- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the works authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journals published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
“Topeng Ireng†Proses Kreativitas Koreografi Guru dalam Pembelajaran Seni AUD
DOI:
https://doi.org/10.31004/obsesi.v7i4.4651Keywords:
tari topeng ireng koreografi tari anak usia diniAbstract
Seni tari mampu mengembangkan kreativitas dan potensi minat bakat pada anak. Oleh karena itu tarian harus sesuai dengan karakteristik anak usia ini.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses kreativitas guru dalam membuat koreografi tari Topeng ireng agar sesuai dengan karakteristik anak usia dini. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian yang digunakan merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Metode yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun analisis data kualitatif menurut Miles dan Huberman yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, verivikasi atau kesimpulan. Hasil  analisis  penelitian menunjukkan hasil bahwa pertama, mengenalkan tari kepada anak termasuk tari topeng ireng sangat penting untuk melatih kreativitas, motoik kasar dan halus, bahasa, kognitif, dan sosial emosional. Seni tari juga mampu melatih koordinasi gerak pada anak. Selain itu Seni tari digunakan sebagai sarana untuk memperkenalkan, membudayakan, serta menanamkan nilai-nilai Seni pada anak usia dini. Kedua, dalam menari yang harus dipersiapkan yaitu musik atau iringan, dan ruangan. ketiga, terdapat 3 tahap yaitu pra pengenalan, tahap pelaksanaan, dan evaluasi. Ketiga, terdapat 3 komponen koreografi antara lain gerak, iringan musik, rias, dan kostum tari.
Downloads
References
Astuti, F. (2021). Pengenalan Pendidikan Seni Tari Pada Anak Taman Kanak-Kanak. Jurnal Sendratasik, 10(4), 9. https://doi.org/10.24036/js.v10i4.115523
Dalton, J. E. (2019). A Review of Art as Contemplative Practice: Expressive Pathways to the Self. Studies in Art Education, 60(2), 144–147. https://doi.org/10.1080/00393541.2019.1600228
Dewi, I. M., & Cahyono, A. (2018). Studi Komparasi: Tari Topeng Ireng Magelang dengan Tari Topeng Ireng Boyolali. Jurnal Seni Tari, 7(1), 36. https://doi.org/10.15294/JST.V7I1.22675
Fikri, M., & Rukiyati. (2022). Peran Guru dalam Mengembangkan Sikap Peduli Sosial Anak Usia Dini. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha, 10(3), 480. https://doi.org/10.23887/paud.v10i3.57205
Gripson, M. P., Mattsson, T., & Andersson, N. (2021). What Syllabus Socuments can Tell us About the Presence and Position of Dance in Early Childhood Teacher Education: A Swedish perspective. Research in Education, 111(1), 46–69. https://doi.org/10.1177/00345237211009255
Hapsari, L. (2013). Fungsi Topeng Ireng di Kurahan Kabupaten Magelang. MONIA: Jurnal Pengetahuan Dan Pemikiran Seni, 13(2), 141–147. https://doi.org/10.15294/harmonia.v13i2.2779
Huliyah, M. (2016). Pengembangan Daya Seni pada Anak Usia Dini. As-Sibyan: Jurnal Pendidikan Guru Raudhatul Athfal, 1(2), 149–164. http://www.jurnal.uinbanten.ac.id/index.php/assibyan/article/view/201
Khasanah, K., & Handayaningrum, W. (2022). Pengenalan Seni Tari pada Anak Usia Dini sebagai Upaya Menangkal Kecanduan Gadget di Sanggar Seni KArtika Budaya Kab. Jember. Jurnal Pendidikan Sendratasik, 11(1), 145. https://doi.org/10.26740/jps.v11n1.p140-153
Krisnani, R. V. R., & Pamungkas, J. (2022). Analisis Tahapan Pembelajaran Seni Tari Anak Usia Dini di TK Bakti 6 Kowang. Jurnal Pendidikan Anak, 11(2), 145–153. https://doi.org/10.21831/jpa.v11i2.52250
Media, P. (2022). Penggunaan Media Pembelajaran loseparts dalam mengembangkan kemampuan kognitif Anak Usia 3-4 Tahun di KB Arofah. UIN Raden Mas Said Surakarta.
Pamungkas, J. (2015). Estetika Koreografi sebagai Penunjang Kreativitas Seni Anak Usia Dini. Jurnal Pendidikan Anak, 4(1), 596. https://doi.org/10.21831/jpa.v4i1.12348
Permanasari, A. T., Lestari, D. J., & Fujiawati, F. S. (2018). Penerapan Pembelajaran Tari Untuk Anak Usia Dini Dalam Mengembangkan Kreativitas Mahasiswa Jurusan Pendidikan Sendratasik Untirta. Jurnal Pendidikan Dan Kajian Seni, 3(2), 135–148. https://jurnal.untirta.ac.id/index.php/JPKS/article/view/6916
Pujiyanti, N. (2013). Eksistensi Tari Topeng Ireng Sebagai Pemenuhan Kebutuhan Estetik Masyarakat Pandesari Parakan Temanggung. Catharsis: Journal of Arts Education, 2(1), 1–7. https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/catharsis/article/view/2728
Purwaningsari, D. (2023). Proses Koreografi Tari Selancak Egret. Jurnal Pendidikan Seni & Seni Budaya, 7(1), 1–10. https://jurnal.univpgri-palembang.ac.id/index.php/sitakara/article/view/11167
Putro, A. A. (2018). Perkembangan Koreografi Tari Topeng Ireng “Group Krido Mudo†di Desa Tarubatang Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali Provinsi Jawa Tengah. Universitas Negeri Semarang.
Rahman, H. (2020). Pembelajaran Seni Tari pada Anak Usia Dini di Sanggar Saoraja Art’s Kabupaten Bone. Jurnal Educhild, 2(2), 51. https://jurnal.iain-bone.ac.id/index.php/educhild/article/view/1317
Setyastuti, B. (2018). Tari Topeng Ireng BAndungrejo, Ngablak, Magelang. Gelar : Jurnal Seni Budaya, 15(2). https://doi.org/10.33153/glr.v15i2.2224
Sharma, R., & Aswal, M. (2021). Contemporary Relevance of Bertrand Russell’s Views on Early Childhood Education. Issues and Ideas in Education, 9(1), 33–37. https://doi.org/10.15415/iie.2021.91004
Siregar, S., Nur, K., & Wahyuni, A. (2021). Wawasan Seni Tari Bagi Calon Pendidik Anak Usia Dini. TILA: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 1(1), 40–56. https://jurnal.stain-madina.ac.id/index.php/tila/article/view/439
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Alfabeta
Sujiono, Y. N. (2013). Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini. PT Index.
Susanto, A. (2011). Konsep Dasar Pendidikan Pendidikan Anak Usia Dini. Bumi Aksara.
Sutini, A. (2018). Pembelajaran Tari Bagi Anak Usia Dini. Cakrawala Dini: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(2). https://doi.org/10.17509/cd.v3i2.10333
Wulandari, R. T. (2015). Pengetahuan Koreografi untuk Anak Usia Dini. Universitas Negeri Malang.
Yanti, L. R., Antosa, Z., & Adiputra, M. J. (2020). Analisis Kesulitan Guru Dalam Menerapkan Pembelajaran Dengan Pendekatan Saintifik. PRIMARY: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 9(1), 74. https://primary.ejournal.unri.ac.id/index.php/JPFKIP/article/view/7850
Yetti, E. (2017). Model Pembelajaran Tari Pendidikan untuk Meningkatkan Kecerdasan Kinestetik Anak Usia Dini. LPP-Mitra Edukasi.


