resistensi menuju keterlibatan aktif dalam pengembangan profesional berbasis refleksi. Kebaruan penelitian ini terletak pada konteks TK Negeri sebagai satuan yang belum banyak dikaji dalam literatur supervisi digital, sekaligus pada integrasi perspektif guru sebagai subjek yang disupervisi. Microsite terbukti berfungsi sebagai medium kolaboratif yang mengubah paradigma supervisi dari pendekatan top-down evaluatif menjadi reflektif-partisipatif dan berkelanjutan.
2978-2988 -
Transformasi Seni Reyog sebagai Sumber Belajar Kreatif dan Bermakna bagi Anak Usia Dini
Hamidatun Annafi'u Yurintama, Joko Pamungkas (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8418 | Check in Google Scholar
Seni tradisi sebagai bagian dari budaya lokal memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai sumber belajar dalam pendidikan anak usia dini, namun implementasinya di lembaga PAUD masih cenderung terbatas sebagai kegiatan pelengkap. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan seni Reyog sebagai sumber belajar kreatif dan bermakna bagi anak usia dini. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang dilaksanakan di TK Dharma Wanita Balong dan RA Muslimat NU 160 Darussalam Tatung, Ponorogo, dengan subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru, peserta didik, dan wali murid. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan seni Reyog paling dominan menstimulasi perkembangan motorik kasar, sosial emosional, serta pembentukan karakter disiplin, tanggung jawab, dan percaya diri anak. Dukungan pelatih profesional dan kelengkapan sarana menjadi faktor penting dalam optimalisasi pembelajaran seni berbasis budaya lokal.
2989-2999 -
Peran Sekolah Penggerak dalam Implementasi Kurikulum PAUD
Fifi Alenda Rozalina, Yufiarti Yufiarti, Sri Wulan (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8753 | Check in Google Scholar
Program Sekolah Penggerak mendorong implementasi Kurikulum PAUD yang berorientasi pada pembelajaran berpusat pada anak dan pengembangan kompetensi secara holistik. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Program Sekolah Penggerak dalam implementasi Kurikulum PAUD di Kota Padang, menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang melibatkan enam Taman Kanak-kanak Sekolah Penggerak dengan informan enam kepala sekolah dan enam guru yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Sekolah Penggerak berkontribusi terhadap peningkatan pemahaman guru mengenai kurikulum, penguatan praktik pembelajaran berpusat pada anak, pengembangan kepemimpinan pembelajaran kepala sekolah, serta terbentuknya budaya kolaboratif yang mendukung pengembangan profesional guru. Meskipun demikian, implementasi kurikulum masih menghadapi tantangan berupa variasi kompetensi guru, keterbatasan sarana pembelajaran, dan belum optimalnya keterlibatan orang tua. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan implementasi Kurikulum PAUD memerlukan sinergi antara penguatan kapasitas pendidik, kepemimpinan pembelajaran yang efektif, dukungan kelembagaan yang berkelanjutan, serta kemitraan aktif dengan orang tua.
2989-2999 -
Manajemen Pembiayaan Pada Lembaga Bimbingan Belajar Studi Kasus di Bimbel Aletheia di Poris, Tangerang
Shyta Patrilia Chandra, Mesta Limbong (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8358 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis manajemen pembiayaan pada lembaga bimbingan belajar Aletheia di Poris, Tangerang. Dalam konteks pendidikan nonformal, pembiayaan menjadi aspek fundamental yang menentukan kualitas dan keberlanjutan lembaga. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumber pembiayaan lembaga terbesar berasal dari dana yayasan. Pola pengelolaan keuangan mengikuti prinsip efisiensi dan transparansi, dengan sistem pelaporan berjenjang kepada pengurus Yayasan. Kendala utama terletak pada keterbatasan dana dan ketergantungan tinggi terhadap subsidi Yayasan. Studi ini menegaskan pentingnya pengelolaan sumber dana dan penguatan sistem akuntabilitas untuk menjamin keberlanjutan lembaga bimbingan belajar di bawah naungan Yayasan.
3000-3006 -
Profil Tiga Segmen Motivasi Orang Tua dalam Pemilihan Taman Kanak-Kanak (TK) Islam
Nurul Arifah, Amir Syamsudin, Prayitno Prayitno (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8507 | Check in Google Scholar
Motivasi orang tua dalam memilih lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) bersifat heterogen, namun penelitian yang memetakan perbedaan karakteristik motivasi melalui segmentasi pada PAUD Islam terpadu masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan memetakan profil segmen motivasi orang tua dalam memilih TKIT Salsabila Nogosari Boyolali menggunakan analisis K-Means Clustering. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei terhadap 35 orang tua yang dipilih secara purposive sampling dari populasi 87 wali murid. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert 1–5 yang mencakup 10 indikator motivasi dan dianalisis menggunakan uji Kaiser-Meyer-Olkin, Bartlett, serta K-Means Clustering dengan Jamovi 2.6.44. Hasil penelitian menunjukkan tiga segmen motivasi, yaitu Pencari Kualitas Islami Holistik (42,9%; n = 15) yang memprioritaskan program tahfidz Al-Qur’an dan keteladanan guru, Pragmatis Efisien (34,3%; n = 12) yang mengutamakan biaya dan lokasi, serta Sosial-Komunal (22,8%; n = 8) yang dipengaruhi rekomendasi orang tua dan komunikasi sekolah. Tiga klaster menunjukkan validitas baik dengan Silhouette Score 0,62 dan menjelaskan 71% variasi data. Temuan menunjukkan bahwa motivasi orang tua tidak homogen sehingga diperlukan strategi layanan dan pemasaran yang terdiferensiasi melalui penguatan program keislaman, aksesibilitas, dan komunikasi berbasis komunitas untuk meningkatkan kepuasan dan daya saing lembaga.
3007-3016 -
Augmented Reality Berbasis Permainan Tradisional Congklak untuk Menstimulasi Kesadaran Multikultural Anak Usia Dini
Vava Imam Agus Faisal, Sibawaihi, Zulkipli Lessy, Salis Wahyu Hidayati, Umi Latifah (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8665 | Check in Google Scholar
Pengintegrasian nilai-nilai budaya ke dalam media digital anak usia dini masih kurang dieksplorasi, sehingga menimbulkan kekhawatiran tentang waktu penggunaan layar tanpa pengembangan karakter yang substansial. Studi ini meneliti implementasi permainan tradisional, Conngklak berbasis Augmented Reality (AR), untuk merangsang kesadaran multikultural dan karakter afektif sosial dalam pendidikan anak usia dini. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian lapangan deskriptif analitis. Subjek penelitian terdiri atas 15 anak usia 4–5 tahun di KB Al Ikhlas Wonosobo yang berasal dari latar belakang dengan sosial ekonomi beragam pada wilayah pinggiran dan pegunungan. Data dikumpulkan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam dengan guru, dan dokumentasi di KB Al Ikhlas Wonosobo, kemudian dianalisis secara sirkular menggunakan model analisis tematik menurut Virginia Braun dan Victoria Clarke. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media Congklak berbasis AR meningkatkan keterlibatan belajar, rasa ingin tahu, serta pemahaman anak terhadap keberagaman budaya. Permainan ini juga menumbuhkan regulasi diri, kerja sama, toleransi, dan perilaku prososial. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi etnopedagogi dan teknologi AR merupakan strategi pembelajaran yang efektif untuk memperkuat kesadaran multikultural dan karakter sosial anak usia dini.
3017-3027 -
Pembelajaran Berdiferensiasi untuk Well-Being Anak di PAUD Inklusif
Anisah Zhafirah, Budi Purwoko, Wulan Patria Saironsong, Kartika Rinakit Adhe (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8509 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendekatan pembelajaran berdiferensiasi dalam mewujudkan PAUD inklusif ramah anak berbasis well-being melalui studi literatur. Metode penelitian menggunakan studi literatur dengan pendekatan deskriptif kualitatif terhadap 10 artikel ilmiah nasional yang diperoleh melalui database Google Scholar yang dipublikasikan tahun 2021-2026. Artikel dipilih berdasarkan kriteria inklusi, yaitu: (1) membahas pembelajaran berdiferensiasi pada pendidikan inklusif; (2) merupakan artikel penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal nasional; dan (3) relevan dengan konsep PAUD inklusif, ramah anak, atau well-being. Analisis dilakukan menggunakan thematic synthesis untuk menemukan tema utama penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi mampu menciptakan pembelajaran yang fleksibel, adaptif, dan sesuai kebutuhan individual anak melalui penyesuaian konten, proses, produk, dan lingkungan belajar. Selain itu, penerapan strategi kreatif, pembelajaran sosial-emosional, serta dukungan terhadap well-being anak berkontribusi dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan mendukung perkembangan holistik anak. Keberhasilan implementasi PAUD inklusif dipengaruhi oleh kompetensi guru, asesmen perkembangan anak, keterlibatan orang tua, serta lingkungan belajar yang suportif. Dengan demikian, pengelolaan PAUD inklusif berbasis pembelajaran berdiferensiasi menjadi strategi penting dalam mewujudkan pendidikan yang ramah anak dan berkualitas.
3028-3035 -
Pembelajaran Kontekstual Eksploratif Berbasis Deep Learning pada Anak Usia Dini
Gina Asri Ruwaida, Azi Matur Rahmi, Mariana Panji Ramadan , Siti Kholifah (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8678 | Check in Google Scholar
Pembelajaran anak usia dini perlu dirancang secara kontekstual dan eksploratif agar anak tidak hanya menerima informasi, tetapi juga mampu membangun makna melalui pengalaman langsung. Namun, praktik pembelajaran di PAUD masih sering didominasi oleh hafalan, pengulangan, dan penyelesaian tugas mekanis, sehingga keterlibatan aktif anak belum berkembang secara optimal. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi pembelajaran kontekstual dan eksploratif berbasis deep learning pada pendidikan anak usia dini. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Informan penelitian meliputi guru PAUD sebagai informan utama, anak sebagai subjek yang diamati, serta orang tua sebagai informan pendukung. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis deep learning tampak melalui kegiatan bermain, tanya jawab, eksplorasi benda konkret, diskusi sederhana, dan pengaitan tema pembelajaran dengan pengalaman sehari-hari anak. Implementasi tersebut didukung oleh kesiapan guru, media belajar konkret, lingkungan kelas yang aman, serta keterlibatan orang tua dalam memperkuat pengalaman belajar anak di rumah. Hambatan yang ditemukan meliputi pemahaman guru yang belum merata, kebiasaan metode konvensional, keterbatasan waktu, dan keterbatasan media. Temuan ini menegaskan bahwa deep learning pada PAUD dapat diwujudkan melalui pembelajaran kontekstual, eksploratif, dialogis, dan didukung oleh kesinambungan pengasuhan di lingkungan keluarga.
3542-2550 -
Storytelling Berbasis Gurindam 12: Penguatan Dimensi Keimanan dan Kemandirian Anak Usia Dini
Maria Safriana (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8325 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan metode storytelling berbasis Gurindam Dua Belas dalam penguatan dimensi keimanan dan kemandirian anak usia dini. Penelitian dilatarbelakangi oleh implementasi pendidikan karakter yang masih bersifat normatif dan belum optimal memanfaatkan kearifan lokal sebagai sumber pembelajaran kontekstual. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan partisipan anak usia 5–6 tahun sebanyak dua puluh satu anak sebagai sampel partisipan. Teknik pengumpulan data mencakup observasi terstruktur, wawancara semi-terstruktur, serta dokumentasi. Selanjutnya, data yang diperoleh dianalisis melalui model analisis interaktif yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa storytelling berbasis Gurindam Dua Belas mampu menginternalisasikan nilai religius melalui pembiasaan doa, rasa syukur, dan kesadaran ketuhanan. Selain itu, kegiatan ini meningkatkan regulasi diri, tanggung jawab, serta keberanian anak dalam mengambil keputusan sederhana. Integrasi kearifan lokal melalui storytelling terbukti menjadi strategi pedagogis kontekstual dan reflektif yang efektif dalam memperkuat pembentukan karakter sesuai Profil Lulusan PAUD.
-
Gender Power Relations, Emotional Regulation, and Family Resilience in Domestic Violence: A Systematic Review
Melati Puspitajati Adikusuma, Imam Machali, Suyadi, Rohinah, Zahro Aulia, Khoirotin (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8719 | Check in Google Scholar
“Domestic violence” (DV) is a multidimensional phenomenon shaped by gender power imbalances, economic pressures, and individuals’ capacity for emotional regulation. This study analyzes the interrelationships among gender power dynamics, emotional regulation, and family resilience as both risk factors and protective factors for DV, and formulates their theoretical and practical implications. Using a systematic literature review approach guided by PRISMA, a total of 71 articles and books (2020–2025) from Google Scholar, Connected Papers, and Scispace were analyzed thematically following Braun and Clarke’s six-step method, with an interrater agreement of 0.93. The results indicate that patriarchal culture, economic pressure, and deficits in emotional regulation consistently increase the risk of physical, verbal, sexual, and economic violence, with emotional regulation serving as a mediator bridging structural factors and aggressive behavior. Conversely, family resilience—through open communication, adaptive coping, and social support—serves as a protective factor, although the effectiveness of women’s economic empowerment is context-dependent. These findings underscore the need for integrated interventions that combine psychoeducation, family economic empowerment, gender norm transformation, and inter-institutional synergy.
-
Media Cerita Bergambar Digital Berbasis Gemini untuk Meningkatkan Membaca Pemahaman
Moh. Qowiyuddin Shofi, Heny Sulistyowati, Ana Fauziyah, Ari Rohmawati, Diah Oktavia Sari, Siti Sa’adah (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8333 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan media cerita bergambar digital berbasis aplikasi Gemini dalam meningkatkan kemampuan membaca pemahaman peserta didik sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran berlangsung dengan baik serta mampu meningkatkan perhatian, aktivitas, dan keterlibatan peserta didik selama proses pembelajaran. Penggunaan media digital yang mengintegrasikan teks dan visual membantu peserta didik memahami isi bacaan secara lebih konkret dan menarik. Selain itu, terjadi peningkatan kemampuan membaca pemahaman setelah penerapan media tersebut. Media ini juga mendorong pembelajaran yang lebih interaktif dan berpusat pada peserta didik. Dengan demikian, media cerita bergambar digital berbasis aplikasi Gemini memberikan kontribusi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran membaca pemahaman di sekolah dasar serta mendukung pengembangan literasi berbasis teknologi.
Editor
-
Model Pendampingan Belajar Berbasis Scaffolding pada Keluarga Pesisir untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Anak
I Wayan Nias Astawa, Novianty Djafri , Misran Rahman (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8444 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan mengembangkan model pendampingan belajar berbasis keluarga pesisir untuk meningkatkan motivasi belajar anak sekolah dasar. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model 4D yang meliputi tahap define, design, develop, dan disseminate. Subjek penelitian terdiri atas 15 keluarga pesisir yang memiliki anak sekolah dasar. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, Focus Group Discussion (FGD), dan validasi ahli. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif untuk menilai kelayakan, kepraktisan, dan efektivitas model yang dikembangkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model yang dikembangkan terdiri atas empat strategi utama, yaitu Embedded Scaffolding, Time Slot Micro Scaffolding, Delegated Scaffolding, dan Kelompok Belajar Keluarga Pesisir. Hasil validasi ahli menunjukkan bahwa model memiliki tingkat kelayakan yang sangat tinggi dengan skor ahli materi sebesar 96,88%, ahli bahasa 84,00%, dan ahli media 78,26%, dengan rata-rata kelayakan mencapai 86,38%. Kebaruan model terletak pada integrasi empat teknik scaffolding yang disesuaikan dengan karakteristik sosial-ekonomi keluarga pesisir sehingga memungkinkan keterlibatan orang tua dalam pendampingan belajar meskipun memiliki keterbatasan waktu. Hasil uji coba menunjukkan bahwa model mudah diterapkan oleh orang tua, meningkatkan keterlibatan keluarga dalam proses pendidikan anak, serta berdampak positif terhadap motivasi belajar anak sekolah dasar.
2232-2238 -
Strategi Pengasuhan Berbasis Komunitas pada Orang Tua Tunggal dalam Meningkatkan Kemampuan Sosial Anak Usia Dini
Sriyanti Nihi, Muqowim Muqowim (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8585 | Check in Google Scholar
Meningkatnya jumlah keluarga single parent menimbulkan tantangan tersendiri dalam proses pengasuhan, terutama dalam mendukung perkembangan kemampuan sosial anak usia dini. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pengalaman strategi pengasuhan single parent dan peran dukungan komunitas dalam meningkatkan kemampuan sosial anak usia dini. Penelitian ini dilaksanakan di Komunitas Sekolah Gajahwong Yogyakarta selama kurang lebih sebulan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis fenomenologi. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Metode analisis melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa single parent menerapkan strategi pengasuhan yang beragam sesuai kondisi keluarga, meliputi komunikasi, keteladanan, pembiasaan perilaku prososial, serta pemberian kesempatan berinteraksi dengan lingkungan. Penelitian juga menemukan bahwa komunitas berperan dalam mengembangkan kemampuan sosial anak dan mendukung pengasuhan orang tua melalui berbagai kegiatan pembelajaran dan interaksi sosial. Temuan ini memberikan penguatan bahwa pengasuhan adaptif yang didukung komunitas sekolah berkontribusi terhadap perkembangan kemampuan sosial anak usia dini dalam keluarga single parent.
2258-2268 -
Pengembangan Media Pop-Up Book “Aku dan Tempat Ibadahku” Untuk Anak Usia 4-6 Tahun
Vita Elma Liyana, I Made Elia Cahaya, Ni Made Ayu Suryaningsih (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8385 | Check in Google Scholar
Indonesia sebagai negara dengan keberagaman agama terbesar di dunia menuntut penanaman nilai toleransi sejak usia dini. Namun, keterbatasan media pembelajaran konkret yang secara spesifik mengangkat tema keberagaman tempat ibadah masih menjadi tantangan nyata di lembaga PAUD. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan menguji validitas serta kepraktisan media pop-up book "Aku dan Tempat Ibadahku" sebagai sarana pengenalan keberagaman tempat ibadah bagi anak usia 4–6 tahun. Pengembangan dilakukan menggunakan model 4D (Define, Design, Develop, Disseminate) dengan melibatkan dua dosen validator (ahli materi dan ahli media) serta empat guru PAUD sebagai praktisi. Instrumen pengumpulan data berupa lembar validasi ahli dan angket kepraktisan yang telah diuji validitas isinya menggunakan formula Gregory, menghasilkan koefisien 0,90 untuk instrumen ahli materi dan 1,00 untuk instrumen ahli media. Hasil validasi produk menunjukkan kualifikasi sangat baik pada seluruh aspek: ahli materi (95,5%), ahli media (94%), dan praktisi (93%). Media ini dinilai mampu menghadirkan pengalaman belajar yang konkret, interaktif, dan menyenangkan dalam mengenalkan enam tempat ibadah di Indonesia kepada anak usia dini. Dengan demikian, pop-up book "Aku dan Tempat Ibadahku" dinyatakan valid, praktis, dan layak diimplementasikan sebagai media pembelajaran penanaman nilai toleransi beragama di tingkat PAUD.
2970-2977


