- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the works authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journals published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
Fenomena Kekerasan Psikologis pada Anak Usia Dini dalam Keluarga
DOI:
https://doi.org/10.31004/obsesi.v7i1.3736Keywords:
fenomena, kekerasan psikologis, anak usia dini, keluargaAbstract
Kekerasan psikologis memberikan dampak buruk kepada anak usia dini. Banyak keluarga yang menutupi terjadinya kekerasan kepada anak usia dini di depan orang lain karena beranggapan hal tersebut adalah hak privasi. Tujuan penelitian ini adalah mengeksplorasi penyebab terjadinya kekerasan psikologis pada anak usia di dalam keluarga. Merupakan penelitian kualitatif. Responden dari penelitian ini ayah atau ibu yang memiliki anak usia dini (4-6 tahun) di Desa Kraksaan Wetan sebanyak 18 orang. Teknik sampling menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data penelitian menggunakan instrument berupa panduan wawancara terstruktur dengan isi tentang apa saja yang menyebabkan orang tua melakukan kekerasan psikologis pada anak serta lembar observasi untuk melihat dampak langsung dampak dari kekerasan psikologis yang dialami anak. Peneliti membawa tape recorder ketika melakukan wawancara dengan orang tua dan setiap orang tua memiliki waktu selama 30 menit maksimal untuk wawancara. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menginformasikan bahwa terjadinya kekerasan psikologis pada anak usia dini disebabkan oleh berbagai macam faktor baik internal maupun eksternal. Faktor tersebut antara lain faktor pengetahuan orang tua, pengalaman orang tua sewaktu kecil, faktor keluarga dan kondisi ekonomiDownloads Statistics
References
Berens, A. E., Kumar, S., Tofail, F., Jensen, S. K. G., Alam, M., Haque, R., Kakon, S. H., Petri, W. A., & Nelson, C. A. (2019). Cumulative psychosocial risk and early child development: validation and use of the Childhood Psychosocial Adversity Scale in global health research. Pediatric Research, 86(6), 766–775. https://doi.org/10.1038/s41390-019-0431-7
Dewi, N. S., Arisanti, N., & Rusmil, V. K. (2016). Deteksi Dini Pengalaman Kekerasan pada Anak di Tingkat Keluarga di Kecamatan Jatinangor Early Detection of Child Abuse Experience at Family Level in Jatinangor Subdistrict. Jurnal Sistem Kesehatan (JSK), 2(3), 123–129. https://doi.org/10.24198/jsk.v2i3.11956
Duffy, K. A., Katie A. McLaughlin, & Green, P. A. (2018). Early life adversity and health-risk behaviors: proposed psychological and neural mechanisms. Physiology & Behavior, 176(1), 139–148. https://doi.org/10.1111/nyas.13928
Farhan, Z., Suharta, D., & Ratnasari, D. (2019). Faktor-faktor Yang Melatarbelakangi Orang Tua Melakukan Verbal Abuse Pada Anak Usia Sekolah 6-12 Tahun Di Kabupaten Garut. Jurnal Keperawatan Malang, 3(2), 101–108. https://doi.org/10.36916/jkm.v3i2.70
Hasanah, & Akbar, K. (2020). Persepsi Ibu Terhadap Kekerasan Oleh Kerabat Terdekat Pada Anak Usia Dini. Murangkalih: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 1(4), 1–13. https://doi.org/10.31004/obsesi.v4i2.456
Kurniasari, A. (2019). Dampak Kekerasan Pada Kepribadian Anak. Sosio Informa, 5(1), 15–24. https://doi.org/10.33007/inf.v5i1.1594
Lange, B. C. L., Callinan, L. S., & Smith, M. V. (2019). Adverse Childhood Experiences and Their Relation to Parenting Stress and Parenting Practices. Community Mental Health Journal, 55(4), 651–662. https://doi.org/10.1007/s10597-018-0331-z
Lloyd, M. (2018). Domestic violence and education: Examining the impact of domestic violence on young children, children, and young people and the potential role of schools. Frontiers in Psychology, 9(NOV), 1–11. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2018.02094
Loewy, R., Corey, S., Amirfath, F., Dabit, S., & Fulford, D. (2019). Childhood Trauma and Clinical High Risk for Psychosis. Schizophr Res, 176(205), 10–14. https://doi.org/10.1016/j.schres.2018.05.003
Luh, N., Ekaningtyas, D., Tinggi, S., Hindu, A., Gde, N., & Mataram, P. (2020). Psikologi Komunikasi Dan Kekerasan Seksual pada Anak Usia Dini. Pratama Widya: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(2), 147–158. https://www.ejournal.ihdn.ac.id/index.php/PW/article/view/1339
Mardiah, A., Bustamam, N., Asfaruddin, K., & Nasution, J. A. (2021). Gambaran Luka Pengasuha Pada Orang Tua. Suloh: Jurnal Bimbingan Konseling Universitas Syah Kuala, 6(2), 61–67. https://doi.org/10.1016/j.jff.2015.06.018
Mardiyati, I. (2015). Dampak Trauma Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Raheema: Jurnal Studi Gender Dan Anak, 2(1), 26–35. https://doi.org/10.24260/raheema.v2i1.166
Maryam, S. (2017). Gambaran Pendidikan Orang Tua dan Kekerasan pada Anak dalam Keluarga di Gampong Geulanggang Teungoh Kecamatan Kota Juang Kabupaten Bireuen Siti Maryam Siti Maryam adalah Staf Pengajar Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh. Gender Equality: International Journal of Child and Gender Studies, 3(1), 69–76. https://doi.org/10.24167/psiko.v16i1.902
Medjkane, F., Notredame, C. E., Sharkey, L., D’Hondt, F., Vaiva, G., & Jardri, R. (2020). Association between childhood trauma and multimodal early-onset hallucinations. British Journal of Psychiatry, 216(3), 156–158. https://doi.org/10.1192/bjp.2019.266
Mufarika, A. (2013). Pola Pengasuhan Anak Pada Keluarga Miskin (Studi Kasus 5 Keluarga Miskin di Desa Kebontunggul Kecamatan Gondang Kabupaten Mojokerto). J+Unesa, 3(1), 2–11. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-pendidikan-luar-sekolah/article/view/7597
Nurwita, A., Nurfitriani, E., & Yuniarti, S. (2020). Hubungan Status Ekonomi Dan Pandangan Posisi Anak Dengan Sikap Orang Tua Terhadap Kekerasan Pada Anak. Jurnal Kesehatan, 8(1), 955–960. https://doi.org/10.38165/jk.v8i1.103
Puspitasari, I., & Wati, D. E. (2020). Eksplorasi Persepsi Dan Perilaku Kekerasan Orang Tua Terhadap Anak Usia Dini Di Kota Yogyakarta. Seminar Nasional Dan Call for Paper “Membangun Sinergitas Keluarga Dan Sekolah Menuju PAUD Berkualitas,†65–69. http://eprints.uad.ac.id/13502
Rachmawati, S. N., & Masykur, A. M. (2017). Pengalaman Ibu Yang Memiliki Anak Down Syndrome. Jurnal EMPATI, 5(4), 822–830. https://doi.org/10.14710/empati.2016.15443
Shonkoff, J. P., Slopen, N., & Williams, D. R. (2020). Early Childhood Adversity, Toxic Stress, and the Impacts of Racism on the Foundations of Health. Annual Review of Public Health, 42, 115–134. https://doi.org/10.1146/annurev-publhealth-090419-101940
Surianti, S. (2022). Inner Child: Memahami dan Mengatasi Luka MasaKecil. Jurnal Mimbar: Media Intelektual Muslim Dan Bimbingan Rohani, 8(2), 10–18. https://doi.org/10.47435/mimbar.v8i2.1239
Suteja, J., & Ulum, B. (2019). Dampak Kekerasan Orang Tua terhadap Kondisi Psikologis Anak dalam Keluarga. Equalita: Jurnal Studi Gender Dan Anak, 1(2), 169. https://doi.org/10.24235/equalita.v1i2.5548
Utama, T. S. C., Pasaribu, J., & Anggraeni, L. D. (2020). Persepsi ibu tentang kekerasan pada anak toddler dan preschool. Jurnal Ilmu Keperawatan Komunitas, 3(1), 28–34. https://doi.org/10.32584/jika.v3i1.382
Waikamp, V., Serralta, F. B., Ramos-Lima, L. F., Zatti, C., & Freitas, L. H. M. (2021). Relationship between childhood trauma, parental bonding, and defensive styles and psychiatric symptoms in adult life. Trends in Psychiatry and Psychotherapy, 43(3), 225–234. https://doi.org/10.47626/2237-6089-2020-0086

