Vol. 10 No. 5 (2026): in Progress
Total Articles: 12 | Total Pages: 132
Issue Coverage: 45 Author(s) from 2 Country(s)
Indonesia (44)
Philippines (1)
Articles
-
Identifikasi Kebutuhan Pengasuhan Digital pada Keluarga dengan Anak Usia Sekolah: Analisis Kualitatif untuk Perancangan Program Parenting
Fitri Pertiwi, Herlina Siregar (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i5.8454 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kebutuhan program parenting berbasis masyarakat pada keluarga dengan anak usia sekolah di Kampung Bojong Neros. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap enam informan yang terdiri atas orang tua, ketua pemuda, dan remaja, serta dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan tiga tema utama: (1) ketidakstabilan pola pengasuhan, yang dipengaruhi keterbatasan waktu dan ketimpangan peran orang tua; (2) tantangan literasi digital keluarga, berupa tingginya paparan gawai dan pola mediasi orang tua yang belum konsisten; dan (3) kesenjangan dukungan penguatan keluarga, karena belum tersedianya program parenting yang relevan dengan konteks sosial setempat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengembangan program parenting berbasis kebutuhan nyata keluarga sangat diperlukan untuk memperkuat kapasitas pengasuhan dan kualitas relasi orang tua-anak dalam lingkungan masyarakat.
3036-3046 -
Strategi Transformasional Kepala Sekolah dalam Mendukung Pembelajaran Mendalam di Jenjang Taman Kanak - Kanak
Marta Pasca Fitriani, Eka Sapti Cahya Ningrum, Prayitno Prayitno (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i5.8518 | Check in Google Scholar
Pendekatan pembelajaran mendalam salah satu upaya Kementerian Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dalam meningkatkan mutu dan kualitas pembelajaran di Indonesia. Akan tetapi dalam pelaksanaan pembelajaran mendalam belum maksimal karena dilapangan masih terdapat tantangan yang harus dihadapi Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam dan menyeluruh mengenai strategi transformasional kepala sekolah dalam menerapkan pendekatan pembelajaran di jenjang Taman Kanak - Kanak serta menganalisis tantangan yang dihadapi. Data yang dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur, observasi dan dokumentasi. Sampel yang diambil adalah kepala TK Dewi Sartika dan TK Harapan. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis interaktif menurut Miles dan Hurberman. Teknik analisis interaktif terdiri dari empat komponen analisis, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan pengambilan keputusan atau verifikasi. Validitas data diperkuat dengan triangulasi sumber dan triangulasi dan teknik. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa penerapan pembelajaran mendalam belum terlaksana sepenuhnya. Salah satu yang menjadi faktor kendala penerapan pedekatan pembelajaran mendalam adalah kesiapan dan pemahaman guru mengenai pembelajaran mendalam, sarana dan prasarana yang belum optimal, kompetensi guru dalam menciptakan konten digital yang kreatif dan inovatif. Strategi transformasional yang diterapkan adalah menggunakan komunikasi terbuka, membangun budaya belajar positif untuk meningkatkan kompetensi guru, evaluasi dan supervisi terstruktur, serta memperkuat kolaborasi dan kemitaraan dengan berbagai pihak terkait demi tercapainya tujuan pembelajaran mendalam yang optimal.
3047-3053 -
Development A 3R-Integrated Project Based Learning Model: Fostering Ecological Awareness And Pro-Environmental Behavior In Early Childhood
Rizkyka Nur Annisa, Ika Budi Maryatun (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i5.8547 | Check in Google Scholar
This study was motivated by low ecological awareness among early childhood and the absence of structured learning models addressing environmental issues in PAUD institutions. The study aimed to develop a 3R-based (Reduce, Reuse, Recycle) Project Based Learning model that is valid, practical, and effective in stimulating ecological awareness in children aged 5–6 years, using Research and Development adapting the ADDIE model. A small-scale trial involved 13 children and a field trial involved 34 children in Ogan Ilir Regency. Data were collected through needs analysis questionnaires, expert validation sheets, a 22-item observation instrument measuring children's ecological awareness across knowledge, attitudes, and 3R behavior dimensions, and a teacher practicality questionnaire; analyzed using Aiken's V, Mi+SDi, Wilcoxon Signed-Rank Test, and N-Gain. The model was rated highly feasible by media experts (score 82) and feasible by material experts (score 74.33), with instrument validity V = 0.92. The model proved effective (N-Gain 0.47 and 0.46, Wilcoxon p < 0.05) and highly practical (544/600), with notable improvements in children's ability to reduce waste usage, sort waste by type, and creatively reuse materials into functional items. This model is recommended as a structured and practical guide for teachers implementing 3R-based environmental learning in early childhood education.
3054-3067 -
Peran Parenting Edukatif Berbasis Sustainable Environment dalam Mengembangkan Kepedulian Anak Usia Dini terhadap Mitigasi Bencana Banjir
Soraya Rosna Samta, Rizal Ichsan Syah Putra, Hanifatun Nisak, Atika Zahra Furi, Budi Dyah Lestari, Agnita Ayu Nanda Safitri, Hilyah Rif’atul Maula (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i5.8651 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pola asuh edukatif yang mengintegrasikan prinsip lingkungan berkelanjutan (sustainable environment) dalam menumbuhkan kesadaran mitigasi bencana banjir pada anak usia dini. Di tengah meningkatnya krisis iklim global, pendidikan mitigasi bencana seringkali hanya berfokus pada aspek teknis evakuasi, namun mengabaikan akar masalah ekologis. Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan melibatkan 5 orang tua sebagai informan. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi partisipatif, dan dokumentasi aktivitas harian anak di rumah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parenting edukatif berbasis lingkungan dilakukan melalui tiga tahapan utama: literasi penyebab banjir melalui storytelling, pembiasaan perilaku pro-lingkungan seperti menanam pohon, membersihkan selokan, dan pemilahan sampah. Interaksi dialogis antara orang tua dan anak terbukti mampu mengubah persepsi anak dari rasa takut terhadap sampah dan air menjadi sikap peduli untuk menjaga saluran drainase. Temuan ini menegaskan bahwa keluarga merupakan unit terkecil yang paling efektif dalam mentransformasikan nilai-nilai resiliensi bencana secara organik. Novelty penelitian ini terletak pada penggabungan konsep keberlanjutan lingkungan dengan mitigasi bencana dalam pola asuh harian yang menyentuh aspek afeksi anak. Simpulan penelitian menekankan bahwa integrasi nilai ekologi dalam parenting adalah kunci utama membangun resiliensi komunitas dari usia dini.
3068-3075 -
Transformasi Pendidikan Anak Usia Dini melalui Inovasi Kurikulum Merdeka: A Case Study of a Community Learning Center
Rina Valensi, Rodeka Rodeka, Erlisnawati Erlisnawati (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i5.8552 | Check in Google Scholar
Implementasi Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini masih menghadapi tantangan, terutama terkait pengembangan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik, kesiapan pendidik, serta karakteristik lembaga pendidikan nonformal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi inovasi kurikulum yang mencakup perencanaan, pelaksanaan, pengembangan, faktor pendukung dan penghambat, serta dampaknya terhadap proses pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi dari PAUD PKBM Habibie dan Hatta, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi kurikulum dilaksanakan melalui perencanaan berbasis kebutuhan peserta didik, pembelajaran yang berpusat pada anak, kegiatan bermain sambil belajar, eksplorasi lingkungan, serta pengembangan pembelajaran yang fleksibel dan kontekstual. Implementasi inovasi kurikulum berdampak positif terhadap perkembangan kepercayaan diri, kreativitas, komunikasi, kemandirian, dan partisipasi belajar anak serta meningkatkan profesionalisme guru. Penelitian ini menyimpulkan bahwa inovasi kurikulum pada PAUD PKBM Habibie dan Hatta merupakan strategi transformasi pendidikan yang adaptif, kontekstual, dan berkelanjutan dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan anak usia dini.
3076-3086 -
Hibridisasi Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini melalui Glokalisasi Pendekatan Global dan Lokal
Julia Mahatani, Rafika Bayu Kusumandari (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i5.8584 | Check in Google Scholar
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh terbatasnya kajian komprehensif mengenai hibridisasi kurikulum PAUD di Indonesia, khususnya dalam memetakan integrasi pendekatan global dengan kebutuhan lokal. Penelitian ini bertujuan mengkaji hibridisasi kurikulum PAUD sebagai proses integrasi pendekatan global dalam konteks lokal Indonesia. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review terhadap 25 artikel ilmiah periode 2020–2025, Hasil penelitian menunjukkan bahwa hibridisasi kurikulum PAUD di Indonesia berkembang melalui adopsi STEAM, Montessori, Reggio Emilia, HighScope, pembelajaran hybrid, serta penguatan nilai lokal, agama, budaya, dan karakter. STEAM menjadi pendekatan yang paling dominan, sementara glokalisasi menjadi ciri khas utama karena menghubungkan kompetensi global dengan identitas lokal. Temuan ini menegaskan bahwa hibridisasi kurikulum PAUD di Indonesia bukan sekadar penggabungan pendekatan, melainkan proses seleksi, adaptasi, dan rekontekstualisasi kurikulum. Secara teoretis, penelitian ini memperjelas konstruksi hibridisasi kurikulum PAUD sebagai proses glokalisasi, sedangkan secara praktis dapat menjadi dasar bagi satuan PAUD dalam merancang kurikulum yang lebih kontekstual, adaptif, koheren, dan sesuai dengan perkembangan anak usia dini.
3087-3103 -
Kesinambungan Metode Bercerita PAUD-SD dalam Membangun Keterampilan Berbicara: Tinjauan Literatur Sistematis 2016–2026
Rika Arsi fazrina, Anindiyta Sry Nugraheni, Sahrul Sori Alom Harahap, Fadila Arnisa Harahap, Putri Lolita Harahap (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i5.8777 | Check in Google Scholar
Keterampilan berbicara merupakan kompetensi bahasa mendasar yang mulai berkembang sejak usia dini dan menjadi fondasi capaian literasi di sekolah dasar, namun pembelajarannya sering kurang mendapat perhatian dibandingkan membaca dan menulis. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh metode bercerita terhadap keterampilan berbicara anak usia dini dan siswa sekolah dasar melalui studi literatur sistematis dengan analisis tematik. Artikel dikumpulkan dari basis data Scopus dan disaring secara bertahap berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan sebelumnya. Sintesis menghasilkan beberapa tema utama yang menunjukkan bahwa metode bercerita, baik lisan konvensional, digital, maupun kolaboratif, secara konsisten dilaporkan meningkatkan kelancaran berbicara, kosakata, kompetensi naratif, dan literasi lisan emergent anak, dengan pola perkembangan yang berkesinambungan dari jenjang pendidikan anak usia dini menuju sekolah dasar. Efektivitas metode bercerita turut dipengaruhi oleh kesesuaian desain kegiatan dengan tahap perkembangan anak serta kesiapan guru dalam memfasilitasi pembelajaran. Kesenjangan penelitian ditemukan pada konteks bahasa dan budaya Indonesia yang masih minim dikaji, khususnya pada masa transisi dari pendidikan anak usia dini menuju sekolah dasar. Metode bercerita direkomendasikan sebagai strategi prioritas dalam pengembangan keterampilan berbicara pada kedua jenjang tersebut, khususnya melalui pengembangan modul bercerita berbasis cerita rakyat Indonesia yang kontekstual secara budaya dan bermakna bagi anak.
3104-3112 -
Ketergantungan Sumber Daya dalam Pembiayaan Pendidikan Anak Usia Dini: Model Sekolah Laboratorium Terafiliasi Universitas
Moch Firmansyah, Meinawati Eka Nur Fadhila, Viktorius Bang, Dianoray Decampong H Omar, Ima Widiyanah, Karwanto (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i5.8521 | Check in Google Scholar
Pembiayaan merupakan standar wajib dalam manajemen mutu Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang strategis bagi keberlanjutan operasional. Penelitian ini menganalisis mekanisme pengelolaan ketergantungan sumber daya di TPA/KB/TK Labschool UNESA 1. Pendekatan kualitatif dengan studi kasus deskriptif-analitis digunakan melalui lensa Resource Dependency Theory. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lembaga menghadapi ketergantungan berlapis dari pemerintah, universitas, yayasan, dan orang tua yang mengikis otonomi kepala sekolah, sehingga pemenuhan delapan standar nasional menjadi kompromi antara kebutuhan dan keterbatasan fiskal, terutama standar sarana prasarana. Lembaga melakukan strategi adaptasi berupa bridging dan buffering dalam operasionalnya. Secara struktural, kompleksitas ketergantungan telah mengubah peran kepala sekolah menjadi administrator birokratis. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa otonomi manajerial sangat ditentukan oleh negosiasi di tengah tekanan ketergantungan eksternal yang majemuk.
3113-3124 -
Peran konsumsi makanan ultra-processed (UPF) terhadap Hidden hunger dan perkembangan kognitif anak usia dini: studi literatur
Najla Gania Ayashi, Nadiyah Ilal Khoiroti, Niha Nabila Hanan, Wefa’ Faradila (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i5.8560 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran konsumsi ultra-processed food (UPF) terhadap hidden hunger dan perkembangan kognitif anak usia dini melalui studi literatur. Penelusuran artikel dilakukan melalui Google Scholar dan ScienceDirect dengan menggunakan kata kunci yang berkaitan dengan konsumsi UPF, hidden hunger, status gizi, dan perkembangan kognitif anak usia dini. Artikel yang digunakan merupakan publikasi tahun 2022–2026, tersedia dalam bentuk full text, menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa Inggris, serta sesuai dengan fokus penelitian. Dari hasil penelusuran diperoleh 29 artikel, kemudian dilakukan proses seleksi berdasarkan kesesuaian topik dan kriteria inklusi sehingga diperoleh 18 artikel yang dianalisis menggunakan sintesis naratif. Hasil kajian menunjukkan bahwa konsumsi UPF yang tinggi berkaitan dengan menurunnya kualitas asupan zat gizi mikro sehingga meningkatkan risiko hidden hunger. Kondisi tersebut dapat mengganggu perkembangan otak dan berdampak pada kemampuan kognitif anak, seperti perhatian, konsentrasi, memori, dan kesiapan belajar. Selain itu, keluarga, lembaga PAUD, dan lingkungan sosial memiliki peran penting dalam membentuk kebiasaan makan sehat serta mengurangi konsumsi UPF sejak usia dini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa upaya pencegahan konsumsi UPF perlu dilakukan melalui kerja sama antara orang tua, guru PAUD, tenaga kesehatan, dan pembuat kebijakan dengan memperkuat edukasi gizi serta pembiasaan pola makan sehat untuk mendukung perkembangan kognitif anak secara optimal.
3125-3130 -
Permainan Tradisional Congklak untuk Meningkatkan Konsentrasi Anak Usia 3–4 Tahun
Efi Marija, Tri Kurniawati, Wahono Wahono, Naili Saida (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i5.7443 | Check in Google Scholar
Konsentrasi merupakan prasyarat penting bagi anak usia dini untuk menyerap informasi dan menyelesaikan tugas belajar, namun sebagian anak usia 3–4 tahun masih mudah teralihkan perhatiannya. Penelitian ini bertujuan meningkatkan konsentrasi anak usia 3–4 tahun melalui permainan tradisional congklak. Penelitian menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas model Kemmis dan McTaggart dalam dua siklus dengan subjek 20 anak di sebuah Pos PAUD Terpadu di Surabaya. Data dikumpulkan melalui observasi berbasis rubrik, wawancara dengan guru dan orang tua, serta dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata capaian konsentrasi meningkat dari 44,5% pada siklus I menjadi 79,5% pada siklus II (naik 35 poin persentase). Pada siklus I sebagian besar anak (75%) berada pada kategori Mulai Berkembang, sedangkan pada siklus II seluruh anak mencapai kategori Berkembang Sesuai Harapan (35%) dan Berkembang Sangat Baik (65%). Aturan bergiliran, aktivitas menghitung biji, dan pengurangan bantuan guru secara bertahap dalam permainan congklak melatih perhatian anak secara berkelanjutan. Penelitian ini memberikan bukti awal bahwa congklak dapat dijadikan strategi pembelajaran berbasis budaya yang praktis bagi guru PAUD untuk menstimulasi konsentrasi anak usia 3–4 tahun.
3131-3137 -
Mechanisms of Cooperation and Emotion Regulation among Young Children through Gobak Sodor
Yukki Setiawan, Zakarias S Soeteja, Trianti Nugraheni, Tri Karyono, Primanola Perdananti (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i5.8618 | Check in Google Scholar
This study aims to describe the mechanisms through which the traditional game Gobak Sodor stimulates cooperation and emotion regulation among children aged 5–6 years at PAUD Cempaka Pakuan, Bandung. A descriptive qualitative approach was used, involving 16 children in group B, consisting of 11 girls and 5 boys, and the classroom teacher. Field observation was conducted on 19 May 2026 through field notes, learning documentation, and teacher confirmation. Data were analysed through reduction, thematic coding, data display, and verification. The findings reveal four main mechanisms: understanding rules and spatial boundaries, role distribution within teams, peer communication through verbal cues and verbal support, and emotion management when protesting, feeling disappointed, waiting for turns, winning, and losing. Gobak Sodor functions not merely as a physical activity but as a pedagogical mechanism that stimulates cooperation and emotion regulation through structured, social, and reflective play experiences.
3138-3150 -
Beyond Behavioural Compliance: A Structured Critical Narrative Review of Sensory Regulation, Self-Regulation, and Classroom Participation in Early Childhood
Fitri Hastuti, Sai Handari (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i5.8819 | Check in Google Scholar
Young children’s movement, withdrawal, sensory seeking, or difficulty sustaining classroom involvement may be interpreted too quickly as poor behavioural control, although these behaviours can reflect interactions among sensory demands, developing regulatory capacities, and classroom conditions. This review examined sensory regulation, self-regulation, and classroom participation as interconnected developmental processes. A structured critical narrative review synthesised peer-reviewed literature identified through ERIC, PsycINFO, CINAHL, and PubMed, using combinations of terms related to sensory processing and regulation, self-regulation, executive function, engagement, classroom participation, preschool, kindergarten, and early childhood. Eligible publications were published or first available online between January 2024 and August 2026 and were substantively relevant to the focal constructs and early childhood contexts. The final corpus comprised 30 publications mapped across eight overlapping analytical clusters. Findings indicated that sensory-processing characteristics were associated with self-regulation and participation, but did not support a simple causal pathway or universal sensory-based interventions. Self-regulation was multidimensional and context-sensitive, while participation depended on child–activity–environment fit and relational, pedagogical, and environmental support. The synthesis positions meaningful participation, rather than physical stillness or behavioural compliance, as the educationally relevant outcome.
3151-3167


